Menu

Mode Gelap
Heboh Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Setelah Nobar Piala Dunia Aksi Pemulung Ikut Tambal Jalan Rusak di Padang, Warga Mengaku Sudah Dua Wali Kota Tanpa Perbaikan Masyarakat Padati Jalan, Gelaran Festival Budaya Teguhkan Ajeg Budaya Polri Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan Pengadaan Batu Bara JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung DPR Gerah PNS Dapat Pensiun Seumur Hidup, Kerja Enggak Seberapa

Warta Internasional

Jelang pemilu Bangladesh, KBRI Dhaka ingatkan WNI perhatikan keamanan

badge-check


					Jelang pemilu Bangladesh, KBRI Dhaka ingatkan WNI perhatikan keamanan Perbesar

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dhaka mengingatkan para WNI di Bangladesh agar senantiasa menjaga keamanan diri dan tetap waspada menjelang pemilihan umum pertama di negara tersebut sejak ambruknya pemerintahan Sheikh Hasina pada pertengahan 2024.

“Sehubungan dengan rencana pelaksanaan pemilu Bangladesh pada 12 Februari 2026, KBRI Dhaka mengimbau kepada WNI di Bangladesh untuk senantiasa memonitor perkembangan situasi dan perlu tetap meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan,” menurut pernyataan tertulis KBRI Dhaka di media sosialnya sebagaimana dipantau di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

KBRI Dhaka melaporkan bahwa menjelang hari pemungutan suara pekan depan, situasi keamanan di Bangladesh terpantau aman, dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan normal.

Namun demikian, sebagai langkah antisipasi terhadap hal-hal yang diinginkan, WNI di Bangladesh dinasihati untuk menghindari titik ramai yang menjadi pusat massa serta terus memantau informasi terkini dari sumber resmi dan terpercaya.

Sembari meminta WNI agar menyimpan nomor-nomor penting selama berada di Bangladesh, KBRI Dhaka turut mengingatkan supaya mereka segera menghubungi KBRI melalui hotline +880-1614-444-452 apabila menghadapi hal mendesak.

Lebih dari 100 juta warga memiliki hak suara dalam pemilu 12 Februari mendatang, yang oleh para analis dianggap sebagai momen kunci yang menentukan bagi masa depan Bangladesh setelah keruntuhan rezim Sheikh Hasina, menurut pemberitaan Anadolu.

Kampanye pemilu dimulai sejak 22 Januari dan akan berlanjut hingga 10 Februari, dengan hasil awal pemilu dijadwalkan diumumkan di hari yang sama usai pemungutan suara.

Namun, karena referendum konstitusi juga akan dilakukan di hari yang sama, penghitungan akhir hasil pemilu kemungkinan akan memerlukan waktu yang lebih lama.

Setelah partai Sheikh Hasina, Liga Awami, dilarang ikut pemilu, Partai Nasional Bangladesh (BNP) dan Partai Jamaat-e-Islam menjadi kompetitor utama yang bertanding merebut suara rakyat dalam pemilu pekan depan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Spanyol Hadapi Gelombang Panas Ketiga, Suhu Bisa Capai 45 Derajat Celsius

19 Juli 2026 - 06:12 WITA

Kelab Malam di Thailand Terbakar Habis, 27 Orang Tewas-22 Kritis

13 Juli 2026 - 06:49 WITA

2 Jet Tempur Tabrakan di Udara Gegara Pilot Selfie, AU Minta Maaf

6 Juli 2026 - 03:29 WITA

Korea Selatan Gratiskan Biaya Visa Buat Turis

2 Juli 2026 - 06:28 WITA

Malaysia Turunkan Harga BBM per 1 Juli

28 Juni 2026 - 10:26 WITA

Trending di Warta Internasional