Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor aviasi dan pariwisata, yakni PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney berupaya mendukung target pemerintah dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi domestik. Diketahui, untuk tahun ini Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka 5,4%.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono mengungkapkan bahwa pihaknya akan memaksimalkan sejumlah upaya dalam mendukung perekonomian nasional melalui bisnisnya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ke depan, InJourney diharapkan terus menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kontribusi GDP 4,1% hingga 6%,” ungkap Maya dalam keterangannya di Jakarta, dikutip pada Sabtu (24/1/2026).
Perusahaan pelat merah yang dipimpinnya, lanjut Maya, telah mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis, termasuk transformasi bandara dan peningkatan konektivitas udara.
Sejauh ini transformasi destinasi yang telah dilakukan seperti Candi Borobudur, Taman Mini Indonesia Indah, pembangunan International Medical Tourism di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, serta pengembangan kawasan Mandalika dan Golo Mori.
Maya melanjutkan, InJourney menegaskan perannya dalam menjadikan aviasi dan pariwisata sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian ini menjadi fondasi bagi InJourney untuk menjalankan peran ganda secara seimbang.
Di bawah koordinasi Danantara Indonesia, sejumlah peran yang dilakukan InJourney yakni sebagai pencipta nilai (value creation) dan agen pembangunan (agent of development).
“Kami berharap seluruh upaya InJourney, dengan dukungan penuh para pemangku kepentingan, mampu menciptakan nilai yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” pungkas Maya.
****









