Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri Legislator Ferdinand Djeki Dumais Bantah Terlibat Penipuan, Ancam Tuntut Balik Penyebar Fitnah China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Warta Daerah

IKN antisipasi karhutla berbasis teknologi hadapi El Nino

badge-check


					IKN antisipasi karhutla berbasis teknologi hadapi El Nino Perbesar

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis teknologi melalui pemasangan sensor kebakaran di tujuh kawasan delineasi IKN dalam menghadapi El Nino di musim kemarau tahun ini.

“Selain melakukan mitigasi karhutla berbasis teknologi, kami juga melakukan penguatan infrastruktur pemadaman kebakaran hingga berkolaborasi dengan masyarakat dan lintas pemangku kepentingan,” ujar Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw di Nusantara, Kamis.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pembangunan dan aktivitas masyarakat di Nusantara tetap berjalan aman dan berkelanjutan di tengah potensi cuaca ekstrem berupa musim kemarau tahun ini.

Berdasarkan data paparan BMKG, lanjutnya, El Nino akan berdampak pada musim kemarau yang dapat berlangsung lebih kering dan panjang sehingga perlu diantisipasi karena berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla.

“Paparan BMKG pada April 2026 menyatakan, sifat musim kemarau di IKN tahun 2026 sebagian besar bawah normal yang artinya curah hujan saat musim kemarau diperkirakan lebih sedikit dari rata-rata normal, sehingga kondisi cenderung lebih kering dan potensi kekeringan atau karhutla bisa meningkat,” katanya.

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dengan curah hujan rendah berkisar 0–20 mm. Sementara itu, sepanjang 2026 terdapat beberapa titik panas yang terkonsentrasi di wilayah Sepaku, Samboja, Muara Jawa, dan sekitar Mentawir.

Mengantisipasi kondisi tersebut, OIKN telah menggagas strategi pengendalian karhutla mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan dan deteksi dini, pemadaman, hingga penanganan pascakebakaran.

Pada tahap pencegahan, pihaknya menyiapkan regulasi dan standar operasional prosedur (SOP) penanganan karhutla, meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, memperluas penyampaian informasi melalui kegiatan keagamaan seperti dakwah, serta memperkuat pengawasan di kawasan rawan kebakaran.

Pada tahap kesiapsiagaan dan deteksi dini, OIKN mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui pemasangan sensor kebakaran hutan di tujuh kawasan delineasi IKN yang memiliki potensi karhutla.

“Pemantauan dilakukan secara langsung melalui Command Center OIKN yang terintegrasi dengan sistem panggilan darurat dan panic button, guna mempercepat respons penanganan,” kata Troy.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Legislator Ferdinand Djeki Dumais Bantah Terlibat Penipuan, Ancam Tuntut Balik Penyebar Fitnah

22 Oktober 2026 - 02:04 WITA

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Trending di Warta Daerah