Menu

Mode Gelap
Dharma Pongrekun Minta MK Tinjau Ulang UU Kesehatan demi Kedaulatan Bangsa Kisah Ibu di Cilegon: Andalkan Telur Dadar Campur Air, Kini Bersyukur Program MBG Berjalan Lagi Hinca Pandjaitan: Masukan Aktivis Jadi Bahan Penting Penyempurnaan RUU Polri Kaltim lestarikan alat musik tradisional Sampe Dayak sebagai identitas bangsa Dari Hutan Sulawesi ke Panggung Dunia: Kisah Nilam Indonesia yang Menghidupi Ribuan Petani Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK

Serba Serbi

Hijaukan Desa, Selamatkan Sungai: Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unigal Bangun Ketahanan Pangan Lintas Provinsi

badge-check


					Hijaukan Desa, Selamatkan Sungai: Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unigal Bangun Ketahanan Pangan Lintas Provinsi Perbesar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Jawa Barat, menggelar program bertajuk “Partisipatif Masyarakat Peduli Sungai dan Konservasi Ketahanan Pangan” di Desa Limbangan, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Program ini menjadi langkah awal pengabdian mahasiswa dalam menjawab tantangan pengelolaan sumber daya air sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal yang dibimbing oleh Dr. Ratnawati, M.Pd, dosen program studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unigal.

Menurut Ratnawati, Desa Limbangan yang terdiri atas 15 dusun memiliki kondisi geografis beragam, dari dataran tinggi hingga rendah. Wilayah hilir kerap menghadapi banjir saat musim hujan, sementara sebagian wilayah lain rawan kekeringan saat kemarau.

“Melalui kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Perhutani, DPRD Cilacap, serta unsur Forkopimcam, mahasiswa menginisiasi edukasi lingkungan, diskusi pengelolaan sumber daya air, dan aksi penghijauan di lahan kritis,” ujarnya, Sabtu, 21 Februari 2026.

Pada kegiatan tersebut, sebanyak 211 pohon ditanam, terdiri dari aren, mahoni, alpukat, akasia, dan pace. Penanaman dilakukan di Dusun Ciheuleut dan Cipetir sebagai upaya mencegah erosi, mengurangi risiko longsor, serta meningkatkan resapan air tanah. Selain berdampak ekologis, pohon produktif yang ditanam diharapkan memberi manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga.

Dalam sesi edukasi di Balai Desa Limbangan, Kamis, 12 Februari 2026, narasumber dari BBWS Citanduy menyoroti tiga persoalan utama air: pencemaran, banjir akibat kelebihan debit, dan kekeringan saat pasokan minim. Pengelolaan terpadu dari hulu ke hilir, perlindungan sempadan sungai sesuai regulasi, serta digitalisasi sistem pintu air menjadi solusi yang didorong.

Menariknya, mahasiswa menghadirkan inovasi berbasis sistem informasi dengan pemasangan barcode pada setiap pohon. Melalui pemindaian, masyarakat dapat mengetahui jenis tanaman, tanggal tanam, lokasi, dan penanggung jawab perawatan.

Ratnawati menyampaikan, dengan sistem ini memungkinkan monitoring berkelanjutan sehingga program tidak berhenti pada seremoni semata. “Dukungan masyarakat dan pemerintah setempat menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga keberlanjutan sungai dan memperkuat ketahanan pangan desa,” ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kaltim lestarikan alat musik tradisional Sampe Dayak sebagai identitas bangsa

5 Juni 2026 - 06:01 WITA

Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut

4 Juni 2026 - 04:29 WITA

Nilai ekonomi jamu tembus Rp1,2 triliun, BPOM dorong inovasi herbal

3 Juni 2026 - 06:33 WITA

Timnas Basket U18 Putri Indonesia kalahkan Singapura

3 Juni 2026 - 06:28 WITA

Tekad Eksel Runtukahu Maksimalkan Kesempatan Dipanggil Timnas Indonesia

1 Juni 2026 - 10:54 WITA

Trending di Serba Serbi