Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bila Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali Penemu Celah Keamanan Web NASA Eks Pejabat Dinas PUTR Batu Bara Divonis 6 Tahun di Kasus Korupsi Jalan Rp 43 M Kisah April DA7 yang Menginspirasi, Ketekunan Bawa Dirinya dari Jalanan ke Dunia Hiburan Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat Ledakan Gudang Amunisi Tewaskan 1 Prajurit dan Enam Lainnya Terluka, TNI AD Bentuk Tim Investigasi

Warta Utama

Hari Kebebasan Pers, KPK Akui Jurnalis Punya Peran Penting Lawan Korupsi

badge-check


					Hari Kebebasan Pers, KPK Akui Jurnalis Punya Peran Penting Lawan Korupsi Perbesar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan apresiasi tinggi terhadap peran jurnalis dalam menjaga integritas bangsa. Di tengah tantangan besar memberantas korupsi, kehadiran pers yang independen dianggap sebagai pilar utama dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat Indonesia.

Lembaga antirasuah ini menilai, perjuangan memberantas korupsi tidak akan pernah mudah jika dijalankan sendirian tanpa pengawasan publik. Oleh karena itu, sinergi antara penegak hukum dan insan pers menjadi kunci krusial dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang jauh lebih bersih dan transparan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menekankan, peran media massa jauh melampaui sekadar penyampai informasi rutin kepada khalayak. Pers memiliki kekuatan untuk membentuk pola pikir masyarakat agar tidak lagi memaklumi praktik korupsi yang merugikan negara.

“Bagi KPK, Pers bukan hanya menyampaikan kabar, tetapi juga menghidupkan kesadaran, bahwa korupsi adalah musuh bersama yang harus dilawan, bukan dibiarkan,” kata Budi, Minggu (3/5).

KPK menyadari, fungsi kontrol sosial yang dijalankan oleh wartawan secara otomatis membantu kerja-kerja pemberantasan korupsi. Dengan adanya investigasi dan pemberitaan yang kritis, ruang gerak para koruptor menjadi semakin sempit karena adanya transparansi yang terjaga.

Menurut Budi, ketika media menjalankan fungsinya dengan baik, maka kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara akan semakin menguat.

Hal ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus melangkah menuju perbaikan birokrasi dan akuntabilitas di masa depan.

“Ketika fungsi jurnalistik sebagai kontrol sosial, transparansi akan terus tumbuh, kepercayaan publik menguat, dan langkah menuju tata kelola yang bersih menjadi lebih nyata,” tegasnya.

Pihak KPK juga menyoroti berbagai risiko yang kerap menghantui para jurnalis saat melakukan peliputan, terutama terkait isu sensitif seperti korupsi. Ancaman fisik maupun hukum sering kali menjadi batu sandungan bagi kemerdekaan pers di lapangan.

Menanggapi tantangan tersebut, KPK menyatakan komitmennya untuk terus bersikap terbuka kepada para pemburu berita.

“Profesi Jurnalistik tidak lepas dari risiko dan tantangan. KPK berkomitmen mendukung profesionalitas pers, melalui semangat transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan fungsi pemberantasan korupsi,” jelasnya.

KPK pun mengajak seluruh insan pers untuk tetap berdiri teguh pada nilai-nilai kebenaran. Independensi jurnalis diharapkan tetap terjaga demi kepentingan publik dan masa depan demokrasi Indonesia yang lebih sehat.

“Teruslah menjadi suara publik. Tetap independen, berintegritas, dan berpihak pada kebenaran. Sekali lagi, Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia,” pungkasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali Penemu Celah Keamanan Web NASA

18 Juli 2026 - 13:03 WITA

Menembus Medan Terjal demi Sekolah di Puncak Gunung, Kisah SD Swadaya yang Bertahan 50 Tahun di Pesawaran

15 Juli 2026 - 05:17 WITA

Usai Temuan Emas 74 Kg Serta Uang Rp476 Miliar Dirumahnya, Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU di Tiga Kasus

11 Juli 2026 - 14:26 WITA

Kisah Nyata Hj Siti Srimulati Bangun Jalan 2,5 Kilometer dan Dua Jembatan Pakai Tabungan hingga Jual Emas

10 Juli 2026 - 06:19 WITA

BRIN Sebut Es Abadi di Puncak Jaya Tak Mungkin Lagi Kembali

4 Juli 2026 - 09:32 WITA

Trending di Warta Utama