Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

Florikultura Indonesia Tembus Korea Selatan: Peluang Bisnis UMKM Tanaman Hias yang Makin Terbuka

badge-check


					Florikultura Indonesia Tembus Korea Selatan: Peluang Bisnis UMKM Tanaman Hias yang Makin Terbuka Perbesar

Di Korea Selatan, ada istilah yang kian ramai diperbincangkan: pet-plant. Bukan hewan peliharaan, bukan pula mainan — melainkan tanaman yang diperlakukan layaknya teman hidup. Masyarakat Korea Selatan kini semakin banyak yang merawat tanaman hias bukan sekadar untuk estetika ruangan, tetapi sebagai pendamping emosional di tengah ritme hidup yang padat. Tren ini, dikombinasikan dengan meningkatnya minat home-gardening, membuka pintu yang cukup besar bagi pelaku usaha florikultura Indonesia

Pada April 2026, sebelas petani florikultura yang tergabung dalam Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO) mengikuti ajang International Horticulture Goyang Korea di Goyang Special City Ilsan Lake Park, Korea Selatan. Hasilnya, berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan, produk tanaman hias Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 1,1 juta atau setara Rp17,05 miliar hanya dalam tiga hari pameran.

Angka itu bukan nilai realisasi — melainkan potensi dari business matching dan minat beli yang terjaring di pameran. Namun konteksnya penting: ini terjadi di tengah musim semi Korea Selatan, saat masyarakat setempat paling antusias terhadap tanaman dan berkebun. Sementara itu, data perdagangan bilateral mencatat bahwa pada 2025, impor Korea Selatan dari Indonesia untuk produk hortikultura — termasuk bunga potong dan tanaman hias — telah mencapai USD 1,1 juta, naik seiring meningkatnya permintaan pet-plant di negara tersebut.

Ada satu keunggulan struktural yang dimiliki Indonesia dan sulit ditiru negara empat musim manapun: keanekaragaman hayati tropis. Tanaman endemik seperti keladi atau telinga gajah (Alocasia sp.), sri rejeki (Aglaonema sp.), hingga Labisa sp. adalah varietas eksotis yang nyaris tak bisa diproduksi secara massal di negara beriklim dingin.

Di pameran Goyang, produk yang menarik perhatian pembeli Korea Selatan antara lain bunga sedap malam (Polianthes tuberosa), krisan atau seruni (Chrysanthemum sp.), mawar (Rosa sp.), hingga tanaman hasil teknik kultur jaringan (tissue culture). Ini bukan komoditas asing bagi petani Indonesia — bahkan krisan dan mawar sudah lama dibudidayakan di Jawa Timur dan Jawa Barat.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi