Menu

Mode Gelap
Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

Warta Daerah

Festival Budaya Isen Mulang: Ketika Semangat Dayak Menjadi Perayaan yang Hidup

badge-check


					Festival Budaya Isen Mulang: Ketika Semangat Dayak Menjadi Perayaan yang Hidup Perbesar

Palangkaraya, infokatulistiwanews.com – Setiap tahun, ketika semangat kebersamaan dan kebanggaan budaya mencapai puncaknya, kota Palangka Raya berubah menjadi panggung besar yang penuh warna, suara, dan energi, inilah saat di mana Festival Budaya Isen Mulang digelar.

Sebuah perayaan budaya terbesar di Kalimantan Tengah yang tidak hanya memikat mata, tetapi juga menyentuh jiwa.

Nama Isen Mulang sendiri memiliki makna yang kuat: pantang mundur. Sebuah filosofi hidup masyarakat Dayak yang mencerminkan keberanian, keteguhan, dan semangat untuk terus maju menghadapi tantangan.

Selama festival berlangsung, Palangka Raya tidak lagi sekadar ibu kota provinsi, ia menjelma menjadi pusat perayaan budaya Dayak yang meriah.

Jalanan dipenuhi oleh peserta parade dengan pakaian adat berwarna-warni, lengkap dengan ornamen khas seperti bulu burung enggang, manik-manik, dan ukiran etnik yang memikat.

Suara musik tradisional menggema di udara. Tabuhan gendang, lantunan karungut (seni tutur khas Dayak), hingga sorak sorai penonton menciptakan atmosfer yang hidup dan penuh semangat.

Bagi wisatawan, momen ini adalah kesempatan langka untuk menyaksikan kekayaan budaya Dayak dalam satu waktu dan satu tempat.

Festival Isen Mulang menghadirkan berbagai perlombaan dan pertunjukan budaya yang unik dan menarik, di antaranya:

Tari Tradisional Dayak yang penuh energi dan makna simbolik Lomba Karungut, seni sastra lisan yang sarat pesan moral
Balap Perahu Tradisional di Sungai Kahayan Lomba Olahraga Tradisional seperti menyumpit Pameran Kerajinan dan Kuliner Khas Dayak.

Setiap atraksi bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Festival Budaya Isen Mulang bukan hanya acara tahunan, tetapi juga wujud identitas masyarakat Kalimantan Tengah. Ia menjadi ruang bagi berbagai suku Dayak untuk menampilkan kekayaan tradisi mereka, sekaligus mempererat persatuan dalam keberagaman.

Dalam perspektif budaya, festival ini berperan penting sebagai media transmisi nilai, mengajarkan generasi muda tentang pentingnya menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi.

Sementara itu, dari sisi pariwisata, Isen Mulang menjadi daya tarik utama yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Festival ini memperkuat posisi Palangka Raya sebagai destinasi wisata budaya yang autentik dan unik.

Bagi siapa pun yang pernah menghadiri Festival Isen Mulang, pengalaman tersebut akan selalu membekas. Melihat langsung semangat para peserta, mendengar musik tradisional yang menggema, serta merasakan atmosfer kebersamaan yang begitu kuat adalah sesuatu yang sulit dilupakan.

Di sinilah Anda akan melihat wajah asli Kalimantan Tengah, sebuah wilayah yang tidak hanya kaya akan alam, tetapi juga budaya yang hidup dan terus berkembang.

Dan ketika festival berakhir, yang tertinggal bukan hanya kenangan indah, tetapi juga rasa kagum terhadap kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa. Karena Isen Mulang bukan sekadar festival, ia adalah pernyataan jati diri.

Red~ IKN

Source: Palangkaraya.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

3 September 2026 - 05:21 WITA

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Trending di Warta Daerah