Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Nusantara

Ekspor Ikan RI Tembus Rp100 Triliun, Udang-Kepiting Jadi Buruan Dunia

badge-check


					Ekspor Ikan RI Tembus Rp100 Triliun, Udang-Kepiting Jadi Buruan Dunia Perbesar

Sektor kelautan dan perikanan Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat peningkatan nilai ekspor yang signifikan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura  menyatakan bahwa nilai ekspor perikanan kita mencapai US$6,2 miliar (atau setara Rp106,5 triliun dengan asumsi kurs Rp17.190/US$) dengan pertumbuhan sekitar 5,2% secara tahunan.

“Kita menunjukkan neraca perdagangan yang surplus, artinya produk kita mampu bersaing di pasar global.” tutur Andry, dalam acara Food Summit 2026, Senin (27/4/2026).

Negara Tujuan Ekspor

Struktur pasar ekspor kelautan dan perikanan Indonesia pada 2025 masih didominasi oleh negara-negara dengan daya beli tinggi dan permintaan seafood yang kuat.

Amerika Serikat menjadi tujuan utama dengan nilai US$1,99 miliar, diikuti China sebesar US$1,22 miliar dan kawasan ASEAN sekitar US$1,00 miliar.

Komposisi ini menunjukkan bahwa ekspor Indonesia masih bertumpu pada pasar besar global, terutama untuk komoditas bernilai tinggi.

Dari sisi komoditas, ekspor kelautan dan perikanan Indonesia masih sangat ditopang oleh produk bernilai tinggi dengan dominasi kuat pada komoditas udang.

Pada 2025, udang menjadi kontributor terbesar dengan nilai sekitar US$1,87 miliar, menegaskan posisinya sebagai tulang punggung devisa sektor ini. Diikuti komoditas tuna dan cakalang yang mencatatkan sekitar US$1,04 miliar, didorong permintaan global untuk produk protein laut berkualitas tinggi.

Sementara itu, kelompok cumi, gurita, sotong berkontribusi sekitar US$0,89 miliar, diikuti rajungan dan kepiting sebesar US$0,51 miliar, dan rumput laut sekitar US$0,32 miliar.

Komposisi ini menunjukkan bahwa ekspor Indonesia tidak hanya bertumpu pada perikanan tangkap, tetapi juga mulai bergeser ke komoditas budidaya dan bahan baku industri, meskipun tantangan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah masih menjadi pekerjaan rumah untuk mendorong ekspor yang lebih berkualitas.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

19 Oktober 2026 - 03:01 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Fokus Efisiensi dan Percepat Energi Surya 100 GW

16 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Pemerintah Intensifkan Penanganan Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Dioptimalkan

14 Oktober 2026 - 07:21 WITA

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

12 Oktober 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Sambut Presiden Mesir El-Sisi dengan Upacara Kenegaraan di Istana Merdeka

11 Oktober 2026 - 07:29 WITA

Trending di Warta Nusantara