Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Nusantara

Ekspor Ikan RI Tembus Rp100 Triliun, Udang-Kepiting Jadi Buruan Dunia

badge-check


					Ekspor Ikan RI Tembus Rp100 Triliun, Udang-Kepiting Jadi Buruan Dunia Perbesar

Sektor kelautan dan perikanan Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat peningkatan nilai ekspor yang signifikan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura  menyatakan bahwa nilai ekspor perikanan kita mencapai US$6,2 miliar (atau setara Rp106,5 triliun dengan asumsi kurs Rp17.190/US$) dengan pertumbuhan sekitar 5,2% secara tahunan.

“Kita menunjukkan neraca perdagangan yang surplus, artinya produk kita mampu bersaing di pasar global.” tutur Andry, dalam acara Food Summit 2026, Senin (27/4/2026).

Negara Tujuan Ekspor

Struktur pasar ekspor kelautan dan perikanan Indonesia pada 2025 masih didominasi oleh negara-negara dengan daya beli tinggi dan permintaan seafood yang kuat.

Amerika Serikat menjadi tujuan utama dengan nilai US$1,99 miliar, diikuti China sebesar US$1,22 miliar dan kawasan ASEAN sekitar US$1,00 miliar.

Komposisi ini menunjukkan bahwa ekspor Indonesia masih bertumpu pada pasar besar global, terutama untuk komoditas bernilai tinggi.

Dari sisi komoditas, ekspor kelautan dan perikanan Indonesia masih sangat ditopang oleh produk bernilai tinggi dengan dominasi kuat pada komoditas udang.

Pada 2025, udang menjadi kontributor terbesar dengan nilai sekitar US$1,87 miliar, menegaskan posisinya sebagai tulang punggung devisa sektor ini. Diikuti komoditas tuna dan cakalang yang mencatatkan sekitar US$1,04 miliar, didorong permintaan global untuk produk protein laut berkualitas tinggi.

Sementara itu, kelompok cumi, gurita, sotong berkontribusi sekitar US$0,89 miliar, diikuti rajungan dan kepiting sebesar US$0,51 miliar, dan rumput laut sekitar US$0,32 miliar.

Komposisi ini menunjukkan bahwa ekspor Indonesia tidak hanya bertumpu pada perikanan tangkap, tetapi juga mulai bergeser ke komoditas budidaya dan bahan baku industri, meskipun tantangan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah masih menjadi pekerjaan rumah untuk mendorong ekspor yang lebih berkualitas.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara