Menu ✖

Mode Gelap
KPK Kembali Panggil Satu Tersangka Korupsi Proyek Jalan BBPJN Sumut Menteri PPPA: Setiap Anak Berhak Dapat Pengasuhan yang Aman Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026 Ingin Masuk Malaysia Secara Ilegal Melalui Batam, Belasan WN Vietnam Diamankan TNI AL Paus Leo serukan perdamaian di Yaman, doakan korban serangan Yordania Mimika Kirim 4 Atlet Junior ke Kejurnas Catur di Banten

Warta Daerah

Disinyalir Ada Penyalahgunaan Anggaran, Dirut RS Jaraga Sasameh Lempar Tanggung Jawab

badge-check


					Disinyalir Ada Penyalahgunaan Anggaran, Dirut RS Jaraga Sasameh Lempar Tanggung Jawab Perbesar

Buntok, infokatulistiwanews.com – Pembangunan sarana dan prasarana kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan fasilitas fisik dan infrastruktur pendukung di layanan kesehatan, seperti pembangunan puskesmas baru, rehabilitasi gedung, penyediaan alat kesehatan, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti ambulans dan generator set.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan agar masyarakat memiliki derajat kesehatan yang lebih tinggi dan merata.

Jenis-jenis pembangunan sarana dan prasarana kesehatan diantaranya:

Pembangunan dan rehabilitasi fasilitas

Pembangunan fisik puskesmas baru, rumah sakit (termasuk rujukan), dan puskesmas pembantu.

Renovasi atau rehabilitasi fasilitas yang sudah ada untuk meningkatkan kualitasnya.

Pembangunan rumah dinas untuk tenaga kesehatan agar lebih mudah ditempatkan di daerah terpencil.

Penyediaan alat kesehatan (alkes)

Penyediaan alkes yang belum ada sesuai dengan standar yang telah ditetapkan di fasilitas kesehatan.

Penyediaan alat-alat penting seperti ruang operasi, ICU, NICU, laboratorium, dan peralatan radiologi canggih di rumah sakit yang naik kelas.

Penyediaan prasarana pendukung

Penyediaan generator set (genset) untuk memastikan pasokan listrik tidak terganggu.

Penyediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk pengelolaan limbah medis.

Penyediaan sarana air bersih.

Penyediaan kendaraan penunjang seperti puskesmas keliling (pusling) roda empat dan dua, pusling air, dan ambulans untuk mobilitas pelayanan.

Fasilitas tambahan

Penyediaan area parkir yang memadai dan jalur sirkulasi kendaraan yang baik di rumah sakit.

Penyediaan fasilitasi untuk layanan spesifik seperti hemodialisa dan layanan kesehatan jiwa.

Tujuan utama pembangunan

Meningkatkan akses layanan kesehatan serta memastikan masyarakat di daerah terpencil memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan berkualitas, tanpa harus dirujuk ke kota besar.

Meningkatkan kualitas pelayanan

Menyediakan fasilitas dan peralatan yang memadai untuk mendukung kinerja petugas kesehatan agar dapat memberikan pelayanan yang optimal.

Mewujudkan masyarakat sehat

Mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan, yaitu masyarakat yang sehat, komunitas dengan gaya hidup sehat, dan layanan kesehatan yang baik, adil, dan terjangkau.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan telah mengalokasikan anggaran untuk proyek di Rumah Sakit Umum Daerah, Jaraga Sasameh.

Yakni diantaranya Tahun Anggaran 2025:

BELANJA BARANG DAN JASA BLUD – Belanja Obat Rp.4.190.000.000

BELANJA BARANG DAN JASA BLUD – Belanja Modal Alat Kesehatan Rp.2.140.316.385

BELANJA BARANG DAN JASA BLUD – Belanja Modal Konstruksi/Gedung/Bangunan Rumah Sakit Rp.730.000.000

Bangunan Parkir – Kanopi Parkiran Manajemen RSUD Jaraga Sasameh Rp.150.000.000

Peningkatan Halaman Parkir RSUD Jaraga Sasameh Rp.500.000.000

Belanja Modal Bangunan Kesehatan – Pembangunan Ruang Cytotoxic Rp.1.400.000.000

Disinyalir dalam penggunaan anggaran pembangunan proyek-proyek tersebut, terdapat pelaksanaan pekerjaan fisik tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak, penggelembungan harga (Mark up) dan kekurangan volume.

Berdasarkan data yang berhasil kami dihimpun, pada tahun anggaran 2022 – 2023 ditemukan pula sejumlah paket pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi maupun kekurangan volume.

Rabu 3 Desember 2025, infokatulistiwanews.com telah berupaya melakukan konfirmasi ke Kepala Rumah Sakit Jaraga Sasameh Buntok, Kabupaten Barito Selatan, dr. Dadang Baskoro Nugroho, Sp.PD, FINASIM, namun dalam pernyataannya menyebutkan bahwa pihaknya tidak bertanggungjawab terkait hal tersebut.

“Masalah ini tanyakan ke instansi teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, saya hanya selaku Pengguna Anggaran,” ujar Direktur Utama, dr. Dadang.

Modus Korupsi Pada Pengerjaan Proyek Pemerintah

Korupsi yang paling umum diantaranya, penggelapan anggaran, mark up atau penggelembungan harga, penyunatan dana, suap, pengerjaan yang tidak sesuai RAB/Spesifikasi teknis ataupun adanya proyek fiktif.

Kasus-kasus seperti ini sudah seringkali terjadi diberbagai tingkat pemerintahan, mulai dari kabupaten, kota, provinsi, hingga nasional.

Komitmen Presiden Prabowo dalam Pemberantasan Korupsi

Menyikapi konteks ini, pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka bertekad untuk membasmi para koruptor.

Penekanan tersebut tertuang dalam program Asta Cita, yakni pencegahan dan penindakan sebagai dukungan kuat guna memberantas korupsi di negeri ini.

Peran Media Massa dan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Hingga Pengungkapan Kasus Korupsi

Pemberitaan tentang dugaan korupsi seakan tak pernah berhenti mewarnai berbagai media massa, dan justru para terduga pelaku tindak pidana korupsi ini sebagian besar adalah para oknum pegawai atau pejabat pemerintahan yang diberikan amanah oleh negara untuk mengelola uang rakyat.

Masyarakat pun bertanya, jika menempati posisi strategis, tentulah sudah mendapatkan gaji, insentif yang mumpuni. Lantas, kenapa masih saja ada oknum yang korupsi? Fenomena tersebut seyogyanya menjadi tantangan setiap lembaga pemerintahan mulai dari pusat hingga ke pelosok daerah.

Meskipun seseorang memiliki nilai integritas yang tinggi tetapi jika budaya di lembaganya tidak mendukung untuk mencegah korupsi (Antikorupsi), pakta integritas yang merupakan pendorong faktor internal dapat dikatakan bukan solusi utama dalam pencegahan perilaku korupsi.

Keberadaan korupsi yang dilakukan oleh para oknum abdi negara bukan hanya mencoreng nama baik pemerintah tetapi juga menghantui setiap aspek kehidupan, termasuk keberagamaan.

Mereka yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat justru berbalik mengkhianati kepercayaan yang diberikan oleh rakyat. Jika uang puluhan miliar bahkan triliun rupiah untuk pembangunan sarana dan prasana dikorupsi, dalam hal ini tentu saja rakyat yang paling merasakan dampaknya.

Itulah sebabnya negara dengan angka korupsi yang besar, sulit untuk maju dan mengentaskan kemiskinan. Pemberantasan korupsi akan dapat terwujud, apabila lembaga penegak hukum serta komponen seluruh bangsa ini bersatu memeranginya.

Dengan terus mengawasi pengelolaan keuangan negara serta menyampaikan informasi, yang faktual, media massa dan masyarakat dapat membantu menciptakan transparansi dan akuntabilitas.

APH Dapat Menindaklanjuti Dugaan Korupsi yang Dilaporkan Melalui Media Massa

Media dan jurnalisme investigatif, memainkan peran penting mengungkap dugaan korupsi. Pelaporan media merupakan sumber deteksi penting, meski belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam Tipikor.

Pemberitaan di media massa bisa menjadi salah satu sumber informasi guna membantu APH dalam melakukan penyelidikan secara transparan demi tercapainya penegakan hukum yang berkeadilan.

Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa, media massa bukan sekadar penyaji informasi, tetapi juga memiliki fungsi strategis sebagai pengontrol sosial dan mitra kritis pemerintah. Kajagung menggarisbawahi pentingnya pemberitaan yang akurat dan konstruktif, khususnya di era keterbukaan informasi saat ini.

Red- IKN

Pewarta: M. Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mimika Kirim 4 Atlet Junior ke Kejurnas Catur di Banten

26 Oktober 2026 - 05:51 WITA

Budidaya Anggur Impor Buka Peluang Ekonomi Desa Pejarakan

24 Oktober 2026 - 04:30 WITA

Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar

22 Oktober 2026 - 13:07 WITA

Legislator Ferdinand Djeki Dumais Bantah Terlibat Penipuan, Ancam Tuntut Balik Penyebar Fitnah

22 Oktober 2026 - 02:04 WITA

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Trending di Warta Daerah