Menu ✖

Mode Gelap
Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia Taiwan Lumpuh Diterjang Topan Champi, Ribuan Warga Dievakuasi Kejati Kalsel Tahan Kepala BKSDA Kalsel Korupsi Rp5,62 miliar Kutuk Keras Peredaran Narkoba di NTB, DPD RI Ajak Semua Pihak Perkuat Perlawanan Pameran Nandur Srawung 2026 Hadirkan Kelas Penulisan Kritik Seni Rupa Plt. Dirjen Badilag Arahkan Aparatur Pengadilan Melayani dengan Empati

Warta Daerah

Bupati Lebak Sindir Wakilnya Mantan Napi, Amir Hamzah: Saya Terhina

badge-check


					Bupati Lebak Sindir Wakilnya Mantan Napi, Amir Hamzah: Saya Terhina Perbesar

Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya diduga menghina Wakilnya, Amir Hamzah di hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran 2026. Peristiwa itu terjadi di Pendopo Kabupaten Lebak, saat dua pemimpin di ‘Kota Multatuli’ ini menggelar Halalbihalal dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Peristiwa ini berawal saat Hasbi dalam pidatonya menyebut Amir Hamzah kerap memanggil pejabat untuk menemuinya. Menurut Hasbi, hal itu melanggar Undang-undang (UU) ASN, terutama di Pasal 66.

Kemudian Hasbi menyebut Amir Hamzah beruntung bisa menjabat sebagai Wakil Bupati Lebak. Mengingat, Amir merupakan mantan narapidana.

Amir Hamzah sendiri pernah berurusan dengan KPK dalam kasus suap sengketa Pilkada Kabupaten Lebak tahun 2013 bersama Tb Chaeri Wardhana alias TCW dan Akil Mochtar, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Akibatnya, dia dijatuhi vonis penjara 3 tahun 5 bulan oleh majelis hakim, berdasarkan putusan yang dibacakan pada Senin, 21 Desember 2015.

“Jangan salah, itu memang intonasi saya seperti itu. Kalau enggak penghargaan. Mantan warga binaan yang menjadi wakil bupati berprestasi, artinya itu sebuah prestasi,” ujar Hasbi Jayabaya, Senin (30/03/2026).

Sebagai Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah menyayangkan sikap yang dilakukan Hasbi. Menurutnya, apa yang terjadi merupakan sebagai bentuk penghinaan ke dirinya.

Ucapan Hasbi dinilai tidak layak sebagai Bupati, karena menyinggung sisi pribadi dan dilakukan dihadapan banyak orang.

“Misal di dalam pidatonya Pak Bupati nyebut ke saya, Si Amir ke dinas, nyebut elu, tapi saya anggap itu ketidaksopanan yang masih dianggap wajar. Tapi ketika dia nyebut Si Amir mantan narapidana masih untung jadi wakil Bupati, itu kan penghinaan pribadi,” kata Amir Hamzah kepada wartawan di kediamannya, Senin (30/3/2026).

Amir bercerita bahwa Hasbi sudah berulang kali melakukan hal serupa, namun dia masih bisa bersabar menghadapi Bupati yang usianya lebih muda dibanding dirinya.

Saat acara Halalbihalal tersebut, Amir Hamzah berusaha mengingatkan Hasbi. Namun langkahnya dihentikan oleh para pegawai dan keluarganya yang hadir.

Tidak terima dia dihina, Amir memilih pergi dari kantor dan pulang ke rumah bersama keluarganya.

“Jujur saya terhina karena di khalayak umum dia bicara pribadi dan enggak ada kaitan dengan pekerjaan. Ini sudah kedua kalinya, dan ke beberapa dinas udah cukup sering ngomong bahasa yang tidak layak disampaikan saat rapat,” jelasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar

22 Oktober 2026 - 13:07 WITA

Legislator Ferdinand Djeki Dumais Bantah Terlibat Penipuan, Ancam Tuntut Balik Penyebar Fitnah

22 Oktober 2026 - 02:04 WITA

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Trending di Warta Daerah