Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa Rossa Sebut Nama Baiknya Dijadikan Ajang Cari Cuan Clickbait Lewat Link Afiliasi Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400 Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

Serba Serbi

BMKG Petakan 8 Provinsi Berstatus Waspada Hujan Lebat dan Petir Hari Ini

badge-check


					BMKG Petakan 8 Provinsi Berstatus Waspada Hujan Lebat dan Petir Hari Ini Perbesar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di delapan provinsi Indonesia pada hari ini, Selasa (3/2/2026).

Prakirawan BMKG Miftah Ali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi atmosfer tersebut.

Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Berdasarkan data prakiraan cuaca, terdapat delapan wilayah yang masuk dalam kategori level peringatan untuk hujan lebat hingga sangat lebat:

Jawa Barat

Jawa Tengah

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Jawa Timur

Sulawesi Selatan

Nusa Tenggara Timur (NTT)

Papua

Papua Pegunungan

Potensi Hujan Petir dan Hujan Sedang di Kota Besar

Selain wilayah di atas, BMKG juga merilis daftar kota besar yang akan mengalami hujan dengan intensitas beragam. Berikut rinciannya:

Hujan Petir dan Sedang

Banjarmasin dan Kendari: Berpotensi mengalami hujan yang disertai kilat atau petir.

Semarang, Tanjung Selor, dan Merauke: Berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang.

Hujan Ringan

Masyarakat di wilayah Medan, Padang, Pangkalpinang, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Mamuju, Manokwari, Jayapura, Ambon, Nabire, dan Jayawijaya perlu mengantisipasi turunnya hujan dengan intensitas ringan.

Miftah menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini memicu pertumbuhan awan hujan. BMKG memantau sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Banten, Samudra Hindia barat Sumatera Utara, Samudra Pasifik utara Pulau Biak, dan daratan Australia bagian utara.

“Sirkulasi siklonik tersebut menginduksi terbentuknya konvergensi dan konfluensi di perairan barat Sumatera Utara, Samudra Hindia barat daya Banten, perairan utara Pulau Biak, Laut Arafuru, Laut Timur, serta sekitar sirkulasi siklonik tersebut,” ujar Miftah dalam keterangannya, dikutip dari laman resmi BMKG.

Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan massa udara atau daerah konvergensi yang memanjang dari pesisir Sumatera Barat hingga Kalimantan dan Papua. Fenomena ini yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di sepanjang jalur tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya

18 April 2026 - 06:58 WITA

Menyusuri Istana, Menyulam Mimpi: Pengalaman Tak Terlupakan Pelajar SMP Negeri 39 Jakarta

17 April 2026 - 05:18 WITA

Ismanto: Tinggalkan Profesi Satpam, Kini Sukses Budidaya Mamey Sapote Beromzet Puluhan Juta

16 April 2026 - 05:34 WITA

Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun untuk Titiek Soeharto di Tengah Kunker Luar Negeri

15 April 2026 - 06:00 WITA

Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi

12 April 2026 - 03:38 WITA

Trending di Serba Serbi