Menu ✖

Mode Gelap
Korupsi Tunjangan Rp 18,79 M, Wabup Indramayu Syaefudin Ditahan Kejati Jabar Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028 Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan Capaian Strategis: Kita Berada di Jalur yang Benar Pangdam XIII/Merdeka Tegaskan Kawal Program Nasional Budidaya Anggur Impor Buka Peluang Ekonomi Desa Pejarakan Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

Serba Serbi

BMKG Petakan 8 Provinsi Berstatus Waspada Hujan Lebat dan Petir Hari Ini

badge-check


					BMKG Petakan 8 Provinsi Berstatus Waspada Hujan Lebat dan Petir Hari Ini Perbesar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di delapan provinsi Indonesia pada hari ini, Selasa (3/2/2026).

Prakirawan BMKG Miftah Ali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi atmosfer tersebut.

Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Berdasarkan data prakiraan cuaca, terdapat delapan wilayah yang masuk dalam kategori level peringatan untuk hujan lebat hingga sangat lebat:

Jawa Barat

Jawa Tengah

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Jawa Timur

Sulawesi Selatan

Nusa Tenggara Timur (NTT)

Papua

Papua Pegunungan

Potensi Hujan Petir dan Hujan Sedang di Kota Besar

Selain wilayah di atas, BMKG juga merilis daftar kota besar yang akan mengalami hujan dengan intensitas beragam. Berikut rinciannya:

Hujan Petir dan Sedang

Banjarmasin dan Kendari: Berpotensi mengalami hujan yang disertai kilat atau petir.

Semarang, Tanjung Selor, dan Merauke: Berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang.

Hujan Ringan

Masyarakat di wilayah Medan, Padang, Pangkalpinang, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Mamuju, Manokwari, Jayapura, Ambon, Nabire, dan Jayawijaya perlu mengantisipasi turunnya hujan dengan intensitas ringan.

Miftah menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini memicu pertumbuhan awan hujan. BMKG memantau sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Banten, Samudra Hindia barat Sumatera Utara, Samudra Pasifik utara Pulau Biak, dan daratan Australia bagian utara.

“Sirkulasi siklonik tersebut menginduksi terbentuknya konvergensi dan konfluensi di perairan barat Sumatera Utara, Samudra Hindia barat daya Banten, perairan utara Pulau Biak, Laut Arafuru, Laut Timur, serta sekitar sirkulasi siklonik tersebut,” ujar Miftah dalam keterangannya, dikutip dari laman resmi BMKG.

Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan massa udara atau daerah konvergensi yang memanjang dari pesisir Sumatera Barat hingga Kalimantan dan Papua. Fenomena ini yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di sepanjang jalur tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

24 Oktober 2026 - 09:56 WITA

BMKG: Keindahan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026

23 Oktober 2026 - 04:17 WITA

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Trending di Serba Serbi