Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di delapan provinsi Indonesia pada hari ini, Selasa (3/2/2026).
Prakirawan BMKG Miftah Ali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi atmosfer tersebut.

Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
Berdasarkan data prakiraan cuaca, terdapat delapan wilayah yang masuk dalam kategori level peringatan untuk hujan lebat hingga sangat lebat:
Jawa Barat
Jawa Tengah
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Jawa Timur
Sulawesi Selatan
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Papua
Papua Pegunungan
Potensi Hujan Petir dan Hujan Sedang di Kota Besar
Selain wilayah di atas, BMKG juga merilis daftar kota besar yang akan mengalami hujan dengan intensitas beragam. Berikut rinciannya:
Hujan Petir dan Sedang
Banjarmasin dan Kendari: Berpotensi mengalami hujan yang disertai kilat atau petir.
Semarang, Tanjung Selor, dan Merauke: Berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Hujan Ringan
Masyarakat di wilayah Medan, Padang, Pangkalpinang, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Mamuju, Manokwari, Jayapura, Ambon, Nabire, dan Jayawijaya perlu mengantisipasi turunnya hujan dengan intensitas ringan.
Miftah menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini memicu pertumbuhan awan hujan. BMKG memantau sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Banten, Samudra Hindia barat Sumatera Utara, Samudra Pasifik utara Pulau Biak, dan daratan Australia bagian utara.
“Sirkulasi siklonik tersebut menginduksi terbentuknya konvergensi dan konfluensi di perairan barat Sumatera Utara, Samudra Hindia barat daya Banten, perairan utara Pulau Biak, Laut Arafuru, Laut Timur, serta sekitar sirkulasi siklonik tersebut,” ujar Miftah dalam keterangannya, dikutip dari laman resmi BMKG.
Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan massa udara atau daerah konvergensi yang memanjang dari pesisir Sumatera Barat hingga Kalimantan dan Papua. Fenomena ini yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di sepanjang jalur tersebut.









