Menu ✖

Mode Gelap
Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Warta Daerah

Banjir Rendam 16 Desa di Grobogan Jateng, 3.176 Keluarga Terdampak

badge-check


					Banjir Rendam 16 Desa di Grobogan Jateng, 3.176 Keluarga Terdampak Perbesar

Banjir melanda 16 desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat banjir yang melanda daerah itu mengakibatkan 3.176 keluarga terdampak serta 11 rumah mengalami kerusakan ringan.

“Banjir yang terjadi di 16 desa pada Kamis (2/4) malam tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Kedungjati, Tanggungharjo, Gubug, Tegowanu, dan Purwodadi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan Wahyu Tri Darmawanto di Grobogan dilansir kantor berita Antara, Sabtu (4/4/2026).

Ia mengungkapkan, banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang disertai kiriman air dari Sungai Tuntang dan Sungai Serang. Kondisi tersebut, menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga di beberapa wilayah.

Ia menjelaskan, wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar berada di Kecamatan Kedungjati dengan total 2.102 KK (kepala keluarga). Banjir di wilayah ini menggenangi sembilan desa, yakni Desa Wates, Kalimaro, Jumo, Padas, Deras, Klitikan, Ngombak, Kedungjati, dan Kentengsari. Ketinggian air di sejumlah lokasi dilaporkan berkisar antara 10 hingga 50 centimeter (cm).

“Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan 11 rumah mengalami kerusakan ringan, terutama di Desa Ngombak dan Desa Kedungjati,” ujarnya.

Di Kecamatan Gubug, banjir merendam dua desa, yakni Penadaran dan Ringinharjo, dengan total 814 keluarga terdampak. Air setinggi 20 hingga 60 cm sempat menggenangi permukiman warga di sejumlah dusun.

Sementara itu, di Kecamatan Tegowanu, banjir merendam sekitar 200 rumah di Desa Sukorejo dan Tanggirejo. Genangan air juga sempat mengganggu aktivitas belajar di SD Negeri 2 Sukorejo yang turut terdampak banjir.

Di Kecamatan Tanggungharjo, luapan Sungai Kliteh menyebabkan banjir di Desa Sugihmanik yang berdampak pada 60 keluarga. Selain itu, genangan air juga sempat menghambat arus lalu lintas di ruas jalan Gubug-Kedungjati di wilayah Desa Mrisi.

Sedangkan di Kecamatan Purwodadi, genangan air terjadi di ruas jalan Danyang-Pengkol di Desa Candisari sepanjang sekitar 100 meter dengan ketinggian air sekitar 20-25 cm.

“Sebagian besar genangan air telah surut sehingga warga mulai kembali beraktivitas. Namun masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih dapat terjadi,” ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar

22 Oktober 2026 - 13:07 WITA

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Trending di Warta Daerah