Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Utama

Banjir Bandang Landa NTT, 3 Orang Tewas dan 4 Warga Hilang

badge-check


					Banjir Bandang Landa NTT, 3 Orang Tewas dan 4 Warga Hilang Perbesar

Banjir bandang melanda Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/9/2025).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere selaku Sar Mission Coordinator (SMC) Fathur Rahman menuturkan, banjir bandang menyebabkan empat hilang dan tiga orang meninggal dunia. “Korban hilang masih dalam pencarian,” ujar Fathur, Selasa (9/9/2025).

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tiga orang meninggal dunia, dua orang luka-luka, dan empat lainnya hilang dalam pencarian akibat banjir bandang di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa ketiga korban meninggal merupakan satu keluarga yang terjebak banjir di sebuah pondok di tepi Sungai Malasawu.

“Setelah dievakuasi, para korban dibawa ke puskesmas terdekat dan diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.

Menurut Abdul, kondisi cuaca yang tidak menentu sedikit menghambat kerja tim gabungan dari personel BPBD Nagekeo, Basarnas, TNI, Polri, relawan dan warga yang sejak Senin (8/9) masih melakukan upaya pencarian terhadap empat orang yang hilang.

Sebagaimana prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di Nagekeo hingga Kamis (11/9).

Pusdalops BNPB mengkonfirmasi selain korban jiwa, banjir bandang menyebabkan kerusakan material berupa satu rumah hanyut, dua kantor pemerintahan terdampak, tiga ruas jalan tertutup longsor, dua jembatan rusak, serta lahan sawah, perkebunan, dan ternak yang ikut terendam.

BNPB mengimbau masyarakat di Mauponggo untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu mengikuti arahan pemerintah daerah demi meminimalisir risiko dari potensi bencana susulan.

“Selanjutnya mitigasi bencana mulai dari penguatan vegetasi hulu, pengelolaan aliran air, sistem peringatan dini hingga penataan ruang harus menjadi perhatian bersama,” kata Abdul.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan

19 Oktober 2026 - 02:57 WITA

Muhammad Saidil, Bocah 9 Tahun Kayuh Sepeda 12 Km Demi Bawa Ayah Berobat ke RSUD Sigli

16 Oktober 2026 - 02:50 WITA

Cerita ABK KM Maulana Dianiaya, Dipukul hingga Disiram Air Panas

11 Oktober 2026 - 04:57 WITA

Presiden Prabowo: Pemerintah Tidak Menyerah dalam Membela Kebenaran, Keadilan dan Kepentingan Rakyat

7 Oktober 2026 - 03:23 WITA

SD Negeri Purwosari Sleman Sulap 600 Galon Bekas Jadi Kebun Sayur

2 Oktober 2026 - 07:16 WITA

Trending di Warta Utama