Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Utama

Banjir Bandang Landa NTT, 3 Orang Tewas dan 4 Warga Hilang

badge-check


					Banjir Bandang Landa NTT, 3 Orang Tewas dan 4 Warga Hilang Perbesar

Banjir bandang melanda Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/9/2025).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere selaku Sar Mission Coordinator (SMC) Fathur Rahman menuturkan, banjir bandang menyebabkan empat hilang dan tiga orang meninggal dunia. “Korban hilang masih dalam pencarian,” ujar Fathur, Selasa (9/9/2025).

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tiga orang meninggal dunia, dua orang luka-luka, dan empat lainnya hilang dalam pencarian akibat banjir bandang di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa ketiga korban meninggal merupakan satu keluarga yang terjebak banjir di sebuah pondok di tepi Sungai Malasawu.

“Setelah dievakuasi, para korban dibawa ke puskesmas terdekat dan diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.

Menurut Abdul, kondisi cuaca yang tidak menentu sedikit menghambat kerja tim gabungan dari personel BPBD Nagekeo, Basarnas, TNI, Polri, relawan dan warga yang sejak Senin (8/9) masih melakukan upaya pencarian terhadap empat orang yang hilang.

Sebagaimana prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di Nagekeo hingga Kamis (11/9).

Pusdalops BNPB mengkonfirmasi selain korban jiwa, banjir bandang menyebabkan kerusakan material berupa satu rumah hanyut, dua kantor pemerintahan terdampak, tiga ruas jalan tertutup longsor, dua jembatan rusak, serta lahan sawah, perkebunan, dan ternak yang ikut terendam.

BNPB mengimbau masyarakat di Mauponggo untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu mengikuti arahan pemerintah daerah demi meminimalisir risiko dari potensi bencana susulan.

“Selanjutnya mitigasi bencana mulai dari penguatan vegetasi hulu, pengelolaan aliran air, sistem peringatan dini hingga penataan ruang harus menjadi perhatian bersama,” kata Abdul.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desil dan Dilema Bantuan Sosial: Ketika Data Tak Sesuai Kondisi Warga

26 Agustus 2026 - 05:54 WITA

Presiden Prabowo: Tingkatkan Layanan Dasar bagi Rakyat dari Puskesmas hingga Sekolah, Tak Boleh Ada Anak Belajar dalam Keadaan Lapar

14 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Kisah Munawi di Lereng Bromo, Merangkak di Tebing dan Mengejar Api hingga Larut Malam

8 Agustus 2026 - 12:10 WITA

Dari Mimpi Gaji Puluhan Juta ke Neraka Scam, Kisah Pekerja Migran di Sumut Jadi Korban TPPO

5 Agustus 2026 - 04:18 WITA

Akad Massal 62.000 KPR, Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Terus Hadirkan Hasil Nyata bagi Rakyat

31 Juli 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Utama