Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa Rossa Sebut Nama Baiknya Dijadikan Ajang Cari Cuan Clickbait Lewat Link Afiliasi Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400 Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

Warta Utama

Banjir Bandang Landa NTT, 3 Orang Tewas dan 4 Warga Hilang

badge-check


					Banjir Bandang Landa NTT, 3 Orang Tewas dan 4 Warga Hilang Perbesar

Banjir bandang melanda Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/9/2025).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere selaku Sar Mission Coordinator (SMC) Fathur Rahman menuturkan, banjir bandang menyebabkan empat hilang dan tiga orang meninggal dunia. “Korban hilang masih dalam pencarian,” ujar Fathur, Selasa (9/9/2025).

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tiga orang meninggal dunia, dua orang luka-luka, dan empat lainnya hilang dalam pencarian akibat banjir bandang di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa ketiga korban meninggal merupakan satu keluarga yang terjebak banjir di sebuah pondok di tepi Sungai Malasawu.

“Setelah dievakuasi, para korban dibawa ke puskesmas terdekat dan diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.

Menurut Abdul, kondisi cuaca yang tidak menentu sedikit menghambat kerja tim gabungan dari personel BPBD Nagekeo, Basarnas, TNI, Polri, relawan dan warga yang sejak Senin (8/9) masih melakukan upaya pencarian terhadap empat orang yang hilang.

Sebagaimana prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di Nagekeo hingga Kamis (11/9).

Pusdalops BNPB mengkonfirmasi selain korban jiwa, banjir bandang menyebabkan kerusakan material berupa satu rumah hanyut, dua kantor pemerintahan terdampak, tiga ruas jalan tertutup longsor, dua jembatan rusak, serta lahan sawah, perkebunan, dan ternak yang ikut terendam.

BNPB mengimbau masyarakat di Mauponggo untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu mengikuti arahan pemerintah daerah demi meminimalisir risiko dari potensi bencana susulan.

“Selanjutnya mitigasi bencana mulai dari penguatan vegetasi hulu, pengelolaan aliran air, sistem peringatan dini hingga penataan ruang harus menjadi perhatian bersama,” kata Abdul.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ritual Mecak Undat Datah Bilang Diwarnai Lomba Tradisional dan Kesenian

17 April 2026 - 07:38 WITA

Viral Kisah Pilu Sri Apriliani: Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak, Menabung Meski Serba Kurang

16 April 2026 - 05:59 WITA

Anak Jalanan-Pengemis Berkeliaran di Mataram Mall, Warga Mengeluh

13 April 2026 - 02:35 WITA

Saksikan Penyerahan Rp11,42 Triliun dan Ratusan Ribu Hektare Lahan Hasil Penyelamatan ke Negara, Prabowo: Kewenangan yang diberikan oleh UUD 45 kepada Presiden RI, saya akan gunakan untuk tegakkan hukum tanpa pandang bulu

11 April 2026 - 06:46 WITA

Veronica Tan Ungkap Kemiskinan Picu Maraknya Kasus Pernikahan Dini di Indonesia

10 April 2026 - 06:13 WITA

Trending di Warta Utama