Menu ✖

Mode Gelap
Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja Juan Azmi Bawa Film Laga Indonesia Menembus Panggung Dunia Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya Satu Tahun di Afrika Tengah, 140 Personel FPU 7 Raih Penghargaan atas Misi Perdamaian Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru

Warta Daerah

Adinkes Papua Selatan Perkuat Pencegahan Kasus HIV/AIDS, TBC dan Malaria

badge-check


					Adinkes Papua Selatan Perkuat Pencegahan Kasus HIV/AIDS, TBC dan Malaria Perbesar

 

Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Perwakilan Wilayah Papua Selatan (Papsel) memperkuat pencegahan dan penanggulangan kasus HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria di daerah ini.

Staf Ahli Gubernur Papua Selatan Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, dan Pembangunan Nelson Sasari dalam siaran pers, Rabu (15/7/2026) mengatakan, pencegahan dan penanggulangan kasus penyakit tersebut merupakan penugasan langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Adinkes.

Menurut Sasasri, kasus HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang bersifat global sebab ketiga penyakit tersebut tidak hanya ditandai oleh angka kesakitan dan kematian yang masih cukup tinggi, tetapi juga menimbulkan beban sosial dan ekonomi bagi negara dan masyarakat.

“Secara global, setiap tahun diperkirakan terdapat 1,3 juta orang terinfeksi HIV, 10,7 juta orang yang tertular TBC, serta 282 orang terkena malaria,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa di Provinsi Papua Selatan penyakit tersebut masih memerlukan perhatian serius di mana estimasi TBC tercatat sebanyak 4.606 kasus sementara kasus HIV sebanyak 292 dan AIDS 220 kasus.

“Hingga kini jumlah kasus positif malaria dilaporkan sebanyak 180.582 kasus,” ujarnya.

Dia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut masih terus diperkuat secara sistematis dan berkelanjutan.

“Hal ini bertujuan agar eliminasi kasus penyakit tersebut pada 2030 bisa tercapai sehingga kami berharap masyarakat bisa menerapkan perilaku hidup sehat,” katanya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Protes Tambang Galian C, Warga Puncu Kediri Keluhkan Jalan Rusak dan Sulit Air

13 Oktober 2026 - 04:27 WITA

Trending di Warta Daerah