Menu

Mode Gelap
Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali Penemu Celah Keamanan Web NASA Eks Pejabat Dinas PUTR Batu Bara Divonis 6 Tahun di Kasus Korupsi Jalan Rp 43 M Kisah April DA7 yang Menginspirasi, Ketekunan Bawa Dirinya dari Jalanan ke Dunia Hiburan Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat Ledakan Gudang Amunisi Tewaskan 1 Prajurit dan Enam Lainnya Terluka, TNI AD Bentuk Tim Investigasi 1,2 Juta NIK Warga Miskin Dibobol, Ombudsman Desak Dinsos-Diskomdigi Benahi Sistem Keamanan Digital

Warta Daerah

Adinkes Papua Selatan Perkuat Pencegahan Kasus HIV/AIDS, TBC dan Malaria

badge-check


					Adinkes Papua Selatan Perkuat Pencegahan Kasus HIV/AIDS, TBC dan Malaria Perbesar

 

Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Perwakilan Wilayah Papua Selatan (Papsel) memperkuat pencegahan dan penanggulangan kasus HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria di daerah ini.

Staf Ahli Gubernur Papua Selatan Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, dan Pembangunan Nelson Sasari dalam siaran pers, Rabu (15/7/2026) mengatakan, pencegahan dan penanggulangan kasus penyakit tersebut merupakan penugasan langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Adinkes.

Menurut Sasasri, kasus HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang bersifat global sebab ketiga penyakit tersebut tidak hanya ditandai oleh angka kesakitan dan kematian yang masih cukup tinggi, tetapi juga menimbulkan beban sosial dan ekonomi bagi negara dan masyarakat.

“Secara global, setiap tahun diperkirakan terdapat 1,3 juta orang terinfeksi HIV, 10,7 juta orang yang tertular TBC, serta 282 orang terkena malaria,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa di Provinsi Papua Selatan penyakit tersebut masih memerlukan perhatian serius di mana estimasi TBC tercatat sebanyak 4.606 kasus sementara kasus HIV sebanyak 292 dan AIDS 220 kasus.

“Hingga kini jumlah kasus positif malaria dilaporkan sebanyak 180.582 kasus,” ujarnya.

Dia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut masih terus diperkuat secara sistematis dan berkelanjutan.

“Hal ini bertujuan agar eliminasi kasus penyakit tersebut pada 2030 bisa tercapai sehingga kami berharap masyarakat bisa menerapkan perilaku hidup sehat,” katanya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

1,2 Juta NIK Warga Miskin Dibobol, Ombudsman Desak Dinsos-Diskomdigi Benahi Sistem Keamanan Digital

17 Juli 2026 - 06:04 WITA

Upaya Para Perempuan Wujudkan Kedaulatan Pangan di Pulau Kelapa

14 Juli 2026 - 06:41 WITA

Angkatan Pertama SMA Taruna Nusantara Kampus IKN Tiba di IKN, Awali Tradisi Pendidikan di Nusantara

12 Juli 2026 - 03:39 WITA

Warga Aceh Patungan Rp 1 M Perbaiki Jalan Rusak, Kementerian PU Buka Suara

8 Juli 2026 - 05:31 WITA

Sanggupkah Satgas PKH Mengusut Tuntas Tatkala Aktivitas PT PMI Terus Berjalan, Namun Diduga Ilegal Bahkan Terkesan Kebal Hukum

7 Juli 2026 - 03:31 WITA

Trending di Warta Daerah