Menu ✖

Mode Gelap
Geledah PT Djarum dan Bea Cukai Kudus, KPK Sita Dokumen hingga BBE Dasco: Semangat Sumpah Pemuda, Fondasi Hadapi Kompleksitas Global dan Regional Desy Ratnasari Kuras Emosi Perankan Ibu Hamka, Tantangan di Logat Minang Kadivhumas Polri: Kebebasan Berpendapat Dijamin Undang-Undang, Mari Jaga Keamanan Bersama APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Penyalahgunaan Anggaran TA 2025 di DPUPRPERKIM Bartim Sekjen PBB Soroti Konflik hingga Krisis Iklim, Minta Negara Perkuat Kerja Sama

Warta Parlemen

Dasco: Semangat Sumpah Pemuda, Fondasi Hadapi Kompleksitas Global dan Regional

badge-check


					Dasco: Semangat Sumpah Pemuda, Fondasi Hadapi Kompleksitas Global dan Regional Perbesar

Jakarta, infokatulistiwanews.com — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan pidato kebangsaan dalam rangka memperingati 98 Tahun Sumpah Pemuda. Dalam pesannya, Dasco menekankan semangat persatuan yang diwariskan oleh para pemuda pada tahun 1928 harus terus dirawat dan diaktualisasikan dalam menghadapi berbagai tantangan global dan regional yang semakin kompleks saat ini.

“Mereka tidak menunggu keadaan menjadi mudah untuk bersatu. Mereka bersatu justru karena menyadari bahwa masa depan tidak mungkin diperjuangkan sendiri-sendiri. Itulah keberanian politik generasi 1928: menempatkan cita-cita bangsa di atas batas kelompok. Dan keberanian semacam itu kembali dituntut dari kita hari ini,” ujar Dasco dalam pidatonya, Rabu (28/10/2026).

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) tersebut mengingatkan bangsa Indonesia pada keberanian politik generasi terdahulu saat momentum Sumpah Pemuda yang menempatkan cita-cita kebangsaan di atas batas-batas kelompok. Keberanian serupa, tandas Dasco, sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia hari ini di tengah dinamika dunia yang bergerak dalam ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi.

Politisi Partai Gerindra ini menyoroti sejumlah tantangan strategis yang tengah dihadapi dunia, mulai dari ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada harga energi, rantai pasok, hingga inflasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, persaingan kekuatan besar, perebutan teknologi, serta perubahan arah perdagangan global turut mempersempit ruang gerak negara yang tidak siap.

Di tingkat regional, Dasco juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan ASEAN di tengah dinamika Laut Cina Selatan, ancaman siber, keamanan pelayaran, hingga kejahatan lintas batas. Di sisi lain, persoalan domestik dan lingkungan seperti bencana kebakaran hutan, asap lintas batas, banjir, cuaca ekstrem, dan ancaman ketahanan pangan menunjukkan bahwa keselamatan rakyat dan keamanan nasional kini saling bertaut erat.

“Karena itu, persatuan tidak boleh berhenti menjadi semboyan. Ia harus menjelma menjadi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan adil,” tegas Dasco.

Terkait posisi strategis Indonesia di kancah internasional, Dasco menegaskan Indonesia harus tetap teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif tidak menjadi kepanjangan tangan negara mana pun, namun tetap membuka pintu kerja sama yang luas. Dalam bidang pertahanan, sikap defensif aktif diterapkan melalui kewaspadaan tinggi, kemampuan pencegahan ancaman, serta inisiatif terukur untuk menjaga kedaulatan sekaligus memelihara perdamaian.

Menanggapi isu aktual seperti kabut asap lintas batas, Dasco menyatakan Indonesia menghargai perhatian, kritik, dan rekomendasi dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, termasuk masukan dari parlemen sahabat. Namun, respons utama yang harus diutamakan adalah perlindungan terhadap warga terdampak, penguatan penegakan hukum, serta pemulihan lingkungan.

Dasco berpesan, kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan namun kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji. Sebagai penutup, Dasco memandang sudah saatnya parlemen-parlemen di kawasan ASEAN menjalin kerja sama yang lebih erat tidak hanya pada saat krisis melanda, melainkan secara berkelanjutan.

“Kita perlu membangun kerja sama antar parlemen untuk pencegahan bencana, keamanan cyber, ketahanan pangan dan energi, serta penyelesaian persoalan lintas batas. Kita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga: saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama,” pungkas Dasco.

Red~ IKN

PARLEMENTARIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Kebun Kelengkeng hingga Kandang Ayam, Titiek Soeharto Dorong Penguatan Ekonomi Warga Margorejo

27 Oktober 2026 - 05:20 WITA

Penanganan Aksi Unjuk Rasa Berubah Lebih Humanis, Prabowo-Gibran Kedepankan Aspek Restoratif

25 Oktober 2026 - 04:32 WITA

Kutuk Keras Peredaran Narkoba di NTB, DPD RI Ajak Semua Pihak Perkuat Perlawanan

23 Oktober 2026 - 04:22 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto Apresiasi Komitmen Pemerintah dalam Memperkuat Ketahanan Pangan

21 Oktober 2026 - 02:30 WITA

DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual

18 Oktober 2026 - 04:52 WITA

Trending di Warta Parlemen