Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera menjadi persoalan yang menyita perhatian publik. Selain berdampak pada lingkungan dan kehidupan satwa, bencana ini juga memicu kekhawatiran terhadap kondisi masyarakat yang harus menghadapi kabut asap.
Di tengah persoalan tersebut, sejumlah selebritas turut menyuarakan kepedulian melalui media sosial. Mereka mengingatkan publik mengenai kondisi yang terjadi, menyampaikan keresahan, hingga mengajak masyarakat ikut memberikan bantuan bagi pihak-pihak yang terdampak.

Unggahan para figur publik ini menjadi salah satu cara untuk menjaga perhatian masyarakat agar persoalan karhutla tidak berlalu begitu saja dari ruang publik. Berikut enam selebritas yang menyuarakan kepedulian terhadap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera.
Luna Maya menunjukkan kepeduliannya dengan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berdonasi. Ia mengajak pengikutnya di media sosial memberikan bantuan bagi hutan dan satwa di Kalimantan yang membutuhkan pertolongan.
Melalui unggahan di Instagram, Luna menekankan bahwa masyarakat tidak harus menunggu untuk melakukan sesuatu. Menurutnya, kepedulian bisa diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk memberikan donasi.
“Hai, aku Luna Maya! Saat ini, hutan dan satwa yang hidup di Kalimantan membutuhkan pertolongan kita. Kita nggak bisa terus menunggu untuk berbuat sesuatu. Yuk, jadi Pejuang Kebaikan. Donasi sekarang, karena bantuanmu dibutuhkan hari ini,” kata Luna Maya, dikutip Selasa (13/10/2026).
Sementara, Nana Mirdad meluapkan keresahannya terhadap situasi kabut asap yang disebut telah mengganggu aktivitas di sejumlah kota. Melalui akun Threads, ia mengkritik respons para pejabat yang dinilainya belum menunjukkan penanganan berarti.
Nana juga menyinggung lamanya persoalan tersebut berlangsung serta dampaknya terhadap masyarakat. Ia mengaku marah sekaligus sedih melihat situasi yang terjadi.
“Udah di tahap segitu marahnya, segitu pengen nangisnya liat berbagai respon para petinggi mengenai asap Kalimantan yang bikin beberapa kota lumpuh. Udah berbulan2 berjalan begini, masih belum ada penanganan yang berarti. Bahkan di negara tetangga sampai ada anak2 meninggal karena kurang jarak pandang. Ngga ngerti sumpah ngga ngerti lagi. Kok bisa sampai se low ini nurani, keserakahan dan ketidakpeduliannya. We need a miracle praying for Kalimantan everyday,” tulis Nana Mirdad.
****









