Kris Dayanti memilih menjaga kebugaran lewat wushu di usia 50 tahun. Dari cabang olahraga yang ia tekuni sekitar lima tahun ini, ia sudah membawa pulang medali emas.
Saat ditemui di Plaza Senayan, Rabu (7/10/2026), ia menegaskan olahraga menjadi caranya merawat ingatan.

“Jangan! Baru 50 jangan pikun. Tapi dengan olahraga saya menunda itu supaya gak ada demensia, supaya gak pikun, gitu. Makanya olahraga wushu gitu,” ujar Kris Dayanti di Plaza Senayan, Rabu (7/10/2026).
Sebelum ikut bertanding, ia memastikan kondisi tubuhnya aman untuk latihan intensif. Kris Dayanti menyebut terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter tulang.
“Jadi sebelum saya 5 tahun belajar wushu, sebelum saya ikut tanding, saya ketemu dokter tulang dulu, Profesor Nicolaas,” katanya.
1. Cek Bone Density, Baru Boleh Ikut Kejuaraan
Kris Dayanti menjalani pemeriksaan kepadatan tulang sebagai syarat sebelum tampil di kejuaraan. Hasilnya dinilai baik, sehingga dokter mengizinkannya maju ke kompetisi.
“Begitu cek bone density saya bagus di atas rata-rata, 60% masih bagus, warna masih hijau, di maksudnya di di skrin warnanya masih bagus, dokter baru mengizinkan saya untuk boleh ikut championship, gitu,” jelasnya.
Ia menekankan, ikut cabang olahraga untuk dipertandingkan tidak bisa sembarangan. Menurutnya, atlet perlu rujukan medis tertulis dari dokter sebelum turun tanding.
“Jadi memang saya gak bisa sembarangan ikut cabang olahraga apalagi untuk dipertandingkan kalau gak dapet referensi surat dari dokter. Apalagi kalau atlet, setiap mau ikut pertandingan harus ada surat jalan dari dokter,” katanya.
2. Kris Dayanti Rutin Kardio dan Renang
Di luar wushu, Kris Dayanti konsisten menambah latihan kardio serta berenang. Renang ia pilih untuk membantu pemulihan tubuh setelah sesi gabungan di sasana.
“Kardio sama renang sih ya yang paling bagus. Karena dua kali latihan di join di sasana wushu, seperti hari ini saya berenang karena untuk apa, recovery,” katanya.
Ia menyebut air membantu meredakan pegal setelah latihan. Selain itu, renang bermanfaat untuk pernapasan dan penguatan diafragma.
“Untuk penyembuhan sakit-sakitnya tuh dengan berenang tuh bagus banget. Selain juga untuk menyelam juga, untuk pernapasan, diafragma juga dari berenang,” pungkasnya.
****









