Menu

Mode Gelap
Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

Warta Internasional

Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Festival Indonesia Digelar di Swiss

badge-check


					Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Festival Indonesia Digelar di Swiss Perbesar

Perhimpunan Indonesia Swiss/Verein Indonesia Schweiz (VIS) didukung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) baru saja menggelar Festival Indonesia di Kurbrunnenanlage, Rheinfelden, Swiss, Sabtu (22/8/2026).

Acara yang dihadiri masyarakat Indonesia, diaspora dan Swiss ini digelar untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara tersebut.

Selain itu, acara ini juga dimanfaatkan sebagai ajang perkenalan budaya dan kuliner Indonesia di kancah global.

“Budaya, kuliner, musik, dan seni merupakan jembatan yang dapat menghubungkan masyarakat, membangun saling pengertian, serta memperkuat persahabatan antara Indonesia dan Swiss,” ujar Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Ngurah Swajaya, dalam keterangan resminya, Selasa (25/8/2026).

Ngurah mengatakan, beragam seni dan budaya nusantara yang ditampilkan dalam acara ini di antaranya, Tari Piring dari Sumatera Barat, Tari Teruna Jaya dari Bali, Tari Topeng Koncaran dan Tari Merak dari Jawa Barat, serta Tari Yapong dari Betawi atau Jakarta.

Tarian-tarian tradisional itu dibawakan oleh Rizki dari Indonesia dan Elsye dari Meksiko yang memang mendalami seni dan budaya Indonesia, khususnya tari tradisional di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Bali.

Selain tarian, festival ini juga menampilkan musik tradisional dua warna, yaitu alat musik angklung dari Jawa Barat yang dipadukan dengan alat musik tradisional Bali. Alat musik tradisional itu dimainkan oleh tiga wanita berbakat dari kalangan diaspora Indonesia.

Kemeriahan festival juga semakin terasa karena adanya ajang fashion show yang menampilkan karya desainer Indonesia, seperti Komang Darmiani, serta koleksi batik karya Almalia Habib.

Festival di Swiss ini juga menghadirkan street food khas Indonesia dan bazar yang menampilkan beragam produk kreatif, serta karya UMKM. Kuliner nusantara yang dijajakan mulai dari siomay, pempek, bakso, mie ayam, nasi Bali, nasi Padang, sate ayam, hingga jajanan pasar.

Lewat kegiatan ini, pemerintah juga berusaha mempromosikan Wonderful Indonesia melalui materi promosi, serta pameran seni, tekstil Indonesia, dan fotografi Dr. phil. nat. Heinz Köchli, yang menampilkan perspektif visual tentang keindahan dan keberagaman RI dari era tahun 1980-an.

Para pengunjung juga bisa mengikuti workshop melukis motif batik bersama seniman ternama Julie Siahaan. Di dalam acara festival itu juga dilakukan kegiatan kemanusiaan, dengan memperkenalkan program dukungan pendidikan bagi anak-anak di Sumatera Barat dan Aceh, termasuk penggalangan dana bagi korban gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

30 Agustus 2026 - 06:33 WITA

Kisah PMI Bangun Kedai Kuliner Indonesia di Jantung Kota Taipei

24 Agustus 2026 - 05:45 WITA

Sungai Tiber Mengering, Sisa Jembatan Romawi Kuno Terungkap ke Permukaan

20 Agustus 2026 - 05:15 WITA

Menlu AS Ucapkan Selamat HUT ke-81 RI dan Sampaikan Duka atas Gempa NTT

17 Agustus 2026 - 06:52 WITA

Raja Salman Mendadak Keluarkan 3 Dekrit di Arab Saudi, Reshuffle Besar

15 Agustus 2026 - 06:45 WITA

Trending di Warta Internasional