Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Internasional

Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Festival Indonesia Digelar di Swiss

badge-check


					Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Festival Indonesia Digelar di Swiss Perbesar

Perhimpunan Indonesia Swiss/Verein Indonesia Schweiz (VIS) didukung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) baru saja menggelar Festival Indonesia di Kurbrunnenanlage, Rheinfelden, Swiss, Sabtu (22/8/2026).

Acara yang dihadiri masyarakat Indonesia, diaspora dan Swiss ini digelar untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara tersebut.

Selain itu, acara ini juga dimanfaatkan sebagai ajang perkenalan budaya dan kuliner Indonesia di kancah global.

“Budaya, kuliner, musik, dan seni merupakan jembatan yang dapat menghubungkan masyarakat, membangun saling pengertian, serta memperkuat persahabatan antara Indonesia dan Swiss,” ujar Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Ngurah Swajaya, dalam keterangan resminya, Selasa (25/8/2026).

Ngurah mengatakan, beragam seni dan budaya nusantara yang ditampilkan dalam acara ini di antaranya, Tari Piring dari Sumatera Barat, Tari Teruna Jaya dari Bali, Tari Topeng Koncaran dan Tari Merak dari Jawa Barat, serta Tari Yapong dari Betawi atau Jakarta.

Tarian-tarian tradisional itu dibawakan oleh Rizki dari Indonesia dan Elsye dari Meksiko yang memang mendalami seni dan budaya Indonesia, khususnya tari tradisional di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Bali.

Selain tarian, festival ini juga menampilkan musik tradisional dua warna, yaitu alat musik angklung dari Jawa Barat yang dipadukan dengan alat musik tradisional Bali. Alat musik tradisional itu dimainkan oleh tiga wanita berbakat dari kalangan diaspora Indonesia.

Kemeriahan festival juga semakin terasa karena adanya ajang fashion show yang menampilkan karya desainer Indonesia, seperti Komang Darmiani, serta koleksi batik karya Almalia Habib.

Festival di Swiss ini juga menghadirkan street food khas Indonesia dan bazar yang menampilkan beragam produk kreatif, serta karya UMKM. Kuliner nusantara yang dijajakan mulai dari siomay, pempek, bakso, mie ayam, nasi Bali, nasi Padang, sate ayam, hingga jajanan pasar.

Lewat kegiatan ini, pemerintah juga berusaha mempromosikan Wonderful Indonesia melalui materi promosi, serta pameran seni, tekstil Indonesia, dan fotografi Dr. phil. nat. Heinz Köchli, yang menampilkan perspektif visual tentang keindahan dan keberagaman RI dari era tahun 1980-an.

Para pengunjung juga bisa mengikuti workshop melukis motif batik bersama seniman ternama Julie Siahaan. Di dalam acara festival itu juga dilakukan kegiatan kemanusiaan, dengan memperkenalkan program dukungan pendidikan bagi anak-anak di Sumatera Barat dan Aceh, termasuk penggalangan dana bagi korban gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

17 Oktober 2026 - 03:38 WITA

RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

15 Oktober 2026 - 06:45 WITA

PBB Desak Investigasi Serangan Terhadap Bandara Internasional Riyadh

13 Oktober 2026 - 04:33 WITA

Indonesia Juara Umum Kompetisi Olahraga-Budaya ISCG 2026 di Pakistan

10 Oktober 2026 - 05:03 WITA

Bos IMF Ngomel ke Negara-Negara Maju, Utang Dunia Bakal 100% PDB

8 Oktober 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Internasional