Di tengah riuh dan panasnya demonstrasi yang memadati kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026) sore, Fatimah Az-Zahra sosok Kartini masa kini tampak berdiri di barisan depan barikade massa.
Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) ini menarik perhatian publik lewat ketegasan serta keberaniannya menyuarakan aspirasi rakyat.

Sebagai perempuan muda di jajaran puncak kepemimpinan BEM UI, Fatimah tidak sekadar hadir mengisi struktur organisasi, melainkan menjadi motor penggerak berbagai aksi di Jakarta tersebut.
Aksi lapangan yang ia pimpin kerap menunjukkan nyali luar biasa. Fatimah tak segan berhadapan langsung dengan aparat pengaman, berdiri mengordinasikan barisan mahasiswa agar tetap berada dalam koridor perjuangan yang aman, sekaligus memberikan kritik keras terhadap setiap kebijakan publik yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
Keberadaannya di lapangan membuktikan bahwa artikulasi politik mahasiswa bukan sekadar retorika di ruang seminar, melainkan aksi nyata yang berani mengambil risiko.
Debat dengan Para Pejabat
Tidak hanya tangguh di tengah aksi demonstrasi di jalanan, keberanian Fatimah terpancar sama kuatnya saat ia meladeni perdebatan di meja siaran televisi maupun forum diskusi media.
Berhadapan dengan para politisi senior, birokrat, hingga akademisi, Fatimah selalu tampil tenang namun menohok. Setiap argumennya disusun atas dasar data empiris dan analisis kritis, membuat lawan bicaranya harus memperhitungkan pandangannya secara cermat.
Kemampuannya merangkai kata secara lugas dan tanpa kompromi menjadikannya salah satu juru bicara mahasiswa yang disegani saat ini. Gaya kepemimpinannya juga membawa angin segar bagi gerakan mahasiswa.
Fatimah konsisten menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan di ranah aktivisme bukan sekadar pelengkap, melainkan kekuatan utama yang mampu menggerakkan massa dan mengawal isu-isu strategis.
Keberanian Fatimah Az-Zahra dalam memadukan perlawanan di jalanan dan ketajaman berpikir di media massa menjadikannya salah satu simbol ketahanan aktivisme mahasiswa masa kini.
Di bawah kepemimpinannya bersama jajaran BEM UI, suara kritis dari kampus terus berdengung nyaring untuk mengingatkan para pemangku kekuasaan.
Latar Belakang Fatimah
Fathimah Azzahra merupakan mahasiswa aktif yang mengemban amanah sebagai Wakil Ketua BEM UI periode 2026, mendampingi Yatalathof Ma’shum Imawan yang terpilih sebagai Ketua BEM UI pada Januari 2026.
Sebelum menjabat di eksekutif mahasiswa, Fatimah memiliki rekam jejak kepemimpinan di tingkat legislatif kampus.
Pada tahun 2025, ia pernah dipercaya menjabat sebagai Head of 2nd Commission di Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UI.
Di bidang akademik, mahasiswi angkatan 2023 ini menempuh studi di Program Sarjana Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
Ia diterima melalui jalur Talent Scouting pada Program Kelas Khusus Internasional (KKI) setelah menuntaskan pendidikan menengahnya di SMAN 3 Depok.
Tidak hanya aktif di organisasi, ia juga mencatatkan prestasi ilmiah. Bersama tim penelitiannya, Fatimah pernah meraih Juara I pada ajang kompetisi riset nasional The 17th Liver Update.
****









