Menu

Mode Gelap
Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

Warta Internasional

Raja Salman Mendadak Keluarkan 3 Dekrit di Arab Saudi, Reshuffle Besar

badge-check


					Raja Salman Mendadak Keluarkan 3 Dekrit di Arab Saudi, Reshuffle Besar Perbesar

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mengeluarkan tiga dekret kerajaan. Hal ini terkait reshuffle besar-besaran susunan pemerintahan.

Dekret tersebut diterbitkan pada Kamis waktu setempat sebagaimana dikutip dari Al-Arabiya, Jumat (14/8/2026). Namun, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) tetap memimpin kabinet sebagai perdana menteri.

Keputusan tersebut mengacu pada sejumlah dekret kerajaan sebelumnya terkait pembentukan kabinet serta Pasal 9 Undang-Undang Dewan Menteri Arab Saudi. Aturan tersebut menetapkan masa jabatan kabinet tidak boleh lebih dari empat tahun dan selama periode tersebut kabinet dapat dibentuk kembali melalui dekret kerajaan.

Raja Salman juga melakukan perubahan pada sejumlah posisi strategis di sektor ekonomi dan keuangan. Salah satunya adalah mencopot Bandar Alkhorayef dari posisi Ketua Dewan Direksi Local Content and Government Procurement Authority (LCGPA).

Posisi tersebut kemudian diberikan kepada Pangeran Abdulaziz bin Salman bin Abdulaziz. Ia juga menjabat sebagai Menteri Energi Arab Saudi.

Perubahan lainnya terjadi di Capital Market Authority (CMA), regulator pasar modal Arab Saudi. Raja Salman mencopot Mohammed El Kuwaiz dari posisi ketua lembaga tersebut dan menunjuk Mazen Al-Sudairi sebagai penggantinya dengan status setingkat menteri.

Perombakan tersebut dilakukan ketika Arab Saudi terus menjalankan agenda transformasi ekonomi melalui Vision 2030. Ini adalah program yang dipimpin MBS untuk mengurangi ketergantungan ekonomi negara terhadap minyak dan memperkuat sektor nonmigas.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

30 Agustus 2026 - 06:33 WITA

Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Festival Indonesia Digelar di Swiss

27 Agustus 2026 - 03:34 WITA

Kisah PMI Bangun Kedai Kuliner Indonesia di Jantung Kota Taipei

24 Agustus 2026 - 05:45 WITA

Sungai Tiber Mengering, Sisa Jembatan Romawi Kuno Terungkap ke Permukaan

20 Agustus 2026 - 05:15 WITA

Menlu AS Ucapkan Selamat HUT ke-81 RI dan Sampaikan Duka atas Gempa NTT

17 Agustus 2026 - 06:52 WITA

Trending di Warta Internasional