Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Internasional

Raja Salman Mendadak Keluarkan 3 Dekrit di Arab Saudi, Reshuffle Besar

badge-check


					Raja Salman Mendadak Keluarkan 3 Dekrit di Arab Saudi, Reshuffle Besar Perbesar

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mengeluarkan tiga dekret kerajaan. Hal ini terkait reshuffle besar-besaran susunan pemerintahan.

Dekret tersebut diterbitkan pada Kamis waktu setempat sebagaimana dikutip dari Al-Arabiya, Jumat (14/8/2026). Namun, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) tetap memimpin kabinet sebagai perdana menteri.

Keputusan tersebut mengacu pada sejumlah dekret kerajaan sebelumnya terkait pembentukan kabinet serta Pasal 9 Undang-Undang Dewan Menteri Arab Saudi. Aturan tersebut menetapkan masa jabatan kabinet tidak boleh lebih dari empat tahun dan selama periode tersebut kabinet dapat dibentuk kembali melalui dekret kerajaan.

Raja Salman juga melakukan perubahan pada sejumlah posisi strategis di sektor ekonomi dan keuangan. Salah satunya adalah mencopot Bandar Alkhorayef dari posisi Ketua Dewan Direksi Local Content and Government Procurement Authority (LCGPA).

Posisi tersebut kemudian diberikan kepada Pangeran Abdulaziz bin Salman bin Abdulaziz. Ia juga menjabat sebagai Menteri Energi Arab Saudi.

Perubahan lainnya terjadi di Capital Market Authority (CMA), regulator pasar modal Arab Saudi. Raja Salman mencopot Mohammed El Kuwaiz dari posisi ketua lembaga tersebut dan menunjuk Mazen Al-Sudairi sebagai penggantinya dengan status setingkat menteri.

Perombakan tersebut dilakukan ketika Arab Saudi terus menjalankan agenda transformasi ekonomi melalui Vision 2030. Ini adalah program yang dipimpin MBS untuk mengurangi ketergantungan ekonomi negara terhadap minyak dan memperkuat sektor nonmigas.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

17 Oktober 2026 - 03:38 WITA

RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

15 Oktober 2026 - 06:45 WITA

PBB Desak Investigasi Serangan Terhadap Bandara Internasional Riyadh

13 Oktober 2026 - 04:33 WITA

Indonesia Juara Umum Kompetisi Olahraga-Budaya ISCG 2026 di Pakistan

10 Oktober 2026 - 05:03 WITA

Bos IMF Ngomel ke Negara-Negara Maju, Utang Dunia Bakal 100% PDB

8 Oktober 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Internasional