Menu

Mode Gelap
Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

Warta Nusantara

Pamerkan Teknologi Karya Anak Bangsa di Istana, Presiden Prabowo: Bangsa Maju Dibangun dengan Fakta, Sains, dan Keberanian Menghadapi Realitas

badge-check


					Pamerkan Teknologi Karya Anak Bangsa di Istana, Presiden Prabowo: Bangsa Maju Dibangun dengan Fakta, Sains, dan Keberanian Menghadapi Realitas Perbesar

Jakarta, infokatulistiwanews.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan dan kebangkitan bangsa harus berlandaskan pada fakta, realitas, serta pendekatan ilmiah. Dalam pertemuannya dengan para periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026, Presiden mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk membangun budaya kepemimpinan yang berpijak pada fakta.

“Saya terutama mengajak tim saya dan saudara-saudara sekalian kalau saya memimpin, saya sukanya itu memimpin dengan fakta, facts, realita dengan keadaan yang sebenarnya. Kadang-kadang fakta itu ya tidak enak, kadang-kadang melihat realita itu tidak enak, terus terang saja,” ucap Presiden.

Presiden menuturkan bahwa keberanian menghadapi fakta, meskipun terkadang tidak menyenangkan, merupakan langkah awal untuk menemukan solusi yang tepat. Menurut Kepala Negara, suatu bangsa tidak akan mampu maju apabila terus mengeluh atau mencari pihak yang dipersalahkan tanpa melakukan evaluasi.

“Satu yang saya bilang, jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam, karena itu tidak akan membantu,” katanya.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa penguasaan sains dan teknologi menjadi salah satu kunci utama dalam membangun daya saing bangsa. Presiden meyakini Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang besar untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Jadi kita sebetulnya bahan bakunya banyak sekali, tapi ya apapun yang kita punya harus, saudara-saudara saintis kan, harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dibesarkan, didukung melalui suatu proses,” lanjutnya.

Presiden menekankan bahwa cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur dapat dicapai melalui pendekatan yang rasional dan berbasis ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, Presiden pun mengajak seluruh pihak untuk menjadikan fakta, sains, dan matematika sebagai landasan dalam mencari solusi atas berbagai tantangan bangsa.

“Kalau kita mendekati dengan cara saintifik, cara rasional, jangan dengan cara lain daripada rasional ya. Nanti kita akan keliru, rasional, science, mathematics, reality. Reality is science, reality is mathematics. Ya kalau kita mendekati dengan pola lain itu sudah masuk ke ranah lain, fakta. Nah jadi kadang-kadang fakta menyakitkan,” kata Presiden.

Arahan Presiden Prabowo tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat budaya pengambilan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) sekaligus menjadikan riset, inovasi, dan penguasaan sains sebagai motor penggerak pembangunan nasional menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Dalam peninjauan sejumlah riset yang dipamerkan, Presiden Prabowo didampingi Kepala BRIN Arif Satria yang memandu Kepala Negara mengunjungi berbagai stan inovasi dari beragam bidang, mulai dari energi, pertahanan, kedirgantaraan, kesehatan, pangan, hingga teknologi pengolahan air.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian Presiden adalah unit pengelolaan air darurat yang mampu mengolah air banjir, air payau, air tanah, hingga air sungai menjadi air siap minum. Presiden Prabowo bahkan berkesempatan mencoba langsung hasil olahan teknologi tersebut yang telah dimanfaatkan dalam berbagai operasi penanganan bencana dan kebutuhan air bersih.

Dalam laporannya kepada Presiden, Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa berbagai inovasi yang ditampilkan merupakan bagian dari pembangunan kapabilitas teknologi nasional di berbagai sektor strategis. Di bidang energi, misalnya, BRIN mengembangkan teknologi penyimpanan gas alam bertekanan rendah berbasis Metal Organic Framework (MOF) melalui kerja sama Sister Lab dengan peraih Nobel Kimia 2025, Susumu Kitagawa.

“Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini mampu berpotensi menghemat hingga sekitar Rp26 triliun per tahun terhadap beban subsidi LPG,” ujar Arif.

Pada sektor kedirgantaraan, BRIN mengembangkan kemampuan mulai dari desain pesawat, wahana nirawak, hingga satelit penginderaan jauh. Arif menyampaikan bahwa pesawat N219 kini telah dilisensikan kepada PT Dirgantara Indonesia untuk diproduksi, sementara satelit NEO-1 dijadwalkan meluncur pada awal 2027 guna mendukung kebutuhan data nasional di bidang pertanian, kehutanan, kelautan, mitigasi bencana, serta pengawasan maritim dengan efisiensi biaya misi mencapai sekitar 71,9 persen dibandingkan misi sejenis.

Di bidang pertahanan dan keamanan, BRIN juga mengembangkan berbagai teknologi strategis, salah satunya Pesawat Udara Nirawak (Puna) Alap-Alap yang memiliki kemampuan terbang hingga enam jam dengan jangkauan sekitar 100 kilometer. Menurut Arif, teknologi tersebut dapat mendukung misi pemantauan, survei, pemetaan, serta pengawasan wilayah secara lebih efisien.

Sementara itu, di bidang transportasi dan ketahanan pangan, BRIN terus mengembangkan kendaraan listrik, teknologi kapal, engine berbahan bakar fleksibel, hingga inovasi pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, BRIN juga mengembangkan kapal nelayan bertenaga listrik yang berpotensi memangkas biaya operasional energi hingga 70 persen dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak.

Pada sektor kesehatan, BRIN mengembangkan berbagai inovasi mulai dari vaksin, teknologi diagnosis, radiofarmaka, hingga alat kesehatan. Sementara di bidang industri, BRIN berhasil mengembangkan sepatu sekolah berbahan dasar karet lokal menggunakan teknologi One Piece Injection Molding dengan harga produksi di bawah Rp70 ribu, sekaligus mengembangkan smart insole untuk kebutuhan rehabilitasi medis, olahraga, hingga keselamatan kerja.

Arif juga memaparkan berbagai pengembangan teknologi strategis lainnya, mulai dari pengolahan mineral kritis, penguasaan teknologi nuklir, sistem rumah modular, teknologi pelindung pantai untuk Giant Sea Wall, hingga teknologi pengelolaan sampah dan desalinasi air. Menurutnya, penguasaan teknologi tersebut menjadi fondasi penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang teknologi nasional.

“BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir dari sekarang, sehingga ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulainya sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,” kata Arif.

Menutup laporannya, Kepala BRIN menegaskan bahwa berbagai produk yang ditampilkan bukan sekadar hasil penelitian, melainkan cerminan kemampuan Indonesia dalam membangun kemandirian teknologi nasional. Arif menekankan bahwa tantangan berikutnya adalah mempertemukan hasil riset dengan kebutuhan pemerintah, industri, dan masyarakat agar inovasi dapat dimanfaatkan secara luas.

Arif pun menyampaikan optimisme bahwa dukungan Presiden akan semakin memperkuat peran riset dan inovasi dalam mendukung agenda pembangunan nasional. “Dengan arahan dan dukungan Bapak Presiden, riset dan inovasi Indonesia akan semakin mampu mendukung pelaksanaan asta cita, mempercepat pencapaian prioritas nasional sebagai fondasi Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Red~ IKN

(BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Khidmat dan Penuh Makna, Presiden Prabowo Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka

17 Agustus 2026 - 11:29 WITA

Trending di Warta Nusantara