Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Entertainment

Diding Boneng dan Dedikasi untuk Seni hingga Akhir Usia

badge-check


					Diding Boneng dan Dedikasi untuk Seni hingga Akhir Usia Perbesar

Seniman Diding Boneng meninggal dunia dalam usia 76 tahun. Ia dikenal bukan hanya sebagai aktor dan seniman, tetapi juga seorang pengajar kesenian untuk anak-anak.

Kabar duka Diding Boneng meninggal disampaikan oleh sanggar tempat pria bernama asli Zainal Abidin tersebut mengajar, Sanggar Perkasa, pada Senin (3/8/2026).

Zainal Abidin alias Diding Boneng lahir pada 3 Maret 1950. Ia mengawali kariernya dengan berpentas di teater sejak 1973 dan kerap jadi pemenang dalam festival teater remaja kala itu.

Ia kemudian debut layar lebar dalam film Tiga Dara Mencari Cinta (1980). Diding dikenal secara luas ketika ikut bermain dalam serial televisi Rumah Masa Depan pada tahun 1983 hingga 1986. Ia pun semakin dikenal ketika bergabung dalam sejumlah film Warkop DKI dan kerap memerankan karakter hansip dan pelatih militer.

Dalam beberapa tahun terakhir, Diding Boneng membintangi sejumlah film, seperti KKN di Desa Penari (2022), Badarawuhi di Desa Penari (2024), dan The Torture: Beranak dalam Kubur (2024).

Sejak berkarier pada dekade ’80-an, Diding Boneng sudah bermain setidaknya dalam 35 film, sembilan sinetron, dan berbagai pementasan lainnya, termasuk sinetron pertama di Indonesia yang bertajuk Rumah Masa Depan.

Seperti diberitakan pada Februari 2020, Diding Boneng mengatakan dirinya dipanggil oleh Ali Shahab untuk bermain di sinetron Rumah Masa Depan yang kemudian memberikan nama “Boneng” kepada dirinya.

“Jadi nama tokoh itu, Boneng. Saya gampang viral karena di situ enggak ada orang jahat. Pada waktu itu orang belum tahu siapa nama saya. Setiap Minggu pagi siarannya,” kata Diding kala itu.

“Itu memang ditunggu banget sama ibu-ibu, anak-anak, anak muda. Kemudian karena orang enggak tahu nama saya siapa dan baru ada namanya sinetron,” tuturnya.

“Orang kalau ketemu saya di luar yang diingat itu nama perannya, ‘Itu Boneng loh.’. Saya iya-iya aja. Akhirnya resmi nggak resmi itu menjadi nama saya yang panggilan orang ke saya,” sambung Diding.

Pada Februari 2026, Diding Boneng sempat dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan intensif di Radjak Hospital akibat penyakit asma. Aktor tersebut telah berjuang melawan gangguan pernapasan tersebut dalam tiga tahun terakhir.

Ia menduga penyakit tersebut muncul saat dirinya terlibat proyek film horor yang pengambilan gambarnya berlangsung di hutan selama 80 hari.

Beberapa hal diyakini menjadi pemicu asma tersebut kambuh, seperti faktor cuaca malam hingga asap buatan yang masif di lokasi syuting. Alhasil, hal itu semua diyakini mengganggu sistem pernapasannya.

“Saya sadar, ini mulainya sejak pulang syuting film. Waktu itu 80 persen adegan malam hari dan selalu pakai efek asap buatan. Mungkin itu penyebabnya,” kata Diding Boneng kala itu.

Pada Desember 2025, Diding Boneng juga sempat menjadi pemberitaan setelah dinding rumahnya di Matraman Dalam Jakarta Pusat ambruk karena faktor usia. Beruntung tidak ada korban luka akibat insiden tersebut. Diding kemudian mendapatkan bantuan untuk memperbaiki rumah tersebut.

Hingga akhir usianya, Diding Boneng dikenal sebagai seniman yang penuh dedikasi. Bukan hanya untuk karier dan kehidupannya sendiri, tetapi juga meneruskan ilmunya kepada generasi mendatang.

“Terima kasih atas segala ilmu, pengalaman, semangat, dan inspirasi yang telah Opa Diding berikan kepada anak-anak Sanggar Perkasa. Kebaikan serta dedikasi Bung dalam berbagi ilmu akan selalu menjadi bagian dari perjalanan dan kenangan kami,” kata Sanggar Perkasa dalam unggahannya.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini.”

“Selamat jalan, Bung, Abang, Opa, Diding. Jasa dan ilmu yang telah Bung titipkan akan terus hidup dalam setiap langkah dan karya anak-anak Sanggar Perkasa.”

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Film “Lobang Buaya” dijadwalkan ditayangkan di bioskop mulai 1 Oktober 2026

29 Agustus 2026 - 11:12 WITA

Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Artis Revaldo Dijerat Pasal Berlapis

26 Agustus 2026 - 05:58 WITA

Pameran Asrul Sani Telusuri Perjalanan Kreatif Maestro Film Indonesia

22 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Ratna Sari Dewi Soekarno Hadiri HUT RI ke 81 di Istana Negara

20 Agustus 2026 - 05:12 WITA

Sejumlah Artis yang Hadir di Upacara Peringatan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan HUT RI Ke-81

17 Agustus 2026 - 07:17 WITA

Trending di Warta Entertainment