Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Internasional

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Mal Meledak dan Korban Bertambah

badge-check


					Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Mal Meledak dan Korban Bertambah Perbesar

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang selatan, pada Selasa (28/7/2026) waktu setempat. Guncangan tersebut memicu ledakan besar di pusat perbelanjaan, merobohkan sejumlah bangunan, serta menyebabkan sedikitnya dua orang tewas dan puluhan lainnya terluka.
Gempa juga memutus aliran listrik ke puluhan ribu rumah, menghentikan transportasi, dan memaksa sekitar 300.000 warga mengungsi. Menteri Keamanan Ekonomi Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah masih menghitung dampak keseluruhan bencana tersebut.

“Kami telah menerima informasi adanya korban luka. Pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di beberapa wilayah, serta terdapat kerusakan pada jalan dan jembatan, juga bangunan yang runtuh,” ujar Takaichi kepada wartawan di Tokyo, seperti dikutip Reuters, Rabu (29/7/2026).

Ia menambahkan tim penyelamat masih bekerja mengevakuasi korban dan menilai kerusakan di wilayah yang pernah dilanda gempa besar satu dekade lalu.

Korban jiwa bertambah setelah operasi pencarian semalam di Aeon Mall Kumamoto berhasil mengevakuasi delapan orang. Pemerintah prefektur menyatakan dua perempuan berusia 20-an tahun meninggal dunia akibat ledakan di mal tersebut, sementara lima orang lainnya mengalami luka-luka dan satu korban sempat mengalami henti jantung dan napas. Di lokasi lain dekat pusat gempa, satu orang juga dilaporkan tewas setelah tertimpa bangunan yang runtuh.

Ledakan di Aeon Mall menjadi salah satu insiden paling dramatis dalam bencana ini. Rekaman dari lokasi memperlihatkan sebagian sisi bangunan yang menampung sekitar 200 toko hancur dengan rangka baja terbuka dan puing-puing berserakan di area parkir.

Juru bicara Aeon mengatakan seluruh pengunjung dan karyawan telah dievakuasi setelah gempa awal, sementara penyebab ledakan masih diselidiki dengan dugaan awal mengarah pada kebocoran gas.

“Dampaknya sangat besar. Kepulan asap tebal membubung tinggi, dan karena angin bertiup ke arah toko, suasana di sekitar kami jadi seperti sedang dihujani abu vulkanik,” kata saksi mata Kazuya Tsurunaga, yang berada sekitar 300 meter dari lokasi ledakan saat gempa terjadi.

Selain korban di pusat perbelanjaan, sejumlah orang juga dilaporkan belum diketahui keberadaannya setelah cerobong asap runtuh di pabrik Nippon Paper Industries. Dua rumah sakit di wilayah tersebut masing-masing merawat lebih dari 50 korban, beberapa di antaranya dalam kondisi serius, sementara sejumlah penumpang kereta cepat mengalami luka-luka saat gempa mengguncang.

Gempa turut melumpuhkan infrastruktur. Sebanyak 48.000 rumah mengalami pemadaman listrik, jalan raya mengalami retakan besar, layanan kereta termasuk shinkansen dihentikan, dan Bandara Kumamoto menutup landasan pacunya sehingga sejumlah penerbangan dibatalkan atau dialihkan. Otoritas Regulasi Nuklir Jepang memastikan tidak ada gangguan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah terdampak.

Dampak gempa juga dirasakan sektor industri. TSMC, Sony, dan Fujifilm sempat mengevakuasi pekerjanya, meski TSMC menyatakan fasilitasnya tidak mengalami kerusakan dan operasional mulai dipulihkan secara bertahap. Sementara itu, Tokyo Electron menghentikan sementara operasional dua pabriknya hingga Rabu dan Honda menangguhkan sementara aktivitas di pabrik sepeda motornya di Kumamoto.

Badan Meteorologi Jepang mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap gempa susulan yang berpotensi terjadi selama sekitar sepekan ke depan, termasuk risiko tanah longsor. Otoritas juga memperingatkan ancaman sengatan panas karena suhu di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 34 derajat Celcius.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

30 Agustus 2026 - 06:33 WITA

Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Festival Indonesia Digelar di Swiss

27 Agustus 2026 - 03:34 WITA

Kisah PMI Bangun Kedai Kuliner Indonesia di Jantung Kota Taipei

24 Agustus 2026 - 05:45 WITA

Sungai Tiber Mengering, Sisa Jembatan Romawi Kuno Terungkap ke Permukaan

20 Agustus 2026 - 05:15 WITA

Menlu AS Ucapkan Selamat HUT ke-81 RI dan Sampaikan Duka atas Gempa NTT

17 Agustus 2026 - 06:52 WITA

Trending di Warta Internasional