Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Daerah

Pelatihan Kakao Perkuat Kapasitas Petani dan Koperasi di Raja Ampat

badge-check


					Pelatihan Kakao Perkuat Kapasitas Petani dan Koperasi di Raja Ampat Perbesar

Sebanyak 19 petani kakao di Kampung Wailebet, Kepulauan Batanta, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, mengikuti pelatihan budidaya kakao dan manajemen koperasi yang digelar Yayasan EcoNusa untuk meningkatkan produktivitas kebun serta memperkuat kelembagaan petani.

Pelatihan yang berlangsung pada 20-25 Juni 2026 itu juga membekali peserta dengan teknik penanganan pascapanen guna meningkatkan kualitas biji kakao.

“Melalui pelatihan ini, petani memperoleh pemahaman mengenai teknik budidaya yang tepat, mulai dari pemangkasan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga penanganan pascapanen. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas biji kakao,” kata Staf Yayasan EcoNusa Elvira Lumapuy dalam siaran pers pada Minggu.

Selama enam hari, peserta mendapatkan materi pembibitan, teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit, fermentasi biji kakao, serta manajemen koperasi. Pelatihan juga diisi praktik lapangan, termasuk teknik sambung pucuk dan sambung cupon untuk meremajakan tanaman kakao yang kurang produktif tanpa harus melakukan penanaman ulang.

Selain peningkatan keterampilan budidaya, peserta memperoleh pembekalan mengenai tata kelola koperasi, administrasi, dan pengelolaan keuangan. Penguatan kelembagaan tersebut diharapkan membantu petani memperluas akses terhadap pembiayaan, sarana produksi, serta pemasaran hasil panen.

Staf Yayasan EcoNusa Nurdana Pratiwi mengatakan koperasi berperan penting dalam meningkatkan posisi tawar petani melalui pengelolaan usaha secara bersama.

“Koperasi menjadi wadah bagi petani untuk mengelola usaha secara bersama, memperkuat akses pembiayaan, dan meningkatkan nilai jual hasil produksi. Kelembagaan yang kuat akan mendukung pengembangan usaha kakao yang lebih berkelanjutan,” katanya.

Salah seorang peserta pelatihan, Deni, mengaku memperoleh pengetahuan baru yang dapat diterapkan langsung di kebunnya.

“Kami jadi memahami cara merawat tanaman, melakukan fermentasi, dan pentingnya koperasi dalam membantu pengembangan usaha kakao. Ilmu ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan hasil panen kami,” ujarnya.

Masyarakat Kampung Wailebet membudidayakan kakao dengan sistem agroforestri yang memadukan tanaman kakao dengan berbagai jenis pohon dalam satu kawasan. Pendekatan tersebut tidak hanya mendukung peningkatan pendapatan petani, tetapi juga membantu menjaga tutupan hutan, kesuburan tanah, dan keanekaragaman hayati di Raja Ampat.

Praktik budidaya kakao berbasis agroforestri di Kampung Wailebet akan menjadi salah satu contoh yang dibahas dalam Papeda Summit di Sorong pada 2-4 September 2026. Forum itu mempertemukan masyarakat adat, pemerintah, akademisi, komunitas lokal, dan organisasi masyarakat sipil untuk berbagi praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di Tanah Papua.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Rumah Prototipe BRIN di Manggarai Barat Kokoh Hadapi Gempa M 7,7

21 Agustus 2026 - 05:39 WITA

Trending di Warta Daerah