Seorang bocah SD di pelosok desa di wilayah Boyolali Utara punya prestasi yang membanggakan. Bahkan, National Aeronautics and Space Administration (NASA) sampai memberikan apresiasi atas kemampuan bocah tersebut.
Adalah Ibrahim Al Abrar. Bocah kelas 6 SD di Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Putra kedua pasangan Aminuddin Salas (36) dan Hannisa Oktaviani (36), warga Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali itu mendapat surat apresiasi resmi dari NASA.

Sertifikat dari NASA itu diberikan kepada Ibrahim setelah melaporkan adanya bug atau celah keamanan pada sistem atau domain publik NASA. Di saat anak sepantarannya masih banyak yang asyik bermain, siswa SDN 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu itu justru sudah mempelajari dunia cybersecurity.
Ibra begitu akrab disapa mendapat surat apresiasi resmi dari NASA tertanggal 9 Juli 2026 lalu. Bocah anak yang akan berulang tahun ke-12 pada tanggal 25 Juli 2026 itu, berhasil meraih prestasinya dari hasil belajar autodidak.
Meski begitu, kemampuannya di bidang cybersecurity tidak bisa dipandang sebelah mata. Kemampuan Ibra bahkan berhasil menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan itu kepada Vulnerability Disclosure Policy (VDP) NASA. Pihak NASA bahkan mengirimkan surat sebagai tanda penghargaan atas upaya dalam mendeteksi kerentanan tersebut dan membantu meningkatkan keamanan sistem mereka.
“Alhamdulillah, senang,” ucap Ibragim Al Abrar, Jumat (17/7/2026).
Awal Mula Ibra Temukan Celah Web NASA
Ibra menuturkan, keberhasilannya menemukan celah keamanan NASA setelah belajar tentang cyberscurity. Dia belajar secara autodidak. Awalnya, Ibra membaca berita-berita orang yang berhasil mendapat celah keamanan sistem di NASA.
Hal itu kemudian menginspirasinya untuk mencobanya. Setelah beberapa kali mengirim, temuan celah Ibra akhirnya terverifikasi mendapat surat apresiasi dari NASA tersebut.
“Dapat apresiasi berupa sertifikat,” jelas Ibra yang bercita-cita ingin menjadi cybersecurity profesional.
Dia pun mengaku juga mengalami kesulitan saat belajar teknologi informasi tersebut. Salah satunya, karena belum paham materi. Sehingga kadang-kadang belajar melalui tutorial Youtube maupun melalui AI. Ibra juga mengaku pernah mencoba membuat game.
Rasa senang juga diungkapkan Aminudin, ayah Ibra. Anaknya tersebut awalnya belajar coding. Baru awal tahun 2026 lalu, tertarik belajar cybersecurity.
“Kemarin bisa dapat sertifikat NASA itu karena nyari kerentanan di web NASA. Menemukan broken link hijacking. Terus dilaporkan lewat VDP. Lapornya sebenarnya sudah hampir 2 bulan, tapi baru dibalas tanggal 9 Juli, dapat sertifikat itu,” kata Aminudin.
Ayah Ibra, Aminudin berharap, putranya tambah semangat dalam belajar. Apa yang telah diraih Ibra ini juga diharapkan mampu memotivasi anak-anak yang lain yang suka dengan IT. Karena saat ini belajar semakin dimudahkan dengan kemajuan teknologi informasi ini.
“Kalau saya sebagai orang tua, harapannya, ini kan masih awal. Harapannya bisa tambah semangat habis dapat itu (surat apresiasi dari NASA). Mungkin ke depannya bisa dapat bug bounty, biar bisa tambah semangat lagi. Karena kan ke depannya kalau dia memang pingin jadi cybersecurity profesional itu kan berarti sudah ngarahnya ke pekerjaan,” harap dia.
“Dan mungkin bisa jadi motivasi untuk anak-anak lain yang juga suka IT, ternyata kalau sebenarnya ada niat belajar itu semuanya sekarang itu bisa, mudah gitu. Ada internet, ada AI, ada YouTube. Tinggal niat anaknya anak masing-masing saja. Karena saya lihat sebagai orang tua seperti itu. Semua itu tergantung motivasi anaknya sendiri,” tambah Aminudin.
****









