Menu

Mode Gelap
Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali Penemu Celah Keamanan Web NASA Eks Pejabat Dinas PUTR Batu Bara Divonis 6 Tahun di Kasus Korupsi Jalan Rp 43 M Kisah April DA7 yang Menginspirasi, Ketekunan Bawa Dirinya dari Jalanan ke Dunia Hiburan Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat Ledakan Gudang Amunisi Tewaskan 1 Prajurit dan Enam Lainnya Terluka, TNI AD Bentuk Tim Investigasi 1,2 Juta NIK Warga Miskin Dibobol, Ombudsman Desak Dinsos-Diskomdigi Benahi Sistem Keamanan Digital

Warta Daerah

1,2 Juta NIK Warga Miskin Dibobol, Ombudsman Desak Dinsos-Diskomdigi Benahi Sistem Keamanan Digital

badge-check


					1,2 Juta NIK Warga Miskin Dibobol, Ombudsman Desak Dinsos-Diskomdigi Benahi Sistem Keamanan Digital Perbesar

Kepala Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah (Jateng), Siti Farida, mendesak Dinas Sosial serta Dinas Komunikasi, Informatika dan Digital (Diskomdigi) Jateng memperbaiki sistem keamanan digital mereka.

Hal itu menyusul diretas dan dicurinya 1,2 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik warga tergolong miskin di Jateng.

“Menurut kami, dari Dinas Sosial, bersama-sama dengan Komdigi, yang paling pokok adalah memperbaiki tingkat keamanan, baik itu website, laman, ataupun juga di aplikasi-aplikasi yang lain,” kata Farida ketika ditanya soal kasus dicurinya 1,2 juta NIK milik warga miskin di Jateng, Rabu (15/7/2026).

Dia menambahkan, kasus pencurian lebih 1,2 juta NIK tersebut merupakan warning bagi Dinsos dan Diskomdigi Jateng.

“Jadi laman di Dinas Sosial, termasuk beberapa turunan aplikasinya, juga harus betul-betul dipastikan tingkat sekuritinya,” ujarnya.

Menurut Farida, untuk pertanggungjawaban, memang perlu jelas siapa individu atau warga yang merasa dirugikan.

“Kalau memang misalnya mau betul-betul fair, ya dibuka saja posko pengaduan bagi warga untuk menyampaikan pengaduan atau laporan jika memang ada yang disalahgunakan datanya,” kata dia.

Farida juga mendorong dilakukannya pemeriksaan internal di Dinsos Jateng. Hal itu guna memastikan apakah ada kesalahan prosedur operasional yang akhirnya mengakibatkan terjadinya peretasan dan pencurian NIK.

“Karena ini terkait digitalisasi, hemat kami perlu ada kolaborasi dengan Dinas Komdigi,” ujarnya.

“Yang paling penting lagi adalah memastikan selanjutnya semua data-data itu aman,” tambah Farida.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Adinkes Papua Selatan Perkuat Pencegahan Kasus HIV/AIDS, TBC dan Malaria

16 Juli 2026 - 05:24 WITA

Upaya Para Perempuan Wujudkan Kedaulatan Pangan di Pulau Kelapa

14 Juli 2026 - 06:41 WITA

Angkatan Pertama SMA Taruna Nusantara Kampus IKN Tiba di IKN, Awali Tradisi Pendidikan di Nusantara

12 Juli 2026 - 03:39 WITA

Warga Aceh Patungan Rp 1 M Perbaiki Jalan Rusak, Kementerian PU Buka Suara

8 Juli 2026 - 05:31 WITA

Sanggupkah Satgas PKH Mengusut Tuntas Tatkala Aktivitas PT PMI Terus Berjalan, Namun Diduga Ilegal Bahkan Terkesan Kebal Hukum

7 Juli 2026 - 03:31 WITA

Trending di Warta Daerah