Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Daerah

Adinkes Papua Selatan Perkuat Pencegahan Kasus HIV/AIDS, TBC dan Malaria

badge-check


					Adinkes Papua Selatan Perkuat Pencegahan Kasus HIV/AIDS, TBC dan Malaria Perbesar

 

Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Perwakilan Wilayah Papua Selatan (Papsel) memperkuat pencegahan dan penanggulangan kasus HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria di daerah ini.

Staf Ahli Gubernur Papua Selatan Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, dan Pembangunan Nelson Sasari dalam siaran pers, Rabu (15/7/2026) mengatakan, pencegahan dan penanggulangan kasus penyakit tersebut merupakan penugasan langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Adinkes.

Menurut Sasasri, kasus HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang bersifat global sebab ketiga penyakit tersebut tidak hanya ditandai oleh angka kesakitan dan kematian yang masih cukup tinggi, tetapi juga menimbulkan beban sosial dan ekonomi bagi negara dan masyarakat.

“Secara global, setiap tahun diperkirakan terdapat 1,3 juta orang terinfeksi HIV, 10,7 juta orang yang tertular TBC, serta 282 orang terkena malaria,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa di Provinsi Papua Selatan penyakit tersebut masih memerlukan perhatian serius di mana estimasi TBC tercatat sebanyak 4.606 kasus sementara kasus HIV sebanyak 292 dan AIDS 220 kasus.

“Hingga kini jumlah kasus positif malaria dilaporkan sebanyak 180.582 kasus,” ujarnya.

Dia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut masih terus diperkuat secara sistematis dan berkelanjutan.

“Hal ini bertujuan agar eliminasi kasus penyakit tersebut pada 2030 bisa tercapai sehingga kami berharap masyarakat bisa menerapkan perilaku hidup sehat,” katanya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Rumah Prototipe BRIN di Manggarai Barat Kokoh Hadapi Gempa M 7,7

21 Agustus 2026 - 05:39 WITA

Trending di Warta Daerah