Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Perwakilan Wilayah Papua Selatan (Papsel) memperkuat pencegahan dan penanggulangan kasus HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria di daerah ini.

Staf Ahli Gubernur Papua Selatan Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, dan Pembangunan Nelson Sasari dalam siaran pers, Rabu (15/7/2026) mengatakan, pencegahan dan penanggulangan kasus penyakit tersebut merupakan penugasan langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Adinkes.
Menurut Sasasri, kasus HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang bersifat global sebab ketiga penyakit tersebut tidak hanya ditandai oleh angka kesakitan dan kematian yang masih cukup tinggi, tetapi juga menimbulkan beban sosial dan ekonomi bagi negara dan masyarakat.
“Secara global, setiap tahun diperkirakan terdapat 1,3 juta orang terinfeksi HIV, 10,7 juta orang yang tertular TBC, serta 282 orang terkena malaria,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa di Provinsi Papua Selatan penyakit tersebut masih memerlukan perhatian serius di mana estimasi TBC tercatat sebanyak 4.606 kasus sementara kasus HIV sebanyak 292 dan AIDS 220 kasus.
“Hingga kini jumlah kasus positif malaria dilaporkan sebanyak 180.582 kasus,” ujarnya.
Dia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut masih terus diperkuat secara sistematis dan berkelanjutan.
“Hal ini bertujuan agar eliminasi kasus penyakit tersebut pada 2030 bisa tercapai sehingga kami berharap masyarakat bisa menerapkan perilaku hidup sehat,” katanya.
****









