Menu ✖

Mode Gelap
Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja Juan Azmi Bawa Film Laga Indonesia Menembus Panggung Dunia Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya Satu Tahun di Afrika Tengah, 140 Personel FPU 7 Raih Penghargaan atas Misi Perdamaian Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru

Warta Daerah

Sopir Malaysia Kritik Jalan Rusak di Kaltara Bikin Warga Terjebak hingga Sakit

badge-check


					Sopir Malaysia Kritik Jalan Rusak di Kaltara Bikin Warga Terjebak hingga Sakit Perbesar

Video memperlihatkan buruknya kondisi jalan di wilayah Apokayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang berbatasan dengan Malaysia beredar. Sopir yang disebut merupakan warga Malaysia mengeluhkan jalan berlumpur hingga membuat mobil terjebak dan para penumpang kelaparan.

Dilansir Kamis (25/6/2026), pria yang berprofesi sebagai sopir penyuplai sembako dari Malaysia ke Apokayan ini memperlihatkan antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat. Mereka merupakan rombongan kontingen asal Apokayan yang tengah dalam perjalanan menghadiri Konferensi Wilayah (Konwil) IV Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Kaltara.

“Perusahaan Indon kuat tipu lah. Tengoklah anak-anak di sini sudah menangis dan menahan lapar karena seharian menunggu surutnya air. Perusahaan Indon bikin tipu-tipu masyarakat saja. Indon bikin jalan ini tidak pandai Ho, semua kendaraan nyangkut dan tidak bisa lewat,” ucap pria tersebut dengan logat Melayu.

Dia menyebut mobil harus menunggu air surut agar bisa melintasi jalur yang rusak parah. Pria itu juga mempertanyakan keberadaan alat berat di lokasi yang dianggapnya tidak melakukan perbaikan, khususnya di titik yang dikenal warga sebagai Jembatan 35.

Plt Camat Kayan Hulu sekaligus Kepala Badan Perbatasan Kabupaten Malinau (Kaban), Setim Ala, membenarkan insiden warga yang terjebak. Dia juga meluruskan soal alat berat dan status jalan yang dikritik.

“Jalan yang masyarakat lalui selama ini sebenarnya adalah jalan trans nasional yang merupakan tanggung jawab penuh pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Malinau sudah berupaya memperbaiki semampunya menggunakan alat dari kecamatan,” jelas Setim.

Setim mengatakan alat berat itu merupakan bantuan dari Pemkab Malinau dan bukan untuk mengurus jalan nasional. Dia juga membenarkan soal kontingen yang kelaparan hingga jatuh sakit. Kontingen gabungan dari Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Selatan, dan Kayan Hilir awalnya memprediksi perjalanan hanya memakan waktu satu hari.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Protes Tambang Galian C, Warga Puncu Kediri Keluhkan Jalan Rusak dan Sulit Air

13 Oktober 2026 - 04:27 WITA

Trending di Warta Daerah