Menu

Mode Gelap
Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali Penemu Celah Keamanan Web NASA Eks Pejabat Dinas PUTR Batu Bara Divonis 6 Tahun di Kasus Korupsi Jalan Rp 43 M Kisah April DA7 yang Menginspirasi, Ketekunan Bawa Dirinya dari Jalanan ke Dunia Hiburan Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat Ledakan Gudang Amunisi Tewaskan 1 Prajurit dan Enam Lainnya Terluka, TNI AD Bentuk Tim Investigasi 1,2 Juta NIK Warga Miskin Dibobol, Ombudsman Desak Dinsos-Diskomdigi Benahi Sistem Keamanan Digital

Warta Internasional

Sudah 11 Kapal Tanker Iran Tembus Blokade AS Usai Berdamai

badge-check


					Sudah 11 Kapal Tanker Iran Tembus Blokade AS Usai Berdamai Perbesar

Sebanyak 11 kapal tanker Iran sejauh ini berhasil menembus blokade angkatan laut Amerika Serikat, setelah tercapainya kesepakatan damai antara Teheran dan Washington.

Dilansir media Iran, Press TV, Kamis (18/6/2026), menurut sumber pejabat pemerintah Iran yang mengetahui informasi tersebut kepada Press TV, 8 kapal berhasil berlayar melintasi perairan internasional dari perairan teritorial Iran, dan 3 kapal lainnya berhasil memasuki perairan Iran setelah blokade AS dicabut berdasarkan kesepakatan Iran-AS.

AS memberlakukan blokade laut terhadap Iran pada bulan April lalu, di tengah negosiasi untuk menghentikan perang kedua negara.

Pada Rabu (17/6) malam waktu setempat, Presiden AS Donald Trump mengumumkan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai dengan Iran. Dia menandatangani naskah MoU tersebut di Istana Versailles, Prancis, dengan disaksikan Presiden Emmanuel Macron.

MoU tersebut merupakan pintu masuk ke perundingan damai sesungguhnya AS-Iran yang akan berlangsung dalam rentang 60 hari. Negosiasi akan membahas isu krusial yakni program nuklir dan rudal Iran, serta hal-hal sensitif lainnya.

Pemerintah Iran juga mengkonfirmasi telah menandatangani dokumen kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan AS.

“Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden — sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, seperti dikutip oleh kantor berita Iran, IRNA.

Ia mengatakan penandatanganan telah dilakukan secara elektronik dan jarak jauh oleh kedua presiden, dan bahwa upacara resmi “tidak banyak memiliki tempat” dalam rencana Iran.

Sebelumnya, Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) pada Senin lalu mengkonfirmasi bahwa Teheran dan Washington telah menyelesaikan teks MoU tentang penghentian perang, yang akan menghentikan permusuhan secara langsung dan permanen di semua lini, termasuk Lebanon, dan mengakhiri blokade angkatan laut AS terhadap Iran.

“Berdasarkan persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, teks nota kesepahaman mengenai negosiasi penghentian perang antara Iran dan Amerika Serikat telah diselesaikan pada malam tanggal 15 Juni,” bunyi pernyataan SNSC tersebut.

“Berdasarkan kesepakatan yang dicapai, perang dan operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, diakhiri segera dan secara permanen. Lebih lanjut, blokade laut terhadap Iran diakhiri segera dan sepenuhnya,” imbuhnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kelab Malam di Thailand Terbakar Habis, 27 Orang Tewas-22 Kritis

13 Juli 2026 - 06:49 WITA

2 Jet Tempur Tabrakan di Udara Gegara Pilot Selfie, AU Minta Maaf

6 Juli 2026 - 03:29 WITA

Korea Selatan Gratiskan Biaya Visa Buat Turis

2 Juli 2026 - 06:28 WITA

Malaysia Turunkan Harga BBM per 1 Juli

28 Juni 2026 - 10:26 WITA

Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang

27 Juni 2026 - 01:46 WITA

Trending di Warta Internasional