Menu

Mode Gelap
Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

Warta Internasional

Sudah 11 Kapal Tanker Iran Tembus Blokade AS Usai Berdamai

badge-check


					Sudah 11 Kapal Tanker Iran Tembus Blokade AS Usai Berdamai Perbesar

Sebanyak 11 kapal tanker Iran sejauh ini berhasil menembus blokade angkatan laut Amerika Serikat, setelah tercapainya kesepakatan damai antara Teheran dan Washington.

Dilansir media Iran, Press TV, Kamis (18/6/2026), menurut sumber pejabat pemerintah Iran yang mengetahui informasi tersebut kepada Press TV, 8 kapal berhasil berlayar melintasi perairan internasional dari perairan teritorial Iran, dan 3 kapal lainnya berhasil memasuki perairan Iran setelah blokade AS dicabut berdasarkan kesepakatan Iran-AS.

AS memberlakukan blokade laut terhadap Iran pada bulan April lalu, di tengah negosiasi untuk menghentikan perang kedua negara.

Pada Rabu (17/6) malam waktu setempat, Presiden AS Donald Trump mengumumkan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai dengan Iran. Dia menandatangani naskah MoU tersebut di Istana Versailles, Prancis, dengan disaksikan Presiden Emmanuel Macron.

MoU tersebut merupakan pintu masuk ke perundingan damai sesungguhnya AS-Iran yang akan berlangsung dalam rentang 60 hari. Negosiasi akan membahas isu krusial yakni program nuklir dan rudal Iran, serta hal-hal sensitif lainnya.

Pemerintah Iran juga mengkonfirmasi telah menandatangani dokumen kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan AS.

“Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden — sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, seperti dikutip oleh kantor berita Iran, IRNA.

Ia mengatakan penandatanganan telah dilakukan secara elektronik dan jarak jauh oleh kedua presiden, dan bahwa upacara resmi “tidak banyak memiliki tempat” dalam rencana Iran.

Sebelumnya, Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) pada Senin lalu mengkonfirmasi bahwa Teheran dan Washington telah menyelesaikan teks MoU tentang penghentian perang, yang akan menghentikan permusuhan secara langsung dan permanen di semua lini, termasuk Lebanon, dan mengakhiri blokade angkatan laut AS terhadap Iran.

“Berdasarkan persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, teks nota kesepahaman mengenai negosiasi penghentian perang antara Iran dan Amerika Serikat telah diselesaikan pada malam tanggal 15 Juni,” bunyi pernyataan SNSC tersebut.

“Berdasarkan kesepakatan yang dicapai, perang dan operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, diakhiri segera dan secara permanen. Lebih lanjut, blokade laut terhadap Iran diakhiri segera dan sepenuhnya,” imbuhnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

30 Agustus 2026 - 06:33 WITA

Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Festival Indonesia Digelar di Swiss

27 Agustus 2026 - 03:34 WITA

Kisah PMI Bangun Kedai Kuliner Indonesia di Jantung Kota Taipei

24 Agustus 2026 - 05:45 WITA

Sungai Tiber Mengering, Sisa Jembatan Romawi Kuno Terungkap ke Permukaan

20 Agustus 2026 - 05:15 WITA

Menlu AS Ucapkan Selamat HUT ke-81 RI dan Sampaikan Duka atas Gempa NTT

17 Agustus 2026 - 06:52 WITA

Trending di Warta Internasional