Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

Menuju Pengakuan Nasional, Lima Warisan Budaya Takbenda Kobar Jalani Verifikas

badge-check


					Menuju Pengakuan Nasional, Lima Warisan Budaya Takbenda Kobar Jalani Verifikas Perbesar

Pangkalan Bun, infokatulistiwanews.com – Kabupaten Kotawaringin Barat menerima kunjungan Tim Verifikasi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah, serta Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Kalimantan Tengah, Rabu (10/6), di Meeting Room Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kobar.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahapan verifikasi terhadap usulan Warisan Budaya Takbenda asal Kabupaten Kobar yang diajukan untuk memperoleh penetapan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Lima objek budaya yang menjadi fokus verifikasi meliputi Pantun Seloka, Nasi Adab, Bahasa Kutaringin, Coto Menggala, dan Kerupuk Basah. Kelimanya dinilai memiliki nilai sejarah, identitas budaya, serta masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Kepala Disdikbud Kobar, M. Alamsyah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim verifikasi yang melakukan penilaian dan pendalaman terhadap kekayaan budaya daerah.

“Kelima unsur budaya yang diusulkan ini merupakan warisan leluhur yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Kami berharap melalui proses verifikasi ini, nilai-nilai budaya tersebut dapat memperoleh pengakuan secara nasional sehingga semakin memperkuat upaya pelestariannya,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, tim verifikasi melakukan telaah dokumen usulan serta pendalaman informasi bersama narasumber budaya terkait sejarah, nilai budaya, fungsi sosial, dan keberlanjutan masing-masing objek budaya yang diusulkan.

Pantun Seloka dikenal sebagai tradisi lisan yang sarat pesan moral dan kearifan lokal. Nasi Adab merupakan kuliner tradisional yang memiliki nilai filosofis dalam berbagai prosesi adat. Sementara Bahasa Kutaringin menjadi bagian penting identitas masyarakat lokal, dan Coto Menggala merupakan tradisi budaya yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Kobar.

Red~ IKN

Pewarta (RJP)

Source: MMC Kobar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi