Menu

Mode Gelap
Mahasiswa di Bondowoso Tuntut Janji Politik Bebas PBB untuk Warga Miskin Ekstrem Bahasa Wabo Terancam Punah, BRIN Susun Tata Bahasa untuk Jaga Warisan Papua Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Bidang Propam Polda Sulut Gelar Pekan Disiplin Personel Menuju Pengakuan Nasional, Lima Warisan Budaya Takbenda Kobar Jalani Verifikas Perkuat Kepastian Hukum, MA Terbitkan Aturan Baru Pengajuan Kasasi Pidana Kisah Serda Ihsanudin: Ubah Bekas Gudang Pakan Ternak jadi Tempat Belajar Interaktif

Serba Serbi

Menuju Pengakuan Nasional, Lima Warisan Budaya Takbenda Kobar Jalani Verifikas

badge-check


					Menuju Pengakuan Nasional, Lima Warisan Budaya Takbenda Kobar Jalani Verifikas Perbesar

Pangkalan Bun, infokatulistiwanews.com – Kabupaten Kotawaringin Barat menerima kunjungan Tim Verifikasi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah, serta Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Kalimantan Tengah, Rabu (10/6), di Meeting Room Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kobar.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahapan verifikasi terhadap usulan Warisan Budaya Takbenda asal Kabupaten Kobar yang diajukan untuk memperoleh penetapan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Lima objek budaya yang menjadi fokus verifikasi meliputi Pantun Seloka, Nasi Adab, Bahasa Kutaringin, Coto Menggala, dan Kerupuk Basah. Kelimanya dinilai memiliki nilai sejarah, identitas budaya, serta masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Kepala Disdikbud Kobar, M. Alamsyah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim verifikasi yang melakukan penilaian dan pendalaman terhadap kekayaan budaya daerah.

“Kelima unsur budaya yang diusulkan ini merupakan warisan leluhur yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Kami berharap melalui proses verifikasi ini, nilai-nilai budaya tersebut dapat memperoleh pengakuan secara nasional sehingga semakin memperkuat upaya pelestariannya,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, tim verifikasi melakukan telaah dokumen usulan serta pendalaman informasi bersama narasumber budaya terkait sejarah, nilai budaya, fungsi sosial, dan keberlanjutan masing-masing objek budaya yang diusulkan.

Pantun Seloka dikenal sebagai tradisi lisan yang sarat pesan moral dan kearifan lokal. Nasi Adab merupakan kuliner tradisional yang memiliki nilai filosofis dalam berbagai prosesi adat. Sementara Bahasa Kutaringin menjadi bagian penting identitas masyarakat lokal, dan Coto Menggala merupakan tradisi budaya yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Kobar.

Red~ IKN

Pewarta (RJP)

Source: MMC Kobar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bahasa Wabo Terancam Punah, BRIN Susun Tata Bahasa untuk Jaga Warisan Papua

12 Juni 2026 - 10:20 WITA

Florikultura Indonesia Tembus Korea Selatan: Peluang Bisnis UMKM Tanaman Hias yang Makin Terbuka

11 Juni 2026 - 05:14 WITA

Indonesia taklukkan Hong Kong 3-0 pada AVC Women’s Nations Cup 2026

10 Juni 2026 - 06:35 WITA

Bukan Salmon, Ikan Asal RI Ini Punya Omega-3 Tertinggi di Dunia

7 Juni 2026 - 11:31 WITA

Satwa Liar Kembali Hadir, Ekosistem Forest City IKN Mulai Terbentuk

6 Juni 2026 - 04:08 WITA

Trending di Serba Serbi