Menu

Mode Gelap
Masyarakat Papua Berharap Dedi Mulyadi Bisa Menyelamatkan Hutan LAN: ASN harus jadi teladan etika digital berdasarkan Pancasila Alumnus Unair Berkarier Jadi Marine Biologist di Maldives KSAU Ingatkan Prajurit TNI AU Jaga Integritas, Profesionalisme, dan Semangat Pengabdian Kisah Mauliyan dan Ariandi, Orangutan Kurus yang Bertahan di Tengah Krisis Habitat Rustini Muhaimin nilai literasi harus jadi kebiasaan sejak dini

Warta Utama

Alumnus Unair Berkarier Jadi Marine Biologist di Maldives

badge-check


					Alumnus Unair Berkarier Jadi Marine Biologist di Maldives Perbesar

Muhammad Cesar Briliandi sudah bertahun-tahun menyelami dalamnya lautan setelah kelulusannya dari Universitas Airlangga (Unair). Kini ia berkarier sebagai marine biologist di Sub-Oceanic, Le Méridien Maldives Resort & Spa.

Kisah Cesar bermula pada 2016 silam setelah kelulusannya dari Unair. Masih haus akan ilmu, Cesar bertolak ke National Taiwan Ocean University (NTOU) untuk melanjutkan studinya di bidang kelautan. Di sana, ia kembali belajar sekaligus membantu penelitian kelautan sebagai asisten riset.

Bagi Cesar, keterampilan yang ia peroleh di kampus tidak hanya berupa pengetahuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter. Cesar menekankan bahwa kemandirian adalah hal yang penting dan kegagalan adalah bagian berharga dari proses belajar.

Dalam menjalankan tugasnya, Cesar tergabung dalam sebuah komunitas profesional yang berfokus pada aspek operasional wisata bahari dan aktivitas riset. Posisi ini menjadikan Cesar tampil sebagai wajah ilmiah yang memperkenalkan pentingnya menjaga kelestarian laut kepada masyarakat internasional.

Tim tersebut beranggotakan sekitar 15 orang di tengah ekosistem kerja resor yang mempekerjakan total kurang lebih 300 pegawai. Dalam lingkup tersebut, Cesar berperan dalam merancang dan mengimplementasikan program-program edukasi tentang cara menjaga dan menghargai laut kepada para tamu.

“Melalui wisata edukasi, kami mengajak para pengunjung untuk melihat keindahan bawah laut sekaligus memahami ancaman yang dihadapi. Mulai dari kerusakan terumbu karang hingga sampah kiriman,” jelasnya dalam laman Unair, dikutip Jumat (29/5/2026).

Pengetahuan tentang biologi perairan, ekologi, dan pengelolaan organisme akuatik yang ia tekuni selama ini menjadi landasan penting untuk memahami dinamika ekosistem laut tempat ia bekerja.

Kontribusinya tidak hanya dirasakan oleh tempat ia bekerja, tetapi juga oleh masyarakat luas. Melalui berbagai program wisata edukasi, Cesar membantu menumbuhkan kesadaran bahwa laut bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sistem kehidupan yang harus dijaga kelestariannya.

Cesar merasa aspek yang paling menyenangkan dari pekerjaannya adalah kedekatannya dengan alam dan kesempatan untuk membangun relasi dengan banyak orang dari berbagai negara.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Mauliyan dan Ariandi, Orangutan Kurus yang Bertahan di Tengah Krisis Habitat

29 Mei 2026 - 06:36 WITA

Kakek Mujiran di Lampung Ambil Sisa Getah di Kebun PTPN Berujung Dipenjara

25 Mei 2026 - 06:32 WITA

Perjuangan Suami Merawat Istri yang Mengidap Tuberkulosis Tulang

22 Mei 2026 - 07:14 WITA

Kisah Nelayan Bengkulu Bertahan Hidup, Berutang dan Tak Mampu Akses BBM Subsidi

19 Mei 2026 - 02:21 WITA

Jalan Rusak Krayan Selatan Lumpuhkan Distribusi Sembako, Mobil Terbalik di Jalur Lembudud–Long Layu

18 Mei 2026 - 09:53 WITA

Trending di Warta Utama