Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Internasional

Kemlu Kecam Penculikan Relawan & Jurnalis Indonesia oleh Israel

badge-check


					Kemlu Kecam Penculikan Relawan & Jurnalis Indonesia oleh Israel Perbesar

Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan Israel yang melakukan aksi pencegatan dan penculikan terhadap sejumlah relawan yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.

Rombongan WNI dan sejumlah masyarakat lintas negara tersebut diculik oleh serdadu Israel saat melintas di perairan laut Kepulauan Siprus, Mediterania Timur. Dua jurnalis Republika, yaitu Bambang Noroyono dan Thoudy Badaidi, dalam rombongan itu, ikut diculik.

“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Yvonne Mewengkang, dalam keterangan pers tertulis, Senin (18/5/2026).

Kemlu saat ini sedang mengupayakan kontak dengan Bambang alias Abeng, jurnalis yang ikut diculik guna mengetahui posisi saat ini dan status kapal yang digunakannya tersebut.

“Kapal yang membawa jurnalis atas nama Bambang Noroyono sampai saat ini masih dicoba dihubungi untuk mengetahui status dari kapal termasuk Saudara Bambang Noroyono di kapal tersebut,” jelasnya.

Yvonne menegaskan pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk membebaskan seluruh WNI dan awak misi kemanusiaan lintas kewarganegaraan tersebut. Indonesia berharap seluruh awak kapal tersebut dapat melanjutkan misi kemanusiaan menuju Palestina demi penyaluran bantuan.

“Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” tegasnya.

Dalam proses penyelamatan, Kemlu mengerahkan Direktorat Perlindungan WNI yang berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman. Kemlu berharap langkah antisipatif tersebut dapat memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan para WNI yang masih tersandera.

“Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan,” ungkap Yvonne.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

17 Oktober 2026 - 03:38 WITA

RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

15 Oktober 2026 - 06:45 WITA

PBB Desak Investigasi Serangan Terhadap Bandara Internasional Riyadh

13 Oktober 2026 - 04:33 WITA

Indonesia Juara Umum Kompetisi Olahraga-Budaya ISCG 2026 di Pakistan

10 Oktober 2026 - 05:03 WITA

Bos IMF Ngomel ke Negara-Negara Maju, Utang Dunia Bakal 100% PDB

8 Oktober 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Internasional