Menu

Mode Gelap
Bibit 93W Menguat Jadi Siklon Tropis, Deret Wilayah Ini Potensi Hujan Kejati Tetapkan Bupati Sitaro Tersangka Korupsi Bantuan Bencana Rp 22,7 M Tanamkan Nilai Kebangsaan Siswa, Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Digelar di MAN 2 Mataram Pemprov Papua Tekan Inflasi Lewat Gerakan Pangan Murah Kisah Penyuluh Agama Sipispis Dampingi Lansia Belajar Al-Qur’an Mabes TNI Tertibkan 12 Rumah Dinas di Komplek Slipi yang Dihuni Anak Purnawirawan

Warta Internasional

60 Ribu Pohon Hijaukan Tanah Suci

badge-check


					60 Ribu Pohon Hijaukan Tanah Suci Perbesar

Transformasi besar-besaran tengah berlangsung di kawasan suci Makkah. Lebih dari 60.000 pohon kini menghijaukan area lokasi ibadah haji, menghadirkan suasana yang lebih sejuk, teduh, dan nyaman bagi jutaan jemaah dari seluruh dunia.

Program penghijauan ini menjadi bagian dari upaya strategis Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus pengalaman ibadah.

Dilansir dari Arab News, Minggu (3/5/2024), penanaman dilakukan secara bertahap oleh Kidana Development Company, anak usaha Royal Commission for Makkah City and Holy Sites.

Dalam fase terbaru, sebanyak 40.000 pohon berhasil ditanam, melengkapi lebih dari 20.000 pohon yang telah ditanam sebelumnya.

Secara keseluruhan, langkah tersebut meningkatkan ruang hijau hingga tiga kali lipat dibandingkan musim haji tahun lalu.

Peningkatan itu bukan sekadar estetika. Kehadiran pepohonan terbukti mampu menurunkan suhu lingkungan secara signifikan, menciptakan suasana lebih nyaman, terutama bagi jemaah yang datang dari negara dengan iklim lebih sejuk.

Pendekatan Ilmiah

Pendekatan ilmiah diterapkan dalam proyek tersebut. Jenis tanaman dipilih secara khusus agar sesuai dengan kondisi iklim Makkah serta efisien dalam penggunaan air, faktor penting di wilayah dengan sumber daya air terbatas.

Program itu juga sejalan dengan Saudi Vision 2030 dan Saudi Green Initiative, yang menekankan keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.

Pakar haji dan umrah, Ahmed Halabi, menegaskan langkah tersebut memperkuat konsep lama yang telah terbukti efektif.

“Langkah ini menegaskan bahwa gagasan menanam pohon untuk mengurangi panas matahari dan memperluas ruang hijau memang berhasil,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, penanaman pohon bukan sekadar mempercantik kawasan.

Penambahan 40.000 pohon membuat totalnya melampaui 60.000, sekaligus melipatgandakan ruang hijau dibanding musim haji sebelumnya. Namun penghijauan bukan hanya soal menambah tanaman.

“Ini secara aktif menurunkan suhu, mengurangi tekanan panas, dan menstabilkan atmosfer, terutama bagi jemaah dari wilayah beriklim dingin, sehingga mereka bisa beribadah dengan lebih nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, ahli lingkungan Faleh Al-Juhani menyebut program itu sebagai langkah strategis menuju keberlanjutan lingkungan yang nyata di kawasan dengan kepadatan tinggi saat musim haji.

“Vegetasi tidak hanya memperindah pemandangan,” katanya. “Ia secara nyata mengurangi penyerapan panas permukaan, meningkatkan keteduhan alami, dan mengurangi efek pulau panas perkotaan yang biasanya terjadi di wilayah padat bangunan.”

Solusi Lingkungan Berkelanjutan

Ia menambahkan, pepohonan juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas udara dengan menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, yang berdampak langsung pada kesehatan jemaah, khususnya dalam mengurangi stres akibat panas.

Selain itu, pemilihan jenis tanaman yang tepat memastikan keberlanjutan proyek dalam jangka panjang, sekaligus meminimalkan kebutuhan air.

“Perluasan ruang hijau di kawasan suci akan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi jemaah, serta mencerminkan komitmen kuat dalam menghadirkan solusi lingkungan berkelanjutan,” pungkasnya.

Langkah tersebut menjadi bukti pengelolaan haji kini tidak hanya berfokus pada aspek pelayanan dan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas lingkungan dan kenyamanan jemaah.

Tanah Suci pun perlahan bertransformasi menjadi kawasan ibadah yang lebih ramah, sejuk, dan berkelanjutan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sejarah Peradaban Panjang Manusia Berubah Berkat Temuan Kuno di China

3 Mei 2026 - 07:14 WITA

RI-Kamboja perkuat persahabatan, diplomasi budaya lewat Phsaar Reatrei

2 Mei 2026 - 06:30 WITA

Pesawat Boeing 737 Tabrak Drone di Udara, Pilot Laporkan Kontak Fisik

30 April 2026 - 04:04 WITA

Pelaku Penembakan Saat Jamuan Makan Malam Gedung Putih Ditangkap, Trump Puji Respons Cepat Aparat

26 April 2026 - 06:44 WITA

Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia

23 April 2026 - 03:38 WITA

Trending di Warta Internasional