Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri Legislator Ferdinand Djeki Dumais Bantah Terlibat Penipuan, Ancam Tuntut Balik Penyebar Fitnah China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Warta Internasional

60 Ribu Pohon Hijaukan Tanah Suci

badge-check


					60 Ribu Pohon Hijaukan Tanah Suci Perbesar

Transformasi besar-besaran tengah berlangsung di kawasan suci Makkah. Lebih dari 60.000 pohon kini menghijaukan area lokasi ibadah haji, menghadirkan suasana yang lebih sejuk, teduh, dan nyaman bagi jutaan jemaah dari seluruh dunia.

Program penghijauan ini menjadi bagian dari upaya strategis Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus pengalaman ibadah.

Dilansir dari Arab News, Minggu (3/5/2024), penanaman dilakukan secara bertahap oleh Kidana Development Company, anak usaha Royal Commission for Makkah City and Holy Sites.

Dalam fase terbaru, sebanyak 40.000 pohon berhasil ditanam, melengkapi lebih dari 20.000 pohon yang telah ditanam sebelumnya.

Secara keseluruhan, langkah tersebut meningkatkan ruang hijau hingga tiga kali lipat dibandingkan musim haji tahun lalu.

Peningkatan itu bukan sekadar estetika. Kehadiran pepohonan terbukti mampu menurunkan suhu lingkungan secara signifikan, menciptakan suasana lebih nyaman, terutama bagi jemaah yang datang dari negara dengan iklim lebih sejuk.

Pendekatan Ilmiah

Pendekatan ilmiah diterapkan dalam proyek tersebut. Jenis tanaman dipilih secara khusus agar sesuai dengan kondisi iklim Makkah serta efisien dalam penggunaan air, faktor penting di wilayah dengan sumber daya air terbatas.

Program itu juga sejalan dengan Saudi Vision 2030 dan Saudi Green Initiative, yang menekankan keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.

Pakar haji dan umrah, Ahmed Halabi, menegaskan langkah tersebut memperkuat konsep lama yang telah terbukti efektif.

“Langkah ini menegaskan bahwa gagasan menanam pohon untuk mengurangi panas matahari dan memperluas ruang hijau memang berhasil,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, penanaman pohon bukan sekadar mempercantik kawasan.

Penambahan 40.000 pohon membuat totalnya melampaui 60.000, sekaligus melipatgandakan ruang hijau dibanding musim haji sebelumnya. Namun penghijauan bukan hanya soal menambah tanaman.

“Ini secara aktif menurunkan suhu, mengurangi tekanan panas, dan menstabilkan atmosfer, terutama bagi jemaah dari wilayah beriklim dingin, sehingga mereka bisa beribadah dengan lebih nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, ahli lingkungan Faleh Al-Juhani menyebut program itu sebagai langkah strategis menuju keberlanjutan lingkungan yang nyata di kawasan dengan kepadatan tinggi saat musim haji.

“Vegetasi tidak hanya memperindah pemandangan,” katanya. “Ia secara nyata mengurangi penyerapan panas permukaan, meningkatkan keteduhan alami, dan mengurangi efek pulau panas perkotaan yang biasanya terjadi di wilayah padat bangunan.”

Solusi Lingkungan Berkelanjutan

Ia menambahkan, pepohonan juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas udara dengan menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, yang berdampak langsung pada kesehatan jemaah, khususnya dalam mengurangi stres akibat panas.

Selain itu, pemilihan jenis tanaman yang tepat memastikan keberlanjutan proyek dalam jangka panjang, sekaligus meminimalkan kebutuhan air.

“Perluasan ruang hijau di kawasan suci akan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi jemaah, serta mencerminkan komitmen kuat dalam menghadirkan solusi lingkungan berkelanjutan,” pungkasnya.

Langkah tersebut menjadi bukti pengelolaan haji kini tidak hanya berfokus pada aspek pelayanan dan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas lingkungan dan kenyamanan jemaah.

Tanah Suci pun perlahan bertransformasi menjadi kawasan ibadah yang lebih ramah, sejuk, dan berkelanjutan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara

21 Oktober 2026 - 02:33 WITA

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

17 Oktober 2026 - 03:38 WITA

RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

15 Oktober 2026 - 06:45 WITA

PBB Desak Investigasi Serangan Terhadap Bandara Internasional Riyadh

13 Oktober 2026 - 04:33 WITA

Indonesia Juara Umum Kompetisi Olahraga-Budaya ISCG 2026 di Pakistan

10 Oktober 2026 - 05:03 WITA

Trending di Warta Internasional