Menu ✖

Mode Gelap
Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Warta Daerah

Hari Seni Sedunia 2026 Jadi Penguat Solidaritas dan Ekonomi Kreatif

badge-check


					Hari Seni Sedunia 2026 Jadi Penguat Solidaritas dan Ekonomi Kreatif Perbesar

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan seni sebagai ruang ekspresi, sekaligus perekat sosial yang mampu menumbuhkan kreativitas, memperkuat kebersamaan, dan menjaga keberagaman budaya.

Ajakan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Seni Sedunia (World Art Day) 2026, yang tahun ini mengusung tema “Taman Ekspresi: Memupuk Komunitas Melalui Seni” (A Garden of Expression: Cultivating Community Through Art).

Menurut Khofifah, tema tersebut menggambarkan seni sebagai ruang hidup yang tumbuh melalui keberagaman ekspresi dan kolaborasi antarindividu maupun komunitas.

“Hari Seni Sedunia menjadi momentum penting untuk meneguhkan bahwa seni bukan sekadar ekspresi estetika, tetapi juga ruang bersama yang menumbuhkan kreativitas, memperkuat solidaritas sosial, serta merawat keberagaman budaya,” ujarnya, Rabu, 15 April 2026.

Khofifah menegaskan, seni memiliki peran strategis dalam membangun peradaban yang inklusif dan berkelanjutan. Selain sebagai media ekspresi, seni juga menjadi sarana edukasi, komunikasi, dan penguat dialog antarbudaya.

“Seni mampu menjembatani perbedaan, membuka ruang dialog, dan mempererat hubungan antarmasyarakat. Inilah kekuatan seni sebagai bahasa universal,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan daerah, Khofifah menilai seni juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, memperkuat identitas budaya lokal, serta meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang mendukung kebebasan berekspresi bagi para pelaku seni agar kreativitas dapat terus berkembang.

“Jika ruang berekspresi dijaga dan pelaku seni didukung, maka seni akan menjadi kekuatan dalam mewujudkan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadaban,”ungkapnya.

Khofifah juga mendorong penguatan pendidikan seni di sekolah sebagai upaya membentuk generasi yang kreatif, inovatif, dan berkarakter.

“Pendidikan seni tidak hanya membentuk keterampilan, tetapi juga menumbuhkan empati dan cara berpikir kreatif,” terangnya.

Khofifah juga mengajak masyarakat Jawa Timur untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seni, seperti pameran, diskusi, lokakarya, hingga pertunjukan budaya.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendekatkan seni dengan masyarakat sekaligus mengapresiasi para seniman,” pungkasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar

22 Oktober 2026 - 13:07 WITA

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Trending di Warta Daerah