Menu ✖

Mode Gelap
Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Warta Daerah

KNPI Samarinda Soroti Nasib Pelayanan Kesehatan 49 Ribu Warga Miskin

badge-check


					KNPI Samarinda Soroti Nasib Pelayanan Kesehatan 49 Ribu Warga Miskin Perbesar

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Samarinda menggelar diskusi publik bertema “Nasib 49.000 Warga Miskin (JKN) Siapa Bertanggung Jawab? Antara Regulasi dan Kebijakan” di salah satu kafe di Samarinda, Selasa 14 April 2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membedah persoalan jaminan kesehatan masyarakat miskin.

Ketua DPD KNPI Samarinda, Ronny Hidayatullah, mengatakan diskusi ini bertujuan menghadirkan analisis yang komprehensif terkait kebijakan daerah. Ia menilai persoalan JKN tidak bisa dilepaskan dari kondisi APBD dan arah kebijakan ekonomi daerah.

“Harapannya kali ini kita ingin melihat analisa-analisa terkait APBD, bahkan hari ini analisa ekonomi yang ada di pemerintahan daerah terkait 49.000 warga JKN,” ujar Ronny.

Menurut Ronny, kebijakan pemerintah harus berpihak kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan. Ia menegaskan ruang publik harus tetap terbuka untuk mengkritisi kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat.

Ronny juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas organisasi kepemudaan dalam mengawal isu ini. Sejumlah organisasi seperti Cipayung Plus turut hadir dalam diskusi tersebut.

Ronny menambahkan, polemik yang berkembang saat ini tidak boleh berujung pada saling lempar tanggung jawab antar pemerintah. Menurutnya, masyarakat justru menjadi pihak yang paling dirugikan.

“Jangan sampai warga JKN 49.000 ini terabaikan oleh isu yang saling melempar tanggung jawab,” ucapnya.

Diskusi ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah. KNPI menilai forum semacam ini penting sebagai laboratorium gagasan untuk solusi kebijakan ke depan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar

22 Oktober 2026 - 13:07 WITA

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Trending di Warta Daerah