Menu

Mode Gelap
Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

Warta Daerah

KNPI Samarinda Soroti Nasib Pelayanan Kesehatan 49 Ribu Warga Miskin

badge-check


					KNPI Samarinda Soroti Nasib Pelayanan Kesehatan 49 Ribu Warga Miskin Perbesar

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Samarinda menggelar diskusi publik bertema “Nasib 49.000 Warga Miskin (JKN) Siapa Bertanggung Jawab? Antara Regulasi dan Kebijakan” di salah satu kafe di Samarinda, Selasa 14 April 2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membedah persoalan jaminan kesehatan masyarakat miskin.

Ketua DPD KNPI Samarinda, Ronny Hidayatullah, mengatakan diskusi ini bertujuan menghadirkan analisis yang komprehensif terkait kebijakan daerah. Ia menilai persoalan JKN tidak bisa dilepaskan dari kondisi APBD dan arah kebijakan ekonomi daerah.

“Harapannya kali ini kita ingin melihat analisa-analisa terkait APBD, bahkan hari ini analisa ekonomi yang ada di pemerintahan daerah terkait 49.000 warga JKN,” ujar Ronny.

Menurut Ronny, kebijakan pemerintah harus berpihak kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan. Ia menegaskan ruang publik harus tetap terbuka untuk mengkritisi kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat.

Ronny juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas organisasi kepemudaan dalam mengawal isu ini. Sejumlah organisasi seperti Cipayung Plus turut hadir dalam diskusi tersebut.

Ronny menambahkan, polemik yang berkembang saat ini tidak boleh berujung pada saling lempar tanggung jawab antar pemerintah. Menurutnya, masyarakat justru menjadi pihak yang paling dirugikan.

“Jangan sampai warga JKN 49.000 ini terabaikan oleh isu yang saling melempar tanggung jawab,” ucapnya.

Diskusi ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah. KNPI menilai forum semacam ini penting sebagai laboratorium gagasan untuk solusi kebijakan ke depan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

3 September 2026 - 05:21 WITA

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Trending di Warta Daerah