Menu

Mode Gelap
KPK Limpahkan Berkas Perkara Sugiri Sancoko Cs ke PN Ponorogo 3 Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Diterbangkan ke Indonesia Uji KUHP Soroti Penetapan Kerugian Negara oleh Selain BPK Seskab Teddy Temui Gibran di Istana Wapres, Bahas Isu Terkini Tanah Air Miliarder Inggris Ini Hibahkan Rp 4,2 Triliun ke Cambridge University Kunjungan Komisi IV DPR RI ke Bogor Ungkap Inovasi Keren di Sektor Perikanan

Warta Daerah

Banjir Rendam 16 Desa di Grobogan Jateng, 3.176 Keluarga Terdampak

badge-check


					Banjir Rendam 16 Desa di Grobogan Jateng, 3.176 Keluarga Terdampak Perbesar

Banjir melanda 16 desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat banjir yang melanda daerah itu mengakibatkan 3.176 keluarga terdampak serta 11 rumah mengalami kerusakan ringan.

“Banjir yang terjadi di 16 desa pada Kamis (2/4) malam tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Kedungjati, Tanggungharjo, Gubug, Tegowanu, dan Purwodadi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan Wahyu Tri Darmawanto di Grobogan dilansir kantor berita Antara, Sabtu (4/4/2026).

Ia mengungkapkan, banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang disertai kiriman air dari Sungai Tuntang dan Sungai Serang. Kondisi tersebut, menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga di beberapa wilayah.

Ia menjelaskan, wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar berada di Kecamatan Kedungjati dengan total 2.102 KK (kepala keluarga). Banjir di wilayah ini menggenangi sembilan desa, yakni Desa Wates, Kalimaro, Jumo, Padas, Deras, Klitikan, Ngombak, Kedungjati, dan Kentengsari. Ketinggian air di sejumlah lokasi dilaporkan berkisar antara 10 hingga 50 centimeter (cm).

“Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan 11 rumah mengalami kerusakan ringan, terutama di Desa Ngombak dan Desa Kedungjati,” ujarnya.

Di Kecamatan Gubug, banjir merendam dua desa, yakni Penadaran dan Ringinharjo, dengan total 814 keluarga terdampak. Air setinggi 20 hingga 60 cm sempat menggenangi permukiman warga di sejumlah dusun.

Sementara itu, di Kecamatan Tegowanu, banjir merendam sekitar 200 rumah di Desa Sukorejo dan Tanggirejo. Genangan air juga sempat mengganggu aktivitas belajar di SD Negeri 2 Sukorejo yang turut terdampak banjir.

Di Kecamatan Tanggungharjo, luapan Sungai Kliteh menyebabkan banjir di Desa Sugihmanik yang berdampak pada 60 keluarga. Selain itu, genangan air juga sempat menghambat arus lalu lintas di ruas jalan Gubug-Kedungjati di wilayah Desa Mrisi.

Sedangkan di Kecamatan Purwodadi, genangan air terjadi di ruas jalan Danyang-Pengkol di Desa Candisari sepanjang sekitar 100 meter dengan ketinggian air sekitar 20-25 cm.

“Sebagian besar genangan air telah surut sehingga warga mulai kembali beraktivitas. Namun masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih dapat terjadi,” ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TP-PKK Murung Raya Gelar Rapat Sinkronisasi Kegiatan Tahun 2026

2 April 2026 - 09:37 WITA

Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Timah Ilegal di Babel Tembus Rp 67 Miliar, 4 Orang Jadi Tersangka

1 April 2026 - 03:13 WITA

Jenazah ABK Speed Boat Habibie Ditemukan Setelah 13 Hari Pencarian

31 Maret 2026 - 09:33 WITA

Bupati Lebak Sindir Wakilnya Mantan Napi, Amir Hamzah: Saya Terhina

31 Maret 2026 - 02:32 WITA

Puncak Arus Balik Lebaran, Kualitas Udara Jakarta Kembali Memburuk

29 Maret 2026 - 04:49 WITA

Trending di Warta Daerah