Menu

Mode Gelap
Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

Warta Internasional

Breaking News! Harga Minyak Tembus US$116

badge-check


					Breaking News! Harga Minyak Tembus US$116 Perbesar

Harga minyak dunia kembali melesat pada awal pekan ini di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian meluas. Pada Senin (30/3/2026) pukul 09.40 WIB, harga minyak jenis Brent tercatat di US$116,6 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menembus US$102,88 per barel.

Penguatan ini memperpanjang tren kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir. Dibandingkan posisi Jumat (27/3/2026), harga Brent telah naik dari US$112,57 per barel, sementara WTI menguat dari US$99,64. Bahkan jika ditarik sejak awal pekan lalu, lonjakan terlihat semakin signifikan-dari level US$99,94 pada 23 Maret menjadi di atas US$116 saat ini.

Melansir dari Reuters, kenaikan harga minyak dipicu oleh eskalasi konflik Iran yang semakin melebar, setelah kelompok Houthi di Yaman meluncurkan serangan ke Israel. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keamanan jalur distribusi energi global, terutama di kawasan Laut Merah dan sekitarnya.

Selain itu, gangguan di Selat Hormuz turut memperparah tekanan di pasar. Jalur strategis yang selama ini dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia tersebut dilaporkan mengalami hambatan signifikan, sehingga mengurangi aliran minyak global secara drastis.

Dalam analisis Reuters, pasar saat ini dinilai telah masuk ke skenario “kedua terburuk”, di mana gangguan pasokan mulai terasa luas, terutama di kawasan Asia yang menjadi tujuan utama ekspor energi dari Timur Tengah. Harga produk turunan seperti solar dan bahan bakar pesawat bahkan dilaporkan melonjak tajam sejak konflik berlangsung.

Situasi ini diperparah oleh risiko eskalasi lanjutan, termasuk potensi serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk. Jika hal tersebut terjadi, pasar berpotensi menghadapi tekanan yang lebih besar, mengingat pasokan global belum sepenuhnya mampu mengimbangi gangguan yang ada.

Di sisi lain, dinamika geopolitik turut memengaruhi aliran pasokan global. Rusia dilaporkan mulai mengirimkan minyak ke Kuba, sementara Amerika Serikat menunjukkan pelonggaran sikap terhadap pengiriman tersebut, di tengah upaya menjaga stabilitas pasokan energi global.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik

4 September 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok

3 September 2026 - 06:35 WITA

Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

30 Agustus 2026 - 06:33 WITA

Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Festival Indonesia Digelar di Swiss

27 Agustus 2026 - 03:34 WITA

Kisah PMI Bangun Kedai Kuliner Indonesia di Jantung Kota Taipei

24 Agustus 2026 - 05:45 WITA

Trending di Warta Internasional