Menu

Mode Gelap
KPK Limpahkan Berkas Perkara Sugiri Sancoko Cs ke PN Ponorogo 3 Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Diterbangkan ke Indonesia Uji KUHP Soroti Penetapan Kerugian Negara oleh Selain BPK Seskab Teddy Temui Gibran di Istana Wapres, Bahas Isu Terkini Tanah Air Miliarder Inggris Ini Hibahkan Rp 4,2 Triliun ke Cambridge University Kunjungan Komisi IV DPR RI ke Bogor Ungkap Inovasi Keren di Sektor Perikanan

Warta Daerah

6 Ribu Rekening Nasabah Bank Daerah Dibobol, Kerugian Capai Rp143 Miliar

badge-check


					6 Ribu Rekening Nasabah Bank Daerah Dibobol, Kerugian Capai Rp143 Miliar Perbesar

Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pembobolan sistem layanan digital sebuah bank pembangunan daerah di Jambi yang menyebabkan sekitar 6.000 rekening nasabah kehilangan saldo dengan total kerugian mencapai Rp143 miliar. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada 22 Februari 2026 dan hingga kini proses penyelidikan masih berlangsung.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi melalui tim Subdirektorat Perbankan melakukan pendalaman terhadap dugaan gangguan sistem yang mengakibatkan transaksi tidak wajar pada rekening nasabah. Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab serta mekanisme kejadian tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia menyampaikan bahwa penyidik masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang terkait dengan sistem layanan digital bank tersebut.

“Kerugian akibat bobolnya sistem keamanan layanan digital mencapai sekitar Rp143 miliar yang berasal dari lebih dari 6.000 nasabah yang sempat kehilangan saldo di rekening mereka,” kata Taufik dalam keterangannya.

Penyelidikan tidak hanya berfokus pada dugaan peretasan sistem, tetapi juga mencakup evaluasi terhadap mekanisme pengamanan layanan digital yang digunakan. Polisi juga telah meminta keterangan dari pimpinan bank terkait guna mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai sistem operasional serta prosedur keamanan yang diterapkan.

Selain itu, sejumlah pegawai yang terlibat dalam pengelolaan layanan digital turut dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui bagaimana gangguan sistem dapat terjadi serta apakah terdapat celah keamanan yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

Di sisi lain, pihak bank menyatakan bahwa sistem layanan digital saat ini masih dalam proses pemulihan. Langkah perbaikan dilakukan untuk memastikan keamanan sistem sebelum layanan kembali dibuka secara penuh kepada nasabah.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Pembangunan Daerah Jambi Zulfikar menjelaskan bahwa sejumlah layanan digital seperti mobile banking dan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) masih belum dapat diakses karena masih menunggu proses evaluasi keamanan.

Menurutnya, pihak bank saat ini sedang menunggu hasil asesmen dari otoritas perbankan terkait sebelum layanan kembali dioperasikan secara normal. Proses tersebut membutuhkan waktu karena mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem keamanan siber.

“Proses asesmen membutuhkan tahapan evaluasi yang cukup panjang untuk memastikan sistem benar-benar aman sebelum diaktifkan kembali,” ujar Zulfikar.

Pihak bank juga belum dapat memastikan kapan layanan mobile banking dan ATM akan kembali beroperasi secara normal, termasuk menjelang periode pembayaran tunjangan hari raya yang biasanya meningkatkan aktivitas transaksi nasabah.

Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan jumlah rekening yang cukup besar serta nilai kerugian yang signifikan. Aparat kepolisian menyatakan penyelidikan akan terus dilakukan hingga penyebab gangguan sistem serta pihak yang bertanggung jawab dapat diketahui secara jelas.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Banjir Rendam 16 Desa di Grobogan Jateng, 3.176 Keluarga Terdampak

4 April 2026 - 06:16 WITA

TP-PKK Murung Raya Gelar Rapat Sinkronisasi Kegiatan Tahun 2026

2 April 2026 - 09:37 WITA

Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Timah Ilegal di Babel Tembus Rp 67 Miliar, 4 Orang Jadi Tersangka

1 April 2026 - 03:13 WITA

Jenazah ABK Speed Boat Habibie Ditemukan Setelah 13 Hari Pencarian

31 Maret 2026 - 09:33 WITA

Bupati Lebak Sindir Wakilnya Mantan Napi, Amir Hamzah: Saya Terhina

31 Maret 2026 - 02:32 WITA

Trending di Warta Daerah