Menu

Mode Gelap
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel IdeaFest 2026 Usung Tema Rehumanize di Era AI, Ajak Manusia Lebih Bijak Gunakan Teknologi Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

Warta Parlemen

Ketua MPR-RI, Muzani: Indonesia Bisa Keluar BoP dengan Kesepakatan

badge-check


					Ketua MPR-RI, Muzani: Indonesia Bisa Keluar BoP dengan Kesepakatan Perbesar

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut Indonesia memiliki peluang terbuka untuk keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP) alias Dewan Perdamaian, menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah.

Kendati demikian, Muzani menegaskan langkah tersebut harus didasari oleh kesepakatan bersama.

Hal ini disampaikan Muzani usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026). Menurutnya, Presiden telah beberapa kali menyinggung kemungkinan tersebut.

“Bagi Indonesia masuk dan keluar BoP adalah sesuatu yang bisa saja terjadi seperti beberapa kali disebutkan oleh Presiden. Kita bisa saja kapan saja bisa keluar,” kata Muzani.

“Tetapi sekali lagi itu harus atas kesepakatan bersama-sama,” lanjutnya.

Muzani menjelaskan, mandat utama BoP seharusnya menciptakan perdamaian dan memuluskan gencatan senjata (ceasefire).

Forum ini merupakan bagian dari upaya mempercepat proses kemerdekaan, pembangunan, rekonstruksi, serta rehabilitasi Palestina.

Selain isu BoP, Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra ini juga meneruskan pesan Prabowo yang mengajak seluruh rakyat memperkuat persatuan.

Ajakan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di negara-negara Teluk pascaserangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Situasi ini dikhawatirkan memicu polarisasi di masyarakat.

“Karena situasi global seperti sekarang ini memudahkan masyarakat berpikir, menurut cara pandang masing-masing, dan itu berpotensi untuk merusak keharmonisan kita, keakraban kita dan kekompakan kita dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Muzani.

Ia menekankan, setiap langkah diplomasi dan kebijakan internasional pemerintah diambil semata-mata demi kepentingan nasional.

Presiden berkomitmen menjaga kedaulatan negara di tengah situasi dunia yang tidak menentu.

“Presiden selalu mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah demi untuk bangsa dan negara, demi menjaga persatuan, demi menjaga keutuhan, demi NKRI, dan demi keutuhan Republik Indonesia,” pungkasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah

5 September 2026 - 04:31 WITA

Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

1 September 2026 - 05:23 WITA

DPR Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Maksimal 15 Desember

28 Agustus 2026 - 04:55 WITA

Siti Fauziah Sebut LCC 4 Pilar MPR Jadi Ruang Bangun Persaudaraan

24 Agustus 2026 - 05:47 WITA

Dukung Guru PPPK Diangkat Jadi PNS, Ketua DPD RI: Fiskal Kita Cukup

21 Agustus 2026 - 05:35 WITA

Trending di Warta Parlemen