Menu

Mode Gelap
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel IdeaFest 2026 Usung Tema Rehumanize di Era AI, Ajak Manusia Lebih Bijak Gunakan Teknologi Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

Serba Serbi

Imlek 2026 Jadi Momentum Rawat Tradisi di Tengah Arus Modernisasi

badge-check


					Imlek 2026 Jadi Momentum Rawat Tradisi di Tengah Arus Modernisasi Perbesar

Pemerintah menyelenggarakan Festival Imlek Nasional dalam memeriahkan perayaan Imlek tahun ini. Melalui penyelenggaraan festival tersebut, pemerintah ingin Imlek tahun ini menjadi momentum merawat tradisi tradisional yang sudah berlangsung turun temurun di tengah arus modernisasi.

Hal itu ditunjukkan di dalam logo kita (logo Imlek Nasional 2026), bahwa pada era modernisasi jangan lupa grounding, membumi ke dalam akar budaya dan tradisi.

“Imlek Nasional tidak hanya membawa Imlek tradisional, tetapi menyajikannya ke arah modern supaya dapat diterima seluruh lapisan masyarakat,” kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar, Minggu, 15 Februari 2026.

Selain modernisasi, Imlek 2026 juga bertepatan dengan datangnya Ramadan. Ketua Umum Panitia Imlek Nasional itu berharap momen tersebut bisa menjadi momen memperkuat rasa persatuan dan toleransi di seluruh lapisan masyarakat.

“Ditambah lagi dengan adanya Ramadan, Imlek 2026 akan menjadi sangat berwarna sekali. Inilah kekuatan bangsa kita, keanekaragaman suku, ras, dan agama yaitu Indonesia,” ujar Irene.

Irene memiliki visi menjadikan Imlek Nasional menjadi event tahunan yang dapat menarik wisatawan. Tak hanya di Jakarta, dia berharap Imlek di kota lainnya bisa menjadi ikon pariwisata di kota tersebut.

“Kami berharap Imlek Nasional menjadi event tahunan yang bisa menarik wisatawan. Maka kami dorong perayaan Imlek di berbagai kota selain di Lapangan Banteng, Jakarta. Misalnya Cap Go Meh di Palembang memiliki legenda kisah cinta Tan Bun An dan Siti Fatimah yang dirayakan bak Romeo dan Juliet,” tandas Wamenekraf.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Rahayu Saraswati Sebut PIK Berpotensi Jadi Lokasi Marathon Internasional

23 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Trending di Serba Serbi