Menu

Mode Gelap
Polemik Tutup-Buka Penyeberangan Perintis di NTT Prajurit Batalyon Hanud 11 Pasgat Laksanakan Lintas Medan Tingkatkan Ketangkasan dan Jiwa Korsa BMKG Ungkap Daftar 17 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini Begini Keseruan Ratusan Siswa SD Main Permainan Tradisional Heboh Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Setelah Nobar Piala Dunia Aksi Pemulung Ikut Tambal Jalan Rusak di Padang, Warga Mengaku Sudah Dua Wali Kota Tanpa Perbaikan

Serba Serbi

Hashim Djojohadikusumo: Gejolak di pasar saham bikin Prabowo geram

badge-check


					Hashim Djojohadikusumo: Gejolak di pasar saham bikin Prabowo geram Perbesar

Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo menyebutkan gejolak di pasar saham yang terjadi beberapa waktu lalu membuat Presiden Prabowo sangat geram.

Menurut Hashim, peristiwa tersebut bukan sekadar mempengaruhi kondisi pasar, tetapi juga menyangkut reputasi negara serta menimbulkan kerugian bagi investor.

“Saya juga ingin menegaskan dalam kesempatan ini bahwa Presiden Prabowo sangat marah atas kejadian pekan lalu, terutama karena kehormatan negara dipertaruhkan dan banyak investor yang mengalami kerugian,” kata Hashim dalam acara Asean Climate Forum di gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (11/2/2026).

Hashim juga menyoroti kondisi pasar saham yang bergejolak itu lantaran pasar  kurang transparan. Bahkan ia menyebut MSCI sampai mengirim empat surat kepada pemerintah yang berisi berbagai pertanyaan dan kekhawatiran terkait transparansi. Menurutnya, pasar hanya bisa berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas.

Menurutnya lagi, delapan investor yang ditemuinya pada awal pekan ini juga meminta pemerintah memastikan kredibilitas pasar tetap terjaga.

“Jadi pemerintah Indonesia bertekad menjaga kredibilitas sekaligus kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan negara sangat penting. Maka beliau akan mengawasi secara ketat,” ucap Hashim.

Ia menegaskan pengawasan pasar perlu diperkuat guna melindungi investor, mengingat banyak investor terdampak dalam gejolak pasar sebelumnya.

Disamping itu, Hashim menilai rasio price to earnings (PE) sejumlah saham yang mencapai ratusan hingga ribuan kali menjadi sinyal adanya ketidakberesan di pasar.

“Harapan saya, harapan Presiden Prabowo, dan harapan pemerintah adalah agar Anda benar-benar waspada. Jika melihat anomali yang tidak masuk akal, itu merupakan tanda bahaya atau red flag,” tambahnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Begini Keseruan Ratusan Siswa SD Main Permainan Tradisional

22 Juli 2026 - 07:43 WITA

JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung

20 Juli 2026 - 06:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

19 Juli 2026 - 06:10 WITA

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

17 Juli 2026 - 06:02 WITA

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

14 Juli 2026 - 06:44 WITA

Trending di Serba Serbi