Menu

Mode Gelap
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel IdeaFest 2026 Usung Tema Rehumanize di Era AI, Ajak Manusia Lebih Bijak Gunakan Teknologi Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

Serba Serbi

Hashim Djojohadikusumo: Gejolak di pasar saham bikin Prabowo geram

badge-check


					Hashim Djojohadikusumo: Gejolak di pasar saham bikin Prabowo geram Perbesar

Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo menyebutkan gejolak di pasar saham yang terjadi beberapa waktu lalu membuat Presiden Prabowo sangat geram.

Menurut Hashim, peristiwa tersebut bukan sekadar mempengaruhi kondisi pasar, tetapi juga menyangkut reputasi negara serta menimbulkan kerugian bagi investor.

“Saya juga ingin menegaskan dalam kesempatan ini bahwa Presiden Prabowo sangat marah atas kejadian pekan lalu, terutama karena kehormatan negara dipertaruhkan dan banyak investor yang mengalami kerugian,” kata Hashim dalam acara Asean Climate Forum di gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (11/2/2026).

Hashim juga menyoroti kondisi pasar saham yang bergejolak itu lantaran pasar  kurang transparan. Bahkan ia menyebut MSCI sampai mengirim empat surat kepada pemerintah yang berisi berbagai pertanyaan dan kekhawatiran terkait transparansi. Menurutnya, pasar hanya bisa berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas.

Menurutnya lagi, delapan investor yang ditemuinya pada awal pekan ini juga meminta pemerintah memastikan kredibilitas pasar tetap terjaga.

“Jadi pemerintah Indonesia bertekad menjaga kredibilitas sekaligus kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan negara sangat penting. Maka beliau akan mengawasi secara ketat,” ucap Hashim.

Ia menegaskan pengawasan pasar perlu diperkuat guna melindungi investor, mengingat banyak investor terdampak dalam gejolak pasar sebelumnya.

Disamping itu, Hashim menilai rasio price to earnings (PE) sejumlah saham yang mencapai ratusan hingga ribuan kali menjadi sinyal adanya ketidakberesan di pasar.

“Harapan saya, harapan Presiden Prabowo, dan harapan pemerintah adalah agar Anda benar-benar waspada. Jika melihat anomali yang tidak masuk akal, itu merupakan tanda bahaya atau red flag,” tambahnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Rahayu Saraswati Sebut PIK Berpotensi Jadi Lokasi Marathon Internasional

23 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Trending di Serba Serbi