Menu

Mode Gelap
Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri Cerita Mistis Pembangunan Jembatan Suramadu di Film Tumbal Proyek Temuan BPK: 251 Pemegang IUP Lakukan Penambangan Tanpa RKAB Menuju Pemilu 2029, KPU Siapkan Pemutakhiran Data Pemilih dan Dapil Khusus IKN untuk Pemilihan DPD dan DPR Hakim India-Indonesia Bahas Konvergensi Tantangan Hukum Blokade Jetty PT JAS, Warga Haltim Protes Dugaan Pencemaran Laut

Warta Daerah

Jalanan Pecah-Rumah Rusak Dihantam Musibah Pergerakan Tanah

badge-check


					Jalanan Pecah-Rumah Rusak Dihantam Musibah Pergerakan Tanah Perbesar

Pergerakan tanah di Padasari, Tegal, terus berlangsung hingga 8 Februari. BNPB mencatat 2.453 warga mengungsi di 8 titik, bantuan logistik disalurkan.

Fenomena pergerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih terus terjadi hingga Minggu (8/2/2025). Kondisi tersebut menyebabkan jumlah warga yang mengungsi terus bertambah.

Berdasarkan data yang dirilis pada Senin (9/2/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi hingga Minggu mencapai 2.453 jiwa. Dari total tersebut, terdapat 945 laki-laki dan 982 perempuan, termasuk 220 lansia, tiga ibu hamil, tiga ibu menyusui, 179 anak-anak, 40 balita, 65 batita, 1.049 remaja, serta 894 orang dewasa.

Para pengungsi saat ini terpusat di delapan titik, yakni Majlis Az Zikir wa Rotibain, Majelis & Dukuh Pengasinan, SDN 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Pondok Pesantren Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, serta Desa Mokaha, Kecamatan Jatinegara.

BNPB telah bersiaga di lokasi terdampak untuk melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah setempat. Selain itu, BNPB juga menyalurkan dukungan bantuan logistik dan permakanan bagi para pengungsi. Tim kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten Tegal mencatat kerugian sementara material terdampak dari pergerakan tanah ini antara lain 464 rumah warga, 205 unit rumah rusak berat, tujuh unit fasilitas pendidikan, satu fasilitas ibadah, 1 fasilitas kesehatan, 1 bendung irigasi, 1 jembatan desa, 3 titik jalan desa dan kabupaten, serta kantor desa Padasari.

Saat ini, penanganan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, pendataan korban, serta pencarian lokasi untuk pembangunan hunian sementara (huntara). Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tegal melakukan verifikasi dan pemutakhiran data By Name By Address (BNBA) guna penerbitan Surat Keputusan kebutuhan huntara.

BNPB bersama pemerintah daerah dijadwalkan mendampingi ESDM Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Senin (9/2) untuk melakukan asesmen kelayakan lahan huntara dan relokasi. BNPB juga mengimbau warga mengikuti arahan BPBD setempat guna mengantisipasi potensi ancaman yang dapat meluas di wilayah terdampak.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Blokade Jetty PT JAS, Warga Haltim Protes Dugaan Pencemaran Laut

25 April 2026 - 07:11 WITA

APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara

23 April 2026 - 13:28 WITA

Pelayanan RSUD Kembali Normal Pasca-Aksi Mogok Tenaga Medis Aceh Besar

22 April 2026 - 07:26 WITA

Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan

18 April 2026 - 07:01 WITA

Dikonfirmasi Dugaan Proyek Tidak Sesuai Spek, Kadiskes Sukamara, Ari Junita Bungkam

17 April 2026 - 05:27 WITA

Trending di Warta Daerah