Menu

Mode Gelap
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel IdeaFest 2026 Usung Tema Rehumanize di Era AI, Ajak Manusia Lebih Bijak Gunakan Teknologi Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

Warta Daerah

Jalanan Pecah-Rumah Rusak Dihantam Musibah Pergerakan Tanah

badge-check


					Jalanan Pecah-Rumah Rusak Dihantam Musibah Pergerakan Tanah Perbesar

Pergerakan tanah di Padasari, Tegal, terus berlangsung hingga 8 Februari. BNPB mencatat 2.453 warga mengungsi di 8 titik, bantuan logistik disalurkan.

Fenomena pergerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih terus terjadi hingga Minggu (8/2/2025). Kondisi tersebut menyebabkan jumlah warga yang mengungsi terus bertambah.

Berdasarkan data yang dirilis pada Senin (9/2/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi hingga Minggu mencapai 2.453 jiwa. Dari total tersebut, terdapat 945 laki-laki dan 982 perempuan, termasuk 220 lansia, tiga ibu hamil, tiga ibu menyusui, 179 anak-anak, 40 balita, 65 batita, 1.049 remaja, serta 894 orang dewasa.

Para pengungsi saat ini terpusat di delapan titik, yakni Majlis Az Zikir wa Rotibain, Majelis & Dukuh Pengasinan, SDN 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Pondok Pesantren Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, serta Desa Mokaha, Kecamatan Jatinegara.

BNPB telah bersiaga di lokasi terdampak untuk melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah setempat. Selain itu, BNPB juga menyalurkan dukungan bantuan logistik dan permakanan bagi para pengungsi. Tim kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten Tegal mencatat kerugian sementara material terdampak dari pergerakan tanah ini antara lain 464 rumah warga, 205 unit rumah rusak berat, tujuh unit fasilitas pendidikan, satu fasilitas ibadah, 1 fasilitas kesehatan, 1 bendung irigasi, 1 jembatan desa, 3 titik jalan desa dan kabupaten, serta kantor desa Padasari.

Saat ini, penanganan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, pendataan korban, serta pencarian lokasi untuk pembangunan hunian sementara (huntara). Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tegal melakukan verifikasi dan pemutakhiran data By Name By Address (BNBA) guna penerbitan Surat Keputusan kebutuhan huntara.

BNPB bersama pemerintah daerah dijadwalkan mendampingi ESDM Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Senin (9/2) untuk melakukan asesmen kelayakan lahan huntara dan relokasi. BNPB juga mengimbau warga mengikuti arahan BPBD setempat guna mengantisipasi potensi ancaman yang dapat meluas di wilayah terdampak.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

3 September 2026 - 05:21 WITA

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Trending di Warta Daerah