Menu

Mode Gelap
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel IdeaFest 2026 Usung Tema Rehumanize di Era AI, Ajak Manusia Lebih Bijak Gunakan Teknologi Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

Warta Daerah

Jagung Jadi Komoditas Prioritas, Upaya Mendorong Kesejahteraan Petani Lokal

badge-check


					Jagung Jadi Komoditas Prioritas, Upaya Mendorong Kesejahteraan Petani Lokal Perbesar

Pemerintah Kabupaten Nunukan menetapkan jagung sebagai salah satu komoditas prioritas. Kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan petani lokal.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Nunukan Irwan Sabri melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Masniadi, saat menghadiri kegiatan penanaman jagung, bawang merah, dan kol di RT 07 Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, Rabu (21/1/2026).

Dalam pesan bupati yang disampaikan Masniadi, Pemkab Nunukan mengapresiasi peran Dewan Pengurus Pusat Komite Indonesia Bersatu (KIB) Kalimantan Utara beserta seluruh pihak yang terlibat aktif mendukung penguatan sektor pertanian di wilayah perbatasan.

Dia menegaskan, pengembangan jagung hibrida bukan sekadar kegiatan tanam-menanam. Melainkan bagian dari strategi besar pembangunan ketahanan dan kemandirian pangan yang berkelanjutan.

“Jagung menjadi komoditas yang terus kami dorong. Jika dikelola secara optimal dan memenuhi standar kualitas pasar, komoditas ini tidak hanya berperan menekan inflasi, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi serta meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkab Nunukan terus melakukan berbagai intervensi nyata di sektor pertanian. Mulai dari penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan), penyediaan bibit unggul, hingga pendampingan teknis kepada petani agar potensi lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Masniadi juga menekankan bahwa program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat merupakan bagian penting dalam menjaga kedaulatan bangsa. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan para petani menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

“Kami mengajak masyarakat, khususnya para petani, untuk mengelola lahan dan pekarangan secara optimal. Profesi petani adalah pekerjaan mulia yang memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan dan menopang kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KIB, Muh. Andi Lempong, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman tersebut merupakan bagian dari program prioritas Komite Indonesia Bersatu. Yakni, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, sekaligus sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Ia menjelaskan, penanaman jagung, bawang merah, dan kol dilakukan secara bertahap di lahan seluas 3,5 hektare dengan dukungan penuh dari Dinas Pertanian Kabupaten Nunukan.

“Harapannya, pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Nunukan terus meningkat dan memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan daerah serta kesejahteraan petani,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Asisten II Setda Provinsi Kaltara, Bustam, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan penanaman ini memiliki nilai strategis bagi pembangunan pertanian dan ketahanan pangan, khususnya di wilayah perbatasan.

“Penanaman jagung ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi simbol kepedulian, kolaborasi, dan semangat gotong royong dalam membangun kemandirian pangan daerah,” jelasnya.

Bustam menegaskan, Kabupaten Nunukan memiliki potensi pertanian yang besar, baik dari sisi ketersediaan lahan, sumber daya alam, maupun sumber daya manusia. Jagung sendiri merupakan komoditas strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai bahan baku industri dan pakan ternak.

Untuk itu, Pemprov Kaltara berkomitmen mendorong sektor pertanian melalui peningkatan produksi, pendampingan petani, pemanfaatan teknologi pertanian, hingga penguatan akses pasar.

“Keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata. Diperlukan sinergi dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti Komite Indonesia Bersatu,” tegasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

3 September 2026 - 05:21 WITA

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Trending di Warta Daerah