Menu ✖

Mode Gelap
Korupsi Tunjangan Rp 18,79 M, Wabup Indramayu Syaefudin Ditahan Kejati Jabar Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028 Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan Capaian Strategis: Kita Berada di Jalur yang Benar Pangdam XIII/Merdeka Tegaskan Kawal Program Nasional Budidaya Anggur Impor Buka Peluang Ekonomi Desa Pejarakan Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

Serba Serbi

Menbud Serahkan SK Penanggung Jawab Keraton Solo, Minta Konflik Segera Tuntas

badge-check


					Menbud Serahkan SK Penanggung Jawab Keraton Solo, Minta Konflik Segera Tuntas Perbesar

Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon meminta agar konflik internal di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat segera diselesaikan. Polemik yang berkepanjangan dinilai dapat menghambat program revitalisasi kawasan cagar budaya tersebut.

“Mungkin akan memperlambat (jika masih konflik). Tapi kita akan jalan terus, karena ini cagar budaya, kita rawat. Saya yakin semua pihak pasti setuju. Kita lakukan sebagai bentuk komitmen negara hadir dalam kemajuan kebudayaan,” kata Fadli usai menyerahkan Surat Keputusan (SK) penunjukan penanggung jawab Keraton Solo kepada KGPAA Tedjowulan, Minggu, 18 Januari 2026.

Fadli menegaskan Tedjowulan ditunjuk sebagai pelaksana tugas raja sekaligus penanggung jawab pengelolaan Keraton Solo. Ia diharapkan mampu merangkul seluruh pihak untuk menyelesaikan persoalan internal melalui musyawarah.

“Pelaksananya beliau, Panembahan Tedjowulan. Nanti beliau akan mengundang kalau terkait dengan musyawarah mufakat itu beliau yang akan mengundang semua kerabat ya untuk duduk. Jadi kan harus kita tunjuk dulu siapa pelaksananya. Supaya kalau kita menghibahkan ada dana gitu kan kepada siapa,,” ujar Fadli.

Menurut Fadli, penunjukan tersebut merupakan bentuk komitmen negara dalam menjaga Keraton Solo sebagai warisan budaya. Program revitalisasi, seperti pemugaran Panggung Songgo Buwono, disebut akan terus dilanjutkan.

Protes Kubu Pakubuwono XIV

Momen penyerahan SK sempat diwarnai aksi protes dari kubu Pakubuwono XIV Purboyo. Putri tertua PB XIII GKR Timoer Rumbay, tiba-tiba naik ke mimbar setelah Fadli Zon menyampaikan sambutan.

“Maaf Bapak, saya ingin menyampaikan sesuatu. Saya punya hak sebagai warga negara Indonesia,” kata Timoer sebelum panitia mematikan mikrofon. Aksi tersebut memicu kericuhan kecil dari para sentono, abdi dalem, dan tamu undangan.

Usai acara, Timoer menyatakan pihaknya merasa tidak dilibatkan dalam proses penunjukan Tedjowulan. “Kami keluarga besar PB XIII merasa tidak diorangkan. Keraton ini ada tuan rumahnya, tetapi kami tidak diberitahu tentang acara ini,” ungkapnya.

Selain protes lisan, kubu Purboyo juga membagikan surat keberatan atas SK yang diterbitkan Menbud. Hingga kini, pemerintah berharap seluruh pihak dapat menahan diri demi keberlanjutan pelestarian Keraton Solo.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

24 Oktober 2026 - 09:56 WITA

BMKG: Keindahan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026

23 Oktober 2026 - 04:17 WITA

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Trending di Serba Serbi