Menu

Mode Gelap
Polemik Tutup-Buka Penyeberangan Perintis di NTT Prajurit Batalyon Hanud 11 Pasgat Laksanakan Lintas Medan Tingkatkan Ketangkasan dan Jiwa Korsa BMKG Ungkap Daftar 17 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini Begini Keseruan Ratusan Siswa SD Main Permainan Tradisional Heboh Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Setelah Nobar Piala Dunia Aksi Pemulung Ikut Tambal Jalan Rusak di Padang, Warga Mengaku Sudah Dua Wali Kota Tanpa Perbaikan

Serba Serbi

Menbud Serahkan SK Penanggung Jawab Keraton Solo, Minta Konflik Segera Tuntas

badge-check


					Menbud Serahkan SK Penanggung Jawab Keraton Solo, Minta Konflik Segera Tuntas Perbesar

Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon meminta agar konflik internal di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat segera diselesaikan. Polemik yang berkepanjangan dinilai dapat menghambat program revitalisasi kawasan cagar budaya tersebut.

“Mungkin akan memperlambat (jika masih konflik). Tapi kita akan jalan terus, karena ini cagar budaya, kita rawat. Saya yakin semua pihak pasti setuju. Kita lakukan sebagai bentuk komitmen negara hadir dalam kemajuan kebudayaan,” kata Fadli usai menyerahkan Surat Keputusan (SK) penunjukan penanggung jawab Keraton Solo kepada KGPAA Tedjowulan, Minggu, 18 Januari 2026.

Fadli menegaskan Tedjowulan ditunjuk sebagai pelaksana tugas raja sekaligus penanggung jawab pengelolaan Keraton Solo. Ia diharapkan mampu merangkul seluruh pihak untuk menyelesaikan persoalan internal melalui musyawarah.

“Pelaksananya beliau, Panembahan Tedjowulan. Nanti beliau akan mengundang kalau terkait dengan musyawarah mufakat itu beliau yang akan mengundang semua kerabat ya untuk duduk. Jadi kan harus kita tunjuk dulu siapa pelaksananya. Supaya kalau kita menghibahkan ada dana gitu kan kepada siapa,,” ujar Fadli.

Menurut Fadli, penunjukan tersebut merupakan bentuk komitmen negara dalam menjaga Keraton Solo sebagai warisan budaya. Program revitalisasi, seperti pemugaran Panggung Songgo Buwono, disebut akan terus dilanjutkan.

Protes Kubu Pakubuwono XIV

Momen penyerahan SK sempat diwarnai aksi protes dari kubu Pakubuwono XIV Purboyo. Putri tertua PB XIII GKR Timoer Rumbay, tiba-tiba naik ke mimbar setelah Fadli Zon menyampaikan sambutan.

“Maaf Bapak, saya ingin menyampaikan sesuatu. Saya punya hak sebagai warga negara Indonesia,” kata Timoer sebelum panitia mematikan mikrofon. Aksi tersebut memicu kericuhan kecil dari para sentono, abdi dalem, dan tamu undangan.

Usai acara, Timoer menyatakan pihaknya merasa tidak dilibatkan dalam proses penunjukan Tedjowulan. “Kami keluarga besar PB XIII merasa tidak diorangkan. Keraton ini ada tuan rumahnya, tetapi kami tidak diberitahu tentang acara ini,” ungkapnya.

Selain protes lisan, kubu Purboyo juga membagikan surat keberatan atas SK yang diterbitkan Menbud. Hingga kini, pemerintah berharap seluruh pihak dapat menahan diri demi keberlanjutan pelestarian Keraton Solo.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Begini Keseruan Ratusan Siswa SD Main Permainan Tradisional

22 Juli 2026 - 07:43 WITA

JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung

20 Juli 2026 - 06:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

19 Juli 2026 - 06:10 WITA

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

17 Juli 2026 - 06:02 WITA

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

14 Juli 2026 - 06:44 WITA

Trending di Serba Serbi