Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Warta Nusantara

Malaysia Minta RI Impor Beras

badge-check


					Malaysia Minta RI Impor Beras Perbesar

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan pemerintah Malaysia telah meminta bantuan kepada Indonesia untuk memenuhi pasokan pangannya.

Malaysia diketahui meminta Indonesia untuk mengekspor beras ke negaranya.
Hal ini diungkap Prasetyo setelah Retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, dikutip Rabu (7/1/2026).

Prasetyo tidak merinci volume permintaan Malaysia dan tidak pula memastikan secara tegas kemampuan Indonesia. Namun, dia menuturkan jika pasokan dari dalam negeri mencukupi, Indonesia baru bisa memenuhi permintaan tersebut.

“Kalau kemudian itu ada negara lain atau sahabat-sahabat kita belum berhasil membutuhkan bantuan ya kalau memang kita sanggup ya kita akan berikan bantuan. Contohnya dari Malaysia,” katanya selepas Retret Kabinet Merah Putih.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Pemerintah Malaysia mengajukan permintaan beras ke Indonesia.

Hal itu terungkap dalam keterangan resmi terkait pertemuan Mentan Amran dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia Datuk Seri Mohammad Bin Sabu, di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Menanggapi permintaan tersebut, Mentan Amran menegaskan, pemerintah Indonesia saat ini tetap memprioritaskan ketahanan pangan nasional dan memastikan ketersediaan stok dalam negeri dalam kondisi aman.

“Ada permintaan beras dari Malaysia kepada kita. Namun untuk sementara, kita harus menjaga ketersediaan dan keamanan stok dalam negeri terlebih dahulu. Ketahanan pangan nasional adalah prioritas utama. Setelah itu tercapai, baru kita dapat mempertimbangkan dukungan lebih lanjut kepada negara sahabat,” ungkap Amran.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara