Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Nusantara

Malaysia Minta RI Impor Beras

badge-check


					Malaysia Minta RI Impor Beras Perbesar

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan pemerintah Malaysia telah meminta bantuan kepada Indonesia untuk memenuhi pasokan pangannya.

Malaysia diketahui meminta Indonesia untuk mengekspor beras ke negaranya.
Hal ini diungkap Prasetyo setelah Retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, dikutip Rabu (7/1/2026).

Prasetyo tidak merinci volume permintaan Malaysia dan tidak pula memastikan secara tegas kemampuan Indonesia. Namun, dia menuturkan jika pasokan dari dalam negeri mencukupi, Indonesia baru bisa memenuhi permintaan tersebut.

“Kalau kemudian itu ada negara lain atau sahabat-sahabat kita belum berhasil membutuhkan bantuan ya kalau memang kita sanggup ya kita akan berikan bantuan. Contohnya dari Malaysia,” katanya selepas Retret Kabinet Merah Putih.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Pemerintah Malaysia mengajukan permintaan beras ke Indonesia.

Hal itu terungkap dalam keterangan resmi terkait pertemuan Mentan Amran dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia Datuk Seri Mohammad Bin Sabu, di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Menanggapi permintaan tersebut, Mentan Amran menegaskan, pemerintah Indonesia saat ini tetap memprioritaskan ketahanan pangan nasional dan memastikan ketersediaan stok dalam negeri dalam kondisi aman.

“Ada permintaan beras dari Malaysia kepada kita. Namun untuk sementara, kita harus menjaga ketersediaan dan keamanan stok dalam negeri terlebih dahulu. Ketahanan pangan nasional adalah prioritas utama. Setelah itu tercapai, baru kita dapat mempertimbangkan dukungan lebih lanjut kepada negara sahabat,” ungkap Amran.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

19 Oktober 2026 - 03:01 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Fokus Efisiensi dan Percepat Energi Surya 100 GW

16 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Pemerintah Intensifkan Penanganan Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Dioptimalkan

14 Oktober 2026 - 07:21 WITA

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

12 Oktober 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Sambut Presiden Mesir El-Sisi dengan Upacara Kenegaraan di Istana Merdeka

11 Oktober 2026 - 07:29 WITA

Trending di Warta Nusantara