Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa Rossa Sebut Nama Baiknya Dijadikan Ajang Cari Cuan Clickbait Lewat Link Afiliasi Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400 Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

Warta Nusantara

Malaysia Minta RI Impor Beras

badge-check


					Malaysia Minta RI Impor Beras Perbesar

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan pemerintah Malaysia telah meminta bantuan kepada Indonesia untuk memenuhi pasokan pangannya.

Malaysia diketahui meminta Indonesia untuk mengekspor beras ke negaranya.
Hal ini diungkap Prasetyo setelah Retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, dikutip Rabu (7/1/2026).

Prasetyo tidak merinci volume permintaan Malaysia dan tidak pula memastikan secara tegas kemampuan Indonesia. Namun, dia menuturkan jika pasokan dari dalam negeri mencukupi, Indonesia baru bisa memenuhi permintaan tersebut.

“Kalau kemudian itu ada negara lain atau sahabat-sahabat kita belum berhasil membutuhkan bantuan ya kalau memang kita sanggup ya kita akan berikan bantuan. Contohnya dari Malaysia,” katanya selepas Retret Kabinet Merah Putih.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Pemerintah Malaysia mengajukan permintaan beras ke Indonesia.

Hal itu terungkap dalam keterangan resmi terkait pertemuan Mentan Amran dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia Datuk Seri Mohammad Bin Sabu, di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Menanggapi permintaan tersebut, Mentan Amran menegaskan, pemerintah Indonesia saat ini tetap memprioritaskan ketahanan pangan nasional dan memastikan ketersediaan stok dalam negeri dalam kondisi aman.

“Ada permintaan beras dari Malaysia kepada kita. Namun untuk sementara, kita harus menjaga ketersediaan dan keamanan stok dalam negeri terlebih dahulu. Ketahanan pangan nasional adalah prioritas utama. Setelah itu tercapai, baru kita dapat mempertimbangkan dukungan lebih lanjut kepada negara sahabat,” ungkap Amran.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa

18 April 2026 - 07:12 WITA

Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400

18 April 2026 - 06:59 WITA

Satu WN Malaysia Jadi Korban Tewas Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar

17 April 2026 - 05:23 WITA

Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air, Rampungkan Rangkaian Diplomasi Strategis di Eropa

16 April 2026 - 06:01 WITA

UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual, Dilarang Masuk Kampus

16 April 2026 - 05:58 WITA

Trending di Warta Nusantara