Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Warta Nusantara

Kalteng Alami Masalah Distribusi Nakes, Dokter Gigi di Puskesmas Masih Sedikit

badge-check


					Kalteng Alami Masalah Distribusi Nakes, Dokter Gigi di Puskesmas Masih Sedikit Perbesar

Distribusi tenaga kesehatan (nakes) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga kini masih belum merata. Lebih dari 50 persen puskesmas di wilayah tersebut belum memiliki dokter gigi, sehingga pelayanan kesehatan di lapangan belum optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, persoalan distribusi tenaga kesehatan merupakan masalah umum di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kalteng.

“Dari 207 puskesmas kami, yang punya dokter gigi hanya 100 puskesmas, kemudian kalau diturunkan menjadi apoteker, itu akan lebih sedikit lagi, sehingga ini menjadi tantangan kami,” ujar Suyuti di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Senin (6/10/2025).

Suyuti menjelaskan, pemenuhan sembilan jenis tenaga kesehatan yang diwajibkan berada di setiap puskesmas masih terkendala. Berdasarkan peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes), sembilan tenaga tersebut meliputi dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, apoteker, dan tenaga gizi.

Masalah Distribusi, Bukan Jumlah Menurut Suyuti, kekurangan dokter gigi maupun tenaga spesialis tidak semata karena jumlah lulusan yang terbatas, tetapi lebih pada masalah distribusi yang tidak merata.

“Kita harus bicara distribusi yang baik, perlu ada mekanisme insentif dari pemerintah pusat dan daerah, kemudian rencana karier ke depan,” tambahnya.

Selain memperbaiki sistem distribusi, Dinas Kesehatan Kalteng juga menyiapkan program bantuan beasiswa untuk pendidikan dokter spesialis.

“Tetapi beasiswa ini hanya terbatas untuk rumah sakit provinsi, maka dari itu rumah sakit kabupaten/kota juga perlu menyiapkan beasiswa,” jelasnya.

Dengan langkah tersebut, diharapkan ke depan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kalteng dapat berjalan lebih merata dan menjangkau masyarakat hingga pelosok.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara