Menu ✖

Mode Gelap
KPK Kembali Panggil Satu Tersangka Korupsi Proyek Jalan BBPJN Sumut Menteri PPPA: Setiap Anak Berhak Dapat Pengasuhan yang Aman Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026 Ingin Masuk Malaysia Secara Ilegal Melalui Batam, Belasan WN Vietnam Diamankan TNI AL Paus Leo serukan perdamaian di Yaman, doakan korban serangan Yordania Mimika Kirim 4 Atlet Junior ke Kejurnas Catur di Banten

Warta Internasional

Gempa Kuat Guncang Filipina M 6,9, Warga Panik Berlarian-27 Tewas

badge-check


					Gempa Kuat Guncang Filipina M 6,9, Warga Panik Berlarian-27 Tewas Perbesar

Gempa kuat mengguncang Filipina Selasa malam, dengan magnitudo 6,9. Dalam update terbaru Rabu (1/10/2025), gempa telah menewaskan 27 orang dengan 147 lebih orang luka-luka.

Gempa terjadi di Pulau Cebu malam waktu setempat. Gempa dangkal itu merobohkan 22 bangunan di Filipina tengah, meninggalkan banyak orang masih tertimbun reruntuhan.

Badan seismologi setempat memperingatkan kemungkinan tsunami “dengan gangguan permukaan laut kecil”. Badan itu mendesak penduduk pulau-pulau di bagian tengah Filipina, Leyte, Cebu, dan Biliran, untuk “menjauhi pantai dan tidak pergi ke pantai”.

Mengutip AFP, episentrum gempa berada sekitar 11 kilometer (tujuh mil) di timur-tenggara Calape, sebuah kotamadya di provinsi Bohol dengan populasi sekitar 33.000 jiwa. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sempat melaporkan gempa memiliki magnitudo 7, sebelum merevisinya.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik juga menyatakan “tidak ada ancaman tsunami dari gempa bumi ini”. Badan itu menyebut “tidak ada tindakan yang diperlukan”.

Gempa bumi hampir terjadi setiap hari di Filipina, yang terletak di “Cincin Api” Pasifik, busur aktivitas seismik intens yang membentang dari Jepang hingga Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik. Sebagian besar gempa terlalu lemah untuk dirasakan oleh manusia, tetapi gempa yang kuat dan merusak datang secara acak, tanpa teknologi yang tersedia untuk memprediksi kapan dan di mana gempa tersebut akan terjadi.

“Rasanya seperti kami semua akan pingsan. Para pembantu remaja saya bersembunyi di bawah meja seperti yang diajarkan di Pramuka,” kata Agnes Merza, seorang perawat berusia 65 tahun, seraya berujar ubin dapurnya retak dan tetangga berlarian keluar.

Sebelumnya, Filipina baru saja diterjang tiga badai besar. Sepanjang bulan lalu, negeri itu diterjang Topan Mirasol, Ragasa, dan Bualoi.

Siklon tropis tersebut meninggalkan jejak kehancuran di negara kepulauan tersebut, yang berdampak pada hampir 907.000 keluarga atau lebih dari 3,4 juta orang, yang rumahnya rusak akibat hujan lebat dan angin kencang di seluruh negeri. Badan tersebut menyatakan lebih dari 30.000 keluarga yang mengungsi, atau lebih dari 106.000 penduduk desa, masih berada di pusat-pusat evakuasi yang dikelola pemerintah.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Paus Leo serukan perdamaian di Yaman, doakan korban serangan Yordania

26 Oktober 2026 - 05:53 WITA

Taiwan Lumpuh Diterjang Topan Champi, Ribuan Warga Dievakuasi

23 Oktober 2026 - 08:56 WITA

China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara

21 Oktober 2026 - 02:33 WITA

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

17 Oktober 2026 - 03:38 WITA

RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

15 Oktober 2026 - 06:45 WITA

Trending di Warta Internasional