Menu

Mode Gelap
Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut Titi DJ Buka Suara Usai Sebut Ada yang Lebih Bagus Nyanyikan ‘Sang Dewi’ dari Lyodra Puskesmas Tebing Tinggi Hadirkan Inovasi Cegah Penyakit Menular 3 Eks Pimpinan Lembaga BGN Ditetapkan Jadi Tersangka Terkait Perkara Penyimpangan Tata Kelola MBG Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

Warta Internasional

Gempa Kuat Guncang Filipina M 6,9, Warga Panik Berlarian-27 Tewas

badge-check


					Gempa Kuat Guncang Filipina M 6,9, Warga Panik Berlarian-27 Tewas Perbesar

Gempa kuat mengguncang Filipina Selasa malam, dengan magnitudo 6,9. Dalam update terbaru Rabu (1/10/2025), gempa telah menewaskan 27 orang dengan 147 lebih orang luka-luka.

Gempa terjadi di Pulau Cebu malam waktu setempat. Gempa dangkal itu merobohkan 22 bangunan di Filipina tengah, meninggalkan banyak orang masih tertimbun reruntuhan.

Badan seismologi setempat memperingatkan kemungkinan tsunami “dengan gangguan permukaan laut kecil”. Badan itu mendesak penduduk pulau-pulau di bagian tengah Filipina, Leyte, Cebu, dan Biliran, untuk “menjauhi pantai dan tidak pergi ke pantai”.

Mengutip AFP, episentrum gempa berada sekitar 11 kilometer (tujuh mil) di timur-tenggara Calape, sebuah kotamadya di provinsi Bohol dengan populasi sekitar 33.000 jiwa. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sempat melaporkan gempa memiliki magnitudo 7, sebelum merevisinya.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik juga menyatakan “tidak ada ancaman tsunami dari gempa bumi ini”. Badan itu menyebut “tidak ada tindakan yang diperlukan”.

Gempa bumi hampir terjadi setiap hari di Filipina, yang terletak di “Cincin Api” Pasifik, busur aktivitas seismik intens yang membentang dari Jepang hingga Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik. Sebagian besar gempa terlalu lemah untuk dirasakan oleh manusia, tetapi gempa yang kuat dan merusak datang secara acak, tanpa teknologi yang tersedia untuk memprediksi kapan dan di mana gempa tersebut akan terjadi.

“Rasanya seperti kami semua akan pingsan. Para pembantu remaja saya bersembunyi di bawah meja seperti yang diajarkan di Pramuka,” kata Agnes Merza, seorang perawat berusia 65 tahun, seraya berujar ubin dapurnya retak dan tetangga berlarian keluar.

Sebelumnya, Filipina baru saja diterjang tiga badai besar. Sepanjang bulan lalu, negeri itu diterjang Topan Mirasol, Ragasa, dan Bualoi.

Siklon tropis tersebut meninggalkan jejak kehancuran di negara kepulauan tersebut, yang berdampak pada hampir 907.000 keluarga atau lebih dari 3,4 juta orang, yang rumahnya rusak akibat hujan lebat dan angin kencang di seluruh negeri. Badan tersebut menyatakan lebih dari 30.000 keluarga yang mengungsi, atau lebih dari 106.000 penduduk desa, masih berada di pusat-pusat evakuasi yang dikelola pemerintah.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IOM serukan penguatan koordinasi lintas batas tekan wabah Ebola

3 Juni 2026 - 06:30 WITA

Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan Iduladha Bersama Presiden Prabowo

27 Mei 2026 - 13:37 WITA

Tambang Emas Longsor Kubur Penambang Hidup-Hidup, 28 Tewas

26 Mei 2026 - 03:12 WITA

9 WNI Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Turki Sebelum Pulang ke RI

23 Mei 2026 - 08:58 WITA

Kemlu Kecam Penculikan Relawan & Jurnalis Indonesia oleh Israel

19 Mei 2026 - 02:23 WITA

Trending di Warta Internasional